yt-banner1
yt-banner2

Koperasi dan UKM

Seskemenkop UKM: Target Pembangunan Koperasi dan UMKM Tercapai Bila Program Pusat dan Daerah Selaras

MALANG, JURNAL IBUKOTA: Seskemenkop UKM Arif Rahman Hakim mengatakan target-target pembangunan koperasi dan UMKM yang sudah ditetapkan, baik dalam RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) maupun yang dimandatkan dalam PP no 7 tahun 2021 tentang Kemudahan,  Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM, bisa tercapai bila ada keselarasan program antara Pusat dan Daerah, dalam hal ini KemenkopUKM dengan Dinas Kabupaten/Kota maupun Provinsi.

Read more...

Konstruksi & Infrastruktur

Sekjen Kementerian PUPR : Buat Rencana Program Tahun 2022 Lebih Realistis

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Sekretariat Jenderal (Setjen) melakukan evaluasi enam bulan pelaksanaan anggaran Setjen tahun 2021 dan mematangkan program Setjen tahun 2022. Dukungan manajemen dari program-program Sekretariat Jenderal menjadi bagian penting dari pembangunan infrastruktur PUPR agar pelaksanaannya tepat mutu, tepat waktu, dan tepat administrasi sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. 

Read more...

Jaga Kepercayaan Masyarakat, BPTJ Gencarkan Manfaat Besar Transportasi Publik

Meskipun masa pandemi ini melahirkan berbagai kebijakan pembatasan kapasitas dan penegakkan protokol kesehatan yang ketat di semua jenis angkutan umum massal, tidak menghalangi Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan untuk terus meningkatkan pemahaman publik tentang manfaat besar dari angkutan umum massal. Upaya ini juga diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakatJAKARTA, JURNAL IBUKOTA (01/04/2021): Meskipun masa pandemi ini melahirkan berbagai kebijakan pembatasan kapasitas dan penegakkan protokol kesehatan yang ketat di semua jenis angkutan umum massal, tidak menghalangi Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan untuk terus meningkatkan pemahaman publik tentang manfaat besar dari angkutan umum massal. Upaya ini juga diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat

 

dalam menggunakan transportasi publik selama pandemi ini jika terpaksa keluar rumah atau

bermobilitas sehari-hari.

Kepala BPTJ Polana B. Pramesti mengungkapkan di masa pandemi ini, BPTJ terus

mengkoordinasikan dan memastikan transportasi umum berlangsung selamat, aman, nyaman,

sehat dan ramah lingkungan serta ketat menegakkan protokol kesehatan. “Pembatasan

kapasitas dan penegakan protokol kesehatan pada masa pandemi ini justru bagian dari upaya

untuk tetap membangun kepercayaan publik terhadap angkutan umum massal agar tidak

terjadi penularan covid di angkutan umum massal,” ujar Polana. 

Agar lebih meningkatKan kepercayaan publik dilakukan pula kegiatan bersama dengan lembaga yang kompeten seperti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Ombudsman untuk memantau protokol kesehatan pada layanan angkutan umum massal perkotaan di wilayah Jabodetabek.

“Pembatasan kapasitas tersebut otomatis akan berdampak pada penurunan jumlah

penumpang, namun kami berharap kepercayaan masyarakat terhadap layanan angkutan

umum massal tetap terjaga,” ujar Polana di sela-sela Webinar “Bermobilitas Harian Dengan

Transportasi Publik, Siapa Takut?” di Jakarta (1/4). Hadir juga dalam Webinar tersebut Artis

dan Pegiat Lingkungan Hidup Nadine Chandrawinata dan Founder & Chairman Junior

Doctor Network Indonesia dr. Andi Khomeini Takdir, SpPD.

