yt-banner1
yt-banner2

Koperasi dan UKM

Bantuan Produktif Usaha Mikro Rp2,4 juta Mulai Dicairkan 17 Agustus 2020

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Program bantuan produktif untuk usaha mikro yang diberikan sebesar Rp2,4 juta kepada pelaku usaha mikro disebut siap disalurkan mulai 17 Agustus 2020.

Read more...

Konstruksi & Infrastruktur

Penuhi Kebutuhan Hunian, Kementerian PUPR Dorong Generasi Milenial Tinggal di Hunian Vertikal

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya untuk menyediakan rumah sebagai kebutuhan pokok, di samping sandang dan pangan, bagi masyarakat Indonesia melalui Program Satu Juta Rumah (PSR). 

Read more...

Kementerian PUPR Ekspor Perdana Alat Pengukur Kekuatan Jalan (APKJ) Hasil Inovasi Balitbang ke Timor Leste

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang telah mengembangkan alat pengujian bernama APKJ (Alat Pengukur Kekuatan Jalan) yang di dunia internasional disebut dengan nama FWD (Falling Weight Deflectometer). Teknologi APKJ telah diinisiasi sejak tahun 2008 dengan melakukan penelitian prototipe APKJ untuk mendapatkan rangka alat dan sistem pembebanan. JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang telah mengembangkan alat pengujian bernama APKJ (Alat Pengukur Kekuatan Jalan) yang di dunia internasional disebut dengan nama FWD (Falling Weight Deflectometer). Teknologi APKJ telah diinisiasi sejak tahun 2008 dengan melakukan penelitian prototipe APKJ untuk mendapatkan rangka alat dan sistem pembebanan. 

 

 

Alat pengujian bernama APKJ tersebut pada hari ini (Selasa, 10 Desember 2019) diekspor  ke Ministerio das Obras Públicas, Transporte e Comunicações (Ministry of Public Works, Transportand Communication) Republik Demokratik Timor Leste yang merupakan bukti kepercayaan atas keandalan produk nasional yang dihasilkan oleh Pusjatan bekerjasama dengan PT. Panairsan Pratama.

 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan,produk-produk lokal bisa membanjiri pasar dalam negeri dan digunakan secara maksimal oleh para pelaku konstruksi Tanah Air. “Kita ini memiliki 48 ribu kilometer jalan nasional, sehingga pasti butuh alat ini banyak. Dengan jumlah balai yang tersebar di 34 Provinsi, satu balai pasti butuh lebih dari satu. Jadi kalau kita bisa pakai sendiri ya lebih bagus," ujar Menteri Basuki.

 

Untuk saat ini menurut Menteri Basuki, APKJ buatan lokal baru digunakan di beberapa balai besar/balai pelaksana jalan nasional atau di Dinas PU/Bina Marga Provinsi  setempat seperti Palembang, Semarang, Makassar, Manado, Mataram dan Balikpapan. 

 

Menteri Basuki akan mewajibkan penggunaan produk dalam negeri untuk berbagai kegiatan konstruksi terutama dalam pembangunan infrastruktur. “Seperti aspal karet, itu saya dorong terus. Memang butuh konsistensi kebijakan untuk memanfaatkan produk dalam negeri. Kalau tidak, kita tidak bergerak memanfaatkan kalau sudah diekspor, kita sendiri harus pakai," ucapnya.

 

Dalam laporannya Plt. Kepala Badan Litbang Kementerian PUPR, Lukman Hakim menyampaikan bahwa sejak tahun 2018 Direktorat Jenderal Bina Marga telah menggunakan APKJ untuk survey kondisi struktur perkerasan jalan, khususnya di lingkungan Balai Besar atau Balai Pelaksