yt-banner1
yt-banner2

Koperasi dan UKM

Kemenkop dan UKM Rumuskan Formula Tepat Sistem Pelayanan Publik

BOGOR, JURNAL IBUKOTA: UMKM harus naik kelas. Begitu arahan Presiden Joko Widodo kepada Teten Masduki saat diamanatkan menjabat Menteri Koperasi dan UKM. Arahan ini sebenarnya sudah disampaikan pada periode sebelumnya, namun kembali diingatkan karena situasi perekonomian global diprediksi akan mengalami ketidakstabilan. Maka penguatan untuk UMKM dan UMKM harus naik kelas menjadi begitu penting.

Read more...

Konstruksi & Infrastruktur

Menteri Basuki Beri Beasiswa Atlet Dayung Indonesia Berprestasi di Ajang Sea Games 2019

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Memasuki penutupan Sea Games ke-30 tahun 2019 di Filipina Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku Ketua Umum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Basuki Hadimuljono mengapresiasi prestasi kontingen dayung Indonesia yang telah sukses meraih 10 medali emas dari total 72 medali emas yang dicapai hingga saat ini.

Read more...

Waspadai Microsleep dalam Berkendara Saat Mudik Lebaran

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Sekadar mengingatkan bagi rekan-rekan yang akan mudik saat Lebaran nanti dengan berkendaraan sendiri.

 

 

"MICROSLEEP"

 

Pernah kah anda mengalami situasi di mana anda sedang berkendara tiba-tiba terlelap?

Hanya seketika. Hanya beberapa detik.

 

Truk yang pada mulanya masih jauh jaraknya tiba-tiba berada di depan mata.

 

MICROSLEEP adalah keadaan di mana badan 'tidur' sesaat. Segala input dari indera penglihatan dan pendengaran tidak dapat diproses otak. Durasi microsleep adalah antara 1 hingga 30 detik. Hal ini bisa terjadi walaupun mata masih terbuka. Seperti sebuah komputer, otak telah "shut down".

 

Pada kecepatan 70km/j, microsleep selama 3 detik menyebabkan kenderaan menyusur tanpa kendali sejauh 200 meter. Dalam jarak 200 meter, nyawa bisa melayang dalam sekejap mata. Bayangkan apa yang terjadi apabila kenderaan berada pada kecepatan 100 km/j.

 

Seringkali pengemudi menganggap dia kebal.

"Kecelakaan hanya terjadi kepada orang lain. Aku pandai bawa mobil dan Kondisi mobil pun bagus."

 

Keinginan untuk bersama keluarga tersayang yang terpisah buat sekian lama dijadikan motivasi untuk terus berkendara walaupun sudah terlalu mengantuk.

 

Ada juga yang berpendapat jika kenderaan dipacu kencang, akan mengantuk akan berkurang, akibat ada hormon 'adrenaline' yang meningkatkan upaya 'fight or flight'. (Fight or flight adalah sitiuasi di mana badan bersedia untuk menghadapi keadaan yang membahayakan diri: lawan atau lari ). Adapula sebagian orang berpendapat jalan yang berliku seperti kelok 44 dianggap bisa menghilangkan rasa kantuk karena pengendara lebih fokus pada belokannya.

 

Dua fakta di atas hanya mengundang bahaya. 

 

Kesan 'fight or flight' hanya seketika saja. Sistem badan akan 'burn out' dan akhirnya bisa menyebabkan microsleep yang lebih lama.

 

Jadi, apa yang harus dilakukan?

 

???? BERHENTI.

???? PARKIR MOBIL DI TEMPAT YANG AMAN

????TIDUR.

 

Tak perlu tidur lama. Lima menit cukup.

Ulang setiap kali anda mulai merasa mengantuk. Berhenti beristirahat setiap dua jam untuk berkendara jarak jauh.

 

Untuk penumpang yang duduk di samping Pak Sopir,  jadilah co-driver yang baik.  Coba lakukan beberapa hal ini:

1. Ajak pengendara berbincang, untuk mengurangi rasa bosan.

2. Perhatikan cara berkendara. Jika sudah mulai tidak mengikuti lajur, tegur atau ingatkan Pak Sopir.

3. Sekali-sekali lihat instrumen di dashboard,  Apakah berkendara terlalu cepat? Apakah ada lampu - lampu peringatan yang menyala? Jika ada, tegur.

 

Berhati-hati di jalan raya

 

Jangan jadikan diri dan keluarga anda bagian dari statistik kecelakaan.

 

#safety first#

 

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Twitter

Infrastruktur Pondasi Indonesia Maju

Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

"Infrastruktur merupakan pondasi bagi Indonesia untuk mampu berkompetisi dengan negara lain. Indeks daya saing Indonesia masih berada pada posisi di tengah terhadap negara-negara lain. Kita ingin berada pada posisi yang lebih tinggi. Kemudian kita akan masuk ke agenda besar yang kedua, yaitu pembangunan sumber daya manusia dan selanjutnya baru masuk ke agenda besar inovasi dan teknologi," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam diskusi Forum A1 bertajuk "Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur" yang digelar di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

 

 

 

 

 

 

 

Mitra

 

Untuk Pemasangan Iklan, Advertorial atau Press Release hubungi 0878-8989-9469 (SMS) atau 0878-0856-1199 (WA)http://www.jasamarga.com/


Kementerian PU dan Pera


Transportasi

ASTRA Tol Tangerang-Merak Siap Hadapi Libur Nataru

TANGERANG, JURNAL IBUKOTA: ASTRA Tol Tangerang-Merak mengoptimalkan layanan jalan tol menghadapi Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (NATARU) yang terdiri atas layanan operasional, infrastruktur, pendukung dan informasi.

Read more...

Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Libatkan Lebih dari 8.500 Mahasiswa Kelola Sampah Plastik, Sinergi Jasa Marga – UI Catat Rekor MURI

Untuk mengimbangi proses bisnis jalan tol yang memiliki citra yang bertolak belakang dengan pelestarian alam, Jasa Marga berkomitmen untuk mengangkat program-program kepedulian terhadap lingkungan dan alam sekitar.DEPOK, JURNAL IBUKOTA: Untuk mengimbangi proses bisnis jalan tol yang memiliki citra yang bertolak belakang dengan pelestarian alam, Jasa Marga berkomitmen untuk mengangkat program-program kepedulian terhadap lingkungan dan alam sekitar.

Read more...

Info Jalan Tol

Menteri Basuki : Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Siap Diresmikan

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan Jalan Tol Layang Jakarta – Cikampek (Japek) sepanjang 36,4 Km akan siap diresmikan untuk dibuka mendukung Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Saat ini pekerjaan yang tersisa menurut Menteri Basuki hanya tinggal tahap finishing menghaluskan bagian sambungan jembatan (expansion joint) dan melengkapi rambu/marka jalan. JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan Jalan Tol Layang Jakarta – Cikampek (Japek) sepanjang 36,4 Km akan siap diresmikan untuk dibuka mendukung Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Saat ini pekerjaan yang tersisa menurut Menteri Basuki hanya tinggal tahap finishing menghaluskan bagian sambungan jembatan (expansion joint) dan melengkapi rambu/marka jalan. 

Read more...