yt-banner1
yt-banner2

Konstruksi & Infrastruktur

Hingga 27 Maret 2020, Belanja Infrastruktur Kementerian PUPR Sebesar Rp 9,13 Triliun

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Memasuki akhir Maret Tahun Anggaran 2019, penyerapan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga 27 Maret 2020 sebesar 7,42% atau senilai Rp 9,13 triliun dari total anggaran tahun 2020 sebesar Rp 123,17 triliun. 

Read more...

Presiden Joko Widodo: RS Darurat Penanganan COVID -19 Telah Siap Digunakan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau langsung kesiapan Rumah Sakit (RS) Darurat Penanganan  COVID-19 berikut fasilitasnya di Wisma Atlet Kemayoran. Sebelumnya gedung yang dipakai untuk akomodasi atlet dan kontingen Asian Games 2018 lalu.JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau langsung kesiapan Rumah Sakit (RS) Darurat Penanganan  COVID-19 berikut fasilitasnya di Wisma Atlet Kemayoran. Sebelumnya gedung yang dipakai untuk akomodasi atlet dan kontingen Asian Games 2018 lalu.

 

 

Presiden Jokowi tiba di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (23/3/2020) pukul 09.00 WIB. Presiden Jokowi tampak mengenakan kemeja putih dan masker bedah dan sarung tangan latex. Turut mendampingi Presiden Jokowi antara lain Menteri BUMN Erick Thohir dan Kepala BNPB/Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo.

 

"Baru saja tadi saya mengecek kesiapan wisma atlet ini yang akan kita gunakan untuk persiapan penanganan virus COVID-19," katanya.            

 

Presiden Jokowi menyampaikan, kapasitas yang mungkin ditampung dalam Wisma Atlet Kemayoran tersebut memiliki kapasitas 24.000 orang yang saat ini telah disiapkan adalah untuk 3.000 pasien." terangnya.

 

Menurut Presiden, ruangan-ruangan di rumah sakit darurat tersebut telah ditata dengan manajemen yang baik antara ruangan pasien, dokter, serta tim paramedis," saya juga melihat sarana dan prasarana telah siap baik untuk ruangan penanganan pasien, baik ventilator, APD sudah siap" tutur Presiden.

 

"Sehingga kita harapkan nanti sore rumah sakit darurat corona ini sudah bisa dipakai," tambahnya.

 

Presiden menambahkan, pasien yang dirawat di RS Darurat ini adalah mereka dengan gejala menderita COVID -19 ringan hingga sedang. Para pasien yang datang juga harus mendapat rujukan dari Rumah Sakit yang ditunjuk pemerintah untukmenangani COVID-19.

 

 

Sementara Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid telah memastikan Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, siap dijadikan tempat perawatan pasien yang terjangkit virus corona atau Covid-19.

 

"Kalau fisiknya insyaAllah sudah selesai, tinggal pembersihan dan sebagian instalasi dan alat-medis, serta ruang pendukung seperti akses gudang yang perlu dirapihkan sedikit," paparnya.

 

“Untuk Ruang ICU, IGD serta ruang inap juga sudah siap, tinggal alat – alat medis SDM seperti dokter, perawat dan lainnya yang akan dilengkapi sore ini," ungkapnya.

 

Dari 10 tower yang ada di Wisma Atlet Kemayoran, Kementerian PUPR menyiapkan 4 tower untuk digunakan sebagai RS Darurat yakni tower 1, 3, 6 dan 7 yang semuanya berada di Blok D10. Tower 6 secara utuh mulai lantai 1 hingga 24 akan digunakan sebagai ruang rawat inap pasien. Kapasitas yang tersedia adalah 650 unit dan dapat menampung 1.750 orang. Satu kamar diperkirakan dapat menampung dua hingga tiga orang pasien.

 

Adapun tower 7 akan dibagi menjadi beberapa fungsi. Pada lantai 1 akan digunakan sebagai IGD, lantai 2 untuk ICU, lantai 3 untuk ruang refreshing. Sedangkan lantai 4 - 24 akan digunakan sebagai ruang rawat inap pasien. Kapasitas di tower 7 adalah 886 unit dengan kapasitas ruang rawat maksimum adalah 2.458 pasien.

 

Untuk dokter dan petugas medis akan menggunakan Tower 1 lantai 1 - 24 dengan kapasitas 650 unit dan dapat menampung maksimum 1.750 orang. Sedangkan Tower 3 lantai 1 - 24 direncanakan untuk Posko Gugus Tugas Penanganan COVID-19. Jumlah unit yang tersedia sebanyak 650 unit dan dapat menampung maksimal 1.750 orang.

 

Turut mendampingi pada kesempatan tersebut Direktur Rumah Susun M. Hidayat (*)

 

 

 

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Twitter

Infrastruktur Pondasi Indonesia Maju

Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

"Infrastruktur merupakan pondasi bagi Indonesia untuk mampu berkompetisi dengan negara lain. Indeks daya saing Indonesia masih berada pada posisi di tengah terhadap negara-negara lain. Kita ingin berada pada posisi yang lebih tinggi. Kemudian kita akan masuk ke agenda besar yang kedua, yaitu pembangunan sumber daya manusia dan selanjutnya baru masuk ke agenda besar inovasi dan teknologi," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam diskusi Forum A1 bertajuk "Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur" yang digelar di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

 

 

 

 

 

 

 

Mitra

 

Untuk Pemasangan Iklan, Advertorial atau Press Release hubungi 0878-8989-9469 (SMS) atau 0878-0856-1199 (WA)http://www.jasamarga.com/


Kementerian PU dan Pera