yt-banner1
yt-banner2

Koperasi dan UKM

Menkop UKM Kunjungi Pasar Beringharjo Pastikan Program PEN Tepat Sasaran

YOGYAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Dampak dari wabah Covid-19 memang begitu dahsyat menerpa para pelaku usaha. Tak terkecuali, bagi para pedagang Pasar Beringharjo Yogyakarta. "Omzet penjualan saya drop hingga 80%. Sekarang sudah ada peningkatan, tapi baru 20% saja, belum menutupi biaya produksi," ucap pedagang bernama Istinah yang sudah berdagang di sana selama 11 tahun.

Read more...

Konstruksi & Infrastruktur

Rencana Pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi Akan Dukung Pengembangan Wilayah di Bali

MENGWI, JURNAL IBUKOTA: Sebagai bentuk dukungan pengembangan pariwisata di Bali, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan konektivitas antar wilayah di Bali, baik melalui pembangunan jalan nasional dan jalan tol, salah satunya adalah rencana pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi dengan total panjang sekitar 95 km. 

Read more...

Tingkatkan Layanan Sanitasi, Kementerian PUPR Bangun Pengolahan Limbah Tinja di 9 Kabupaten/Kota di Jawa Timur

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan layanan sanitasi sebagai salah satu pelayanan dasar kepada masyarakat dalam meningkatkan kualitas lingkungan yang bersih. Di Provinsi Jawa Timur, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya membangun Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) untuk mengurangi pencemaran dari limbah tinja sekaligus mewujudkan lingkungan kota/kabupaten yang bersih, sehat, dan nyaman saat menjalani tatanan kenormalan baru (new normal).JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan layanan sanitasi sebagai salah satu pelayanan dasar kepada masyarakat dalam meningkatkan kualitas lingkungan yang bersih. Di Provinsi Jawa Timur, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya membangun Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) untuk mengurangi pencemaran dari limbah tinja sekaligus mewujudkan lingkungan kota/kabupaten yang bersih, sehat, dan nyaman saat menjalani tatanan kenormalan baru (new normal).

 

 

“Dengan adanya fasilitas ini, limbah tinja yang dibawa truk tinja secara periodik akan diolah di IPLT ini. Hasil pengolahannya aman dibuang ke saluran air dan diharapkan bisa mengurangi pencemaran air dan tanah dari bakteri ecoli,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

 

Sistem pengelolaan limbah tinja di Jawa Timur dibangun di 9 kabupaten/kota yang seluruhnya selesai pada 2019. Secara keseluruhan IPLT tersebut telah memberikan manfaat layanan sanitasi bagi 233.239 KK di  Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Tulungangung, Kota Blitar, Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Lamongan.

 

Pembangunan masing-masing IPLT  rata-rata meliputi pengerjaan Solid Separation Chamber (SSC), bangunan Anaerobic Baffled Reactor (ABR), bangunan Drying Area (DA), Sludge Drying Bed (SDB), kolam fakultatif, kolam Maturasi, kolam wetland serta fasilitas penunjang lainnya seperti gudang kompos, kantor pengelola, perbaikan jalan akses, penerangan jalan, tembok pagar, dinding penahan, dan pos jaga. 

 

Di Kabupaten Ponorogo, sarana dan prasarana sanitasi dibangun melalui dana APBN sebesar Rp 4,2 miliar dengan kapasitas pengelolaan sebesar 25 m3 per hari. Lokasi IPLT sendiri dibangun di area yang jauh dari permukiman warga di Desa Mrican Kecamatan Siman sehingga diharapkan masyarakat tidak terdampak polusi udara.

 

IPLT di Kabupaten Tulungagung dibangun dengan biaya Rp 3,5 miliar untuk menampung limbah tinja sebanyak 25 m3 per hari. Infrastruktur sanitasi ini telah melayani 20.000 KK dari 6  kecamatan diantaranya  Boyolangu, Kauman, Sumbergempol, Tulungagung, dan Besuki. 