Menurut Polana, kesadaran dan kepercayaan masyarakat untuk memilih menggunakan

angkutan umum massal di Jabodetabek tidak cukup hanya dengan pemenuhan sarana dan

prasarana saja. Hal ini karena menggunakan transportasi umum terbentuk dari perilaku yang

dilahirkan melalui kebiasaan yang berawal dari kesadaran. Oleh karena itu, semua upaya

yang bersifat kampanye dan komunikasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat

tentang manfaat angkutan massal harus secara konsisten dilakukan termasuk di masa

pandemi ini.

“BPTJ selalu berusaha memanfaatkan berbagai momentum untuk dapat melakukan

kampanye peningkatan kesadaran penggunaan angkutan umum massal perkotaan dan NMT.

Salah satunya memanfaatkan momentum Hari Kesehatan Internasional yang diperingati

setiap 7 April untuk menyampaikan pentingnya kesadaran penggunaan transportasi publik 

 

dan NMT dalam mendukung terwujudnya kesehatan personal dan kesehatan masyarakat.

Dalam penyampaian pesan BPTJ juga selalu berusaha melibatkan kelembagaan lain karena

isu transportasi perkotaan sebenarnya secara langsung erat kaitannya dengan isu publik

lainnya seperti kesehatan dan lingkungan,” jelas Polana.

Kesehatan Publik

Menurut Polana, penggunaan angkutan umum massal, memiliki manfaat positif yang besar

bagi kepentingan publik secara umum maupun personal. Penggunaan angkutan umum massal

sangat terkait dengan permasalahan kesehatan publik dan kesehatan lingkungan yang harus

menjadi perhatian semua pihak. Selain itu, penggunaan angkutan umum massal harus dilihat

secara utuh prosesnya. Bukan hanya hanya sekadar sudah naik KRL, MRT, LRT atau BRT

seperti Transjakarta, namun di dalamnya terdapat pula non motorized transportation (NMT)

baik tahapan first mile yaitu dari titik awal berangkat menuju angkutan umum massal ataupun

last mile yaitu perpindahan dari angkutan umum massal menuju titik terakhir tujuan dengan

berjalan kaki atau bersepeda. Dengan demikian tujuan dari penggunaan angkutan umum

massal yaitu sustainable transport dapat terpenuhi termasuk dampak kesehatan dan

lingkungannya.

“Jika ini terwujud akan menjadi kontribusi yang luar biasa untuk peningkatan kualitas hidup

masyarakat perkotaan. Pemanfaatan NMT secara langsung mendorong masyarakat untuk

aktif secara fisik dan meninggalkan kendaraan bermotor. Aktivitas fisik (berjalan kaki atau

bersepeda) akan menyehatkan jasmani sehingga kita terhindar dari penyakit non infeksi yang

saat ini di Indonesia jumlah penderitanya terus bertambah akibat masyarakat kurang

bergerak. Selain itu secara empirik terbukti bahwa tingkat polusi di Jabodetabek yang

bersumber dari transportasi cukup parah dan kondisi ini membahayakan kita semua. Untuk

itu, salah satu jalan keluarnya adalah semaksimal mungkin menggunakan angkutan umum

massal dan NMT serta mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” tukas Polana.

Dalam kesempatan ini, Polana juga menyinggung target Rencana Induk Transportasi

Jabodetabek (RITJ) 2029 yang menyebutkan bahwa pada tahun 2029 sebanyak 60%

pergerakan warga di Jabodebatek sudah harus menggunakan angkutan umum massal. Oleh

karena itulah sasaran utama kampanye naik angkutan umum dan NMT menyasar kaum

millenial dan generasi dibawahnya (Generasi Z dan Alpha) karena merekalah nanti yang akan

mendominasi aktivitas kehidupan metropolitan Jabodetabek ini pada tahun 2029.

Sementara itu, dr. Andi Khomeini Takdir, SpPD sebagai salah satu narasumber Webinar

mengatakan kebiasaan naik transportasi umum dan NMT sangat terkait erat dengan kesehatan

badan dan lingkungan. Menggunakan transportasi umum akan berdampak signifikan terhadap

peningkatan kualitas udara sehingga masyarakat terhindar dari gangguan paru-paru. Naik

transportasi umum juga menghindari kita duduk berlama-lama di dalam kendaraan pribadi

yang tidak baik bagi kesehatan dan membuat stress.

