yt-banner1
yt-banner2

Antisipasi Terulangnya Banjir, Kementerian PUPR Akan Normalisasi Kali Babakan Brebes

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian PUPR akan melakukan normalisasi dengan pengerukan dan pelebaran alur Kali Babakan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah sepanjang empat kilometer (km). Hal tersebut untuk mengantisipasi terulangnya banjir bandang akibat curah hujan tinggi yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah pada Rabu (8/1/2020) kemarin. BREBES, JURNAL IBUKOTA: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian PUPR akan melakukan normalisasi dengan pengerukan dan pelebaran alur Kali Babakan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah sepanjang empat kilometer (km). Hal tersebut untuk mengantisipasi terulangnya banjir bandang akibat curah hujan tinggi yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah pada Rabu (8/1/2020) kemarin. 

 

 

"Di lokasi ini banjir disebabkan ada 2 tanggul yang jebol di Cikeusal dan Cisolor. Kita akan kerjakan cepat sore ini akan mulai dengan mendatangkan alat berat untuk pengerukan dan juga dilebarkan sungainya. Untuk material dari pengerukannya akan dipadatkan untuk menjadi tanggul. Kita akan kerjakan lebih baik," kata Menteri Basuki saat meninjau lokasi banjir yang telah surut di Jembatan Kali Babakan, Brebes, Minggu (12/1/2020).

 

Dikatakan Menteri Basuki, untuk bantuan penanganan dalam kondisi darurat, telah menunjuk PT Wijaya Karya (Persero) untuk melakukan pengerukan dan pelebaran Kali Babakan, sehingga proses dan penyelesaian bisa lebih baik. "Saya minta dalam seminggu atau paling lama 10 hari, pengerukan kali sepanjang empat km dari Desa Cikeusal sampai Desa Ketanggungan sudah selesai," tuturnya.

 

Terkait perkiraan biaya penanganan darurat, Menteri Basuki menyatakan perhitungannya akan dilakukan setelah pekerjaan selesai. "Karena ini penunjukan langsung darurat, akan dikerjakan dulu dengan administrasi yang tertib dan nanti direview oleh BPKP, baru kemudian dibayar," terangnya. 

 

Menteri Basuki mengatakan, Kementerian PUPR terus melakukan upaya penanganan cepat seperti yang dilakukan di daerah terdampak bencana lain. Misalnya di Lebak, Bekasi, Bogor, Brebes hingga Indramayu.

 

"Jadi sama seperti daerah lain di Lebak, Bogor, Grobogan, dan juga Brebes, saya akan terus memantau hingga Indramayu. Ini harus saya tangani, karena sesuai prediksi BMKG,  puncaknya (hujan) akan jatuh di bulan Februari nanti," tutur Basuki.

 

Selain penanganan darurat pasca bencana banjir di sejumlah daerah, Menteri Basuki mengatakan Kementerian PUPR melalui Balai/Balai Besar Wilayah Sungai di seluruh Indonesia akan terus melakukan pengecekan  sepanjang aliran sungai (walkthrough). "Kami akan melakukan pengecekan di semua tanggul yang ada di daerah, terutama tanggul yang kritis, bukan yang ada di sini saja,  sebagai upaya antisipasi curah hujan tinggi," ucapnya.

 

Banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, akibat jebolnya tanggul Kali Babakan, sehingga merendam 900an rumah warga di Kecamatan Ketanggungan dan jalur alternatif Pejagan-Purwokerto. Banjir tersebut mengenai beberapa desa Kecamatan Ketanggungan seperti Cikeusal Lor, Cikeusal Kidul, dan Pamedaran. 

 

Turut hadir dalam tinjauan tersebut Direktur Sungai dan Pantai Ditjen SDA Kementerian PUPR Jarot Widyoko, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung Ditjen Sumber Daya Air Happy Mulya, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. (*)

 

 

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Twitter

Infrastruktur Pondasi Indonesia Maju

Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

"Infrastruktur merupakan pondasi bagi Indonesia untuk mampu berkompetisi dengan negara lain. Indeks daya saing Indonesia masih berada pada posisi di tengah terhadap negara-negara lain. Kita ingin berada pada posisi yang lebih tinggi. Kemudian kita akan masuk ke agenda besar yang kedua, yaitu pembangunan sumber daya manusia dan selanjutnya baru masuk ke agenda besar inovasi dan teknologi," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam diskusi Forum A1 bertajuk "Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur" yang digelar di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

 

 

 

 

 

 

 

Transportasi

ASTRA Tol Tangerang-Merak Siap Hadapi Libur Nataru

TANGERANG, JURNAL IBUKOTA: ASTRA Tol Tangerang-Merak mengoptimalkan layanan jalan tol menghadapi Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (NATARU) yang terdiri atas layanan operasional, infrastruktur, pendukung dan informasi.

Read more...

Info Jalan Tol

STNK Dicek oleh CSS, PT JSM Memohon Maaf Kepada Pengguna Jalan Atas Ketidaksesuaian Prosedur

Menanggapi pemberitaan mengenai penahanan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) oleh Customer Service Supervisor (CSS), PT Jasamarga Surabaya Mojokerto (JSM) mengkonfirmasi bahwa kejadian tersebut terjadi di Gerbang Tol (GT) Warugunung arah Surabaya Jalan Tol Surabaya-Mojokerto pada Sabtu (18/01) pukul 20.44 WIB.SURABAYA, JURNAL IBUKOTA: (22/01) Menanggapi pemberitaan mengenai penahanan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) oleh Customer Service Supervisor (CSS), PT Jasamarga Surabaya Mojokerto (JSM) mengkonfirmasi bahwa kejadian tersebut terjadi di Gerbang Tol (GT) Warugunung arah Surabaya Jalan Tol Surabaya-Mojokerto pada Sabtu (18/01) pukul 20.44 WIB.

Read more...