Muhadjir: Guru yang Berpengalaman Tahu Cara Menghadapi Siswanya

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan terkait kekerasan oleh anak didik dia menghargai guru yang sabar, tapi sabar yang berlebihan tidak baik.BOJONGSARI, DEPOK, JURNAL IBUKOTA: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan terkait kekerasan oleh anak didik dia menghargai guru yang sabar, tapi sabar yang berlebihan tidak baik.

 

 

"Segala sesuatu yang berlebihan tidak bagus," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy ketika menutup Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) di Pusdiklat Kemendikbud, Bojongsari, Depok, Rabu (13/2).

 

Menurut Muhadjir, ibarat beramal baju ke orang yang memerlukan adalah hal yang baik. 

 

"Kalau kita beramal dengan menyerahkan semua baju kita, sehingga tidak punya baju kan tidak baik," katanya.

 

Menurut dia, Tuhan tidak menyukai segala sesuatu yang berlebihan.

 

Muhadjir mengatakan akan memberi program pelatihan paedagogi kepada para guru, sehingga para Guru tersebut bisa berwibawa menghadapi muridnya.

 

"Berwibawa tidak harus galak. Guru berwibawa harus disegani, bukan ditakuti," katanya.

 

Menurut dia, guru yang berpengalaman tahu bagaimana caranya supaya menjadi berwibawa di hadapan muridnya.

 

"Kalau cara pembinaan oleh guru dilakukan secara benar, bukan tidak mungkin siswa yang hiperaktif bisa digali potensinya sehingga menjadi siswa berprestasi," ujarnya. (Ags)

 

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Twitter