“Naik transportasi umum dan NMT membuat tingkat stres rendah dan asam lambung terjaga.

Apalagi, kalau kita memperbanyak jalan kaki atau bersepeda, imunitas kita akan lebih baik.

Untuk itu, upaya menjaga kepercayaan publik terhadap transportasi umum dan NMT harus 

tetap digaungkan walau di masa pandemi agar nanti setelah pandemi menjadi budaya baru.

Untuk mobilitas harian, solusinya adalah transportasi publik,” ujar Andi.

Senada dengan hal tersebut, Nadine Chandrawinata juga menambahkan bahwa transportasi

publik yang ramah lingkungan berdampak besar tidak hanya bagi kesehatan lingkungan tetapi

juga kesehatan jiwa dan raga. “Jika polusi udara berkurang kita semua bisa menikmati udara

bersih. Jika udara bersih maka kegiatan olahraga misalnya berjalan atau bersepeda juga akan

lebih nyaman. Ini baik untuk kesehatan mental, jiwa, dan badan. Sangat banyak hal positif

kalau kita naik transportasi umum termasuk lebih hemat dan efisien,” jelas Nadine. (Agus)

 

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Twitter

Infrastruktur Pondasi Indonesia Maju

Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

"Infrastruktur merupakan pondasi bagi Indonesia untuk mampu berkompetisi dengan negara lain. Indeks daya saing Indonesia masih berada pada posisi di tengah terhadap negara-negara lain. Kita ingin berada pada posisi yang lebih tinggi. Kemudian kita akan masuk ke agenda besar yang kedua, yaitu pembangunan sumber daya manusia dan selanjutnya baru masuk ke agenda besar inovasi dan teknologi," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam diskusi Forum A1 bertajuk "Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur" yang digelar di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

 

 

 

 

 

 

 

Mitra

 

Untuk Pemasangan Iklan, Advertorial atau Press Release hubungi 0878-8989-9469 (SMS) atau 0878-0856-1199 (WA)http://www.jasamarga.com/


Kementerian PU dan Pera


Transportasi

Jaga Kepercayaan Masyarakat, BPTJ Gencarkan Manfaat Besar Transportasi Publik

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA (01/04/2021): Meskipun masa pandemi ini melahirkan berbagai kebijakan pembatasan kapasitas dan penegakkan protokol kesehatan yang ketat di semua jenis angkutan umum massal, tidak menghalangi Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan untuk terus meningkatkan pemahaman publik tentang manfaat besar dari angkutan umum massal. Upaya ini juga diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat

Read more...

Musibah/Bencana

[Update] – Lebih dari 300 Rumah Rusak di Beberapa Wilayah Provinsi Jatim

Gempa dengan magnitudo (M)6,1 berdampak pada kerusakan bangunan rumah di sejumlah wilayah Provinsi Jawa Timur. Data BNPB hari ini, Sabtu (10/4), pukul 20.00 WIB,  lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat. JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  Gempa dengan magnitudo (M)6,1 berdampak pada kerusakan bangunan rumah di sejumlah wilayah Provinsi Jawa Timur. Data BNPB hari ini, Sabtu (10/4), pukul 20.00 WIB,  lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat. 

Read more...

Info Jalan Tol

Tingkatkan Layanan Informasi, Jasa Marga Lakukan Erection Gantry VMS di Km 21 Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Guna meningkatkan layanan informasi kepada pengguna jalan tol, Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division (JTTRD) selaku pengelola  Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek akan melakukan erection gantry Variable Message Sign (VMS) di Km 21+850 Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek.CIBITUNG, JURNAL IBUKOTA: (16/06) – Guna meningkatkan layanan informasi kepada pengguna jalan tol, Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division (JTTRD) selaku pengelola  Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek akan melakukan erection gantry Variable Message Sign (VMS) di Km 21+850 Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Read more...