yt-banner1
yt-banner2

Koperasi dan UKM

Menparekraf: Pergerakan Winus Jadi Andalan Pemulihan Sektor Pariwisata Nasional

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:, 20 Januari 2022 -- Pandemi Covid 19 sejak awal tahun 2020 telah mengakibatkan menurunnya kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman). Hingga akhir tahun 2021 kunjungan Wisman hanya mencapai 1.58 juta orang atau turun 60,98 % dibanding tahun 2020. Wisatawan nusantara (Wisnus) pun menjadi harapan sekaligus roda penggerak pariwisata Indonesia di masa pandemi.

Read more...

Konstruksi & Infrastruktur

Ditandai Peletakan Batu Pertama, Revitalisasi Pasar Mardika Ambon Dimulai

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya merevitalisasi Pasar Mardika guna menunjang kegiatan perekonomian masyarakat Ambon. Dimulainya revitalisasi tersebut ditandai dengan kegiatan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Kamis (27/1/2022) di Kota Ambon, Provinsi Maluku. 

Read more...

Resmikan Kantin Layang (Kalayang) PUPR Bersama Menteri Koperasi dan UKM, Menteri PUPR Tegaskan Kementerian PUPR Angkat Kesejahteraan UMKM Pedagang Kaki Lima

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki pada Selasa (11/1/2022) meresmikan digunakannya Kantin Higienis di lingkungan Kantor Kementerian PUPR dengan nama Kalayang PUPR. Bangunan kantin yang sebelumnya berbentuk kios-kios pedagang kaki lima (PKL) yang terletak di pinggir Jalan Raden Patah tersebut, konstruksinya dinaikkan di atas jalur pedestrian agar fungsi jalur pejalan kaki dapat dipergunakan kembali sebagaimana mestinya. Oleh karenanya kantin ini dinamakan Kantin Layang (Kalayang) PUPR.JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki pada Selasa (11/1/2022) meresmikan digunakannya Kantin Higienis di lingkungan Kantor Kementerian PUPR dengan nama Kalayang PUPR. Bangunan kantin yang sebelumnya berbentuk kios-kios pedagang kaki lima (PKL) yang terletak di pinggir Jalan Raden Patah tersebut, konstruksinya dinaikkan di atas jalur pedestrian agar fungsi jalur pejalan kaki dapat dipergunakan kembali sebagaimana mestinya. Oleh karenanya kantin ini dinamakan Kantin Layang (Kalayang) PUPR.

 

 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, selain untuk memfungsikan kembali jalur pejalan kaki, juga bertujuan untuk mensejahterakan para PKL,”Penataan Kantin Layang PUPR ini tidak hanya meningkatkan estetika, kenyamanan dan kebersihan kawasan kuliner, namun juga dapat meningkatkan pendapatan para PKL yang termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengeh (UMKM). 

 

“Dengan adanya penataan kios PKL ini diharapkan para pedagang tersebut dapat meningkatkan kualitas makanan dan juga lingkungannya. Kurang puas hati saya kalau melihat PKL yang tidak higienis di sekitar kantor PUPR yang luas ini.Oleh karena itu kantin ini saya lengkapi juga dengan air mengalir untuk cuci piring," tambah Menteri Basuki.

 

Menteri Basuki sempat menceritakan pengalamannya ketika semasa berkuliah terserang penyakit karena perangkat makanan di kantin yang kurang higienis.“Saya ingin Kantin Kalayang ini mengedepankan kebersihan, kesehatan, kenyamanan, keamanan, dan kemudahan bagi para pedagang maupun pembelinya yang mayoritas adalah pegawai Kementerian PUPR,” kata Menteri Basuki.

 

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Kementerian PUPR yang telah membangun Kantin Layang PUPR ini. “Ini biasa menjadi contoh bagi kantor instansi lainnya. Ironi memang, apabila di sekitar pekantoran PKL sebagai tempat makan para pegawainnya kurang terjaga kebersihan dan kesehatannya,” terang Menteri Teten Masduki.

 

“PKL itu jangan diusir, akan tetapi dirangkul, diberdayakan dan diberi tempat yang layak. Inilah yang dilakukan oleh Kementerian PUPR. Menata PKL di lingkungan kantornya sehingga lebih bersih, lebih tertata rapih dan dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap,” tambah Menteri Teten Masduki 

 

Kalayang PUPR dibangun sejak 12 Oktober 2020 hingga 23 Juni 2021 oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR dengan anggaran senilai Rp24,4 miliar. Kontraktor pelaksana PT Ganiko Adiperkasa, dengan konsultan supervisi PT Sava Bintang Padang. 