 

IPLT Kota Blitar dibangun dengan biaya Rp 4,3 miliar melayani 40.900 KK dengan kapasitas pengolahan 25 m3 per hari. Selanjutnya IPLT di Kota Batu dibangun dengan biaya Rp 8,2 miliar dan telah memberi manfaat sanitasi bagi 18.000 KK sekaligus mendukung layanan sanitasi di wilayah Batu yang merupakan salah satu kota pariwisata di Jawa Timur. 

 

Kemudian IPLT di Kota Malang dibangun pada tahun 2018 dengan biaya Rp 12,6 miliar. Di Kota Malang sendiri sebelumnya sudah ada sarana dan prasarana pengolahan limbah tinja, namun kebutuhannya dinilai kurang untuk melayani masyarakat Kota Malang yang berjumlah sebanyak 895.387 jiwa pada 2017. Dengan selesainya IPLT berkapasitas 45 m3 per hari menambah layanan bagi 17.414 KK yang tersebar di Kecamatan Kedungkandang, Sukun, Klojen, Dau, dan Arjosari. 

 

IPLT lain yang dibangun di Jawa Timur berada di Kabupaten Lumajang berkapasitas 25 m3 per hari dengan biaya Rp 5,2 miliar untuk melayani 20.000 KK di 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Lumajang, Tempeh,  Sukodono, dan Sumbersuko. IPLT  Seboro di  Kabupaten Probolinggo berkapasitas 25 m3 per hari untuk melayani 20.900 KK dengan biaya pembangunan sebesar Rp 5,2 miliar. 

 

Lalu IPLT Kabupaten Madiun yang berada di Desa Mejayan yang dapat melayani 20.000 KK. Pengolahan limbah tinja ini dibangun dengan kapasitas 25 m3 per hari dengan biaya Rp 5,2 miliar. Terakhir IPLT Kabupaten Lamongan berkapasitas 25 m3 per hari dengan biaya pembangunan sebesar Rp 4,3 miliar. Sarana dan prasarana sanitasi ini melayani limbah dari 20.000 KK warga di Kecamatan Lamongan, Deket, Turi, Tikung, dan Sarirejo. (*)

 

 

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Twitter

Infrastruktur Pondasi Indonesia Maju

Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

"Infrastruktur merupakan pondasi bagi Indonesia untuk mampu berkompetisi dengan negara lain. Indeks daya saing Indonesia masih berada pada posisi di tengah terhadap negara-negara lain. Kita ingin berada pada posisi yang lebih tinggi. Kemudian kita akan masuk ke agenda besar yang kedua, yaitu pembangunan sumber daya manusia dan selanjutnya baru masuk ke agenda besar inovasi dan teknologi," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam diskusi Forum A1 bertajuk "Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur" yang digelar di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

 

 

 

 

 

 

 

Mitra

 

Untuk Pemasangan Iklan, Advertorial atau Press Release hubungi 0878-8989-9469 (SMS) atau 0878-0856-1199 (WA)http://www.jasamarga.com/


Kementerian PU dan Pera


Transportasi

Arus Balik, Posko Penyekatan Kendaraan di Km 30 Gerbang Tol Cikupa arah Jakarta Mulai Dioperasionalkan

TANGERANG, JURNAL IBUKOTA (27/5): Memasuki arus balik pasca Idul Fitri 1441 H, Kepolisian Daerah Metro Jaya memberlakukan pengendalian transportasi melalui titik penyekatan kendaraan dari arah Merak menuju Jakarta di Km 30 Gerbang Tol Cikupa. 

Read more...

Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Info Jalan Tol

Pembebasan Lahan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Seksi 1 Capai 18,76%

Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 171,516 Km yang dikelola oleh PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB), kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk, saat ini tengah memasuki tahap pembebasan lahan untuk Seksi 1 Probolinggo-Besuki.PROBOLINGGO, JURNAL IBUKOTA (08/08)- Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 171,516 Km yang dikelola oleh PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB), kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk, saat ini tengah memasuki tahap pembebasan lahan untuk Seksi 1 Probolinggo-Besuki.

Read more...