 

Lingkup pekerjaan penataan kantin ini meliputi pekerjaan fondasi bore pile, pekerjaan struktur bawah, pekerjaan struktur atas, pekerjaan arsitektur dan pekerjaan mekanikal, elektrikal, plumbing (MEP).

 

Kantin dengan luas 1.512,35 m2 ini terbagi menjadi tiga kawasan. Kawasan utara dimulai dari Gerbang Bina Marga sampai Gerbang Raden Patah dengan panjang 121,1 meter, jembatan 44,5 meter dan kawasan selatan dimulai dari Gerbang Raden Patah sampai Gerbang Sumber Daya Air sepanjang 146,63 meter. 

 

Kalayang PUPR saat ini memiliki 69 tenant yaitu dari sisi utara 28 tenant dengan 33 meja dan kursi. Sedangkan sisi selatan sebanyak 41 tenant. 47 Meja dan 94 Kursi. Kapasitas normal kalayang dapat menampung sebanyak 480 pengunjung. Pada setiap modul bangunan Kantin Layang PUPR, difasilitasi wastafel cuci tangan sebanyak 8 buah dan 4 ruang toilet yang masing-masing ruangnya berisi 2 urinoar dan 3 ruang cubical dengan closet duduk.

 

Hadir pada kesempatan tersebut Inspektur Jenderal Kementerian PUPR T.Iskandar, Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko, Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian, Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti, Direktur Jenderal Perumahan Iwan Suprijanto, Direktur Jenderal Bina Konstruksi Yudha Mediawan, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Asep Arofah Permana, Direktur Bina Penataan Bangunan Boby Ali Azhari, dan Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin.(*)

 

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Twitter

Infrastruktur Pondasi Indonesia Maju

Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

"Infrastruktur merupakan pondasi bagi Indonesia untuk mampu berkompetisi dengan negara lain. Indeks daya saing Indonesia masih berada pada posisi di tengah terhadap negara-negara lain. Kita ingin berada pada posisi yang lebih tinggi. Kemudian kita akan masuk ke agenda besar yang kedua, yaitu pembangunan sumber daya manusia dan selanjutnya baru masuk ke agenda besar inovasi dan teknologi," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam diskusi Forum A1 bertajuk "Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur" yang digelar di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

 

 

 

 

 

 

 

Mitra

 

Untuk Pemasangan Iklan, Advertorial atau Press Release hubungi 0878-8989-9469 (SMS) atau 0878-0856-1199 (WA)http://www.jasamarga.com/


Kementerian PU dan Pera


Musibah/Bencana

[Update] – Lebih dari 300 Rumah Rusak di Beberapa Wilayah Provinsi Jatim

Gempa dengan magnitudo (M)6,1 berdampak pada kerusakan bangunan rumah di sejumlah wilayah Provinsi Jawa Timur. Data BNPB hari ini, Sabtu (10/4), pukul 20.00 WIB,  lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat. JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  Gempa dengan magnitudo (M)6,1 berdampak pada kerusakan bangunan rumah di sejumlah wilayah Provinsi Jawa Timur. Data BNPB hari ini, Sabtu (10/4), pukul 20.00 WIB,  lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat. 

Read more...

Info Jalan Tol

Konstruksi Rampung, Jasa Marga Targetkan Uji Laik Fungsi Jalan Tol Serpong Cinere Ruas Pamulang-Cinere pada Triwulan I 2022

PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Cinere Serpong Jaya (CSJ) selaku pengelola Jalan Tol Serpong-Cinere telah merampungkan konstruksi Seksi II Ruas Pamulang-Cinere sepanjang 3,64 Km. Selanjutnya, PT CSJ menargetkan untuk memasuki tahap Uji Laik Fungsi (ULF) yang ditargetkan dapat dilaksanakan pada Triwulan I Tahun 2022.PAMULANG, JURNAL IBUKOTA: (27/01) -- PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Cinere Serpong Jaya (CSJ) selaku pengelola Jalan Tol Serpong-Cinere telah merampungkan konstruksi Seksi II Ruas Pamulang-Cinere sepanjang 3,64 Km. Selanjutnya, PT CSJ menargetkan untuk memasuki tahap Uji Laik Fungsi (ULF) yang ditargetkan dapat dilaksanakan pada Triwulan I Tahun 2022.

Read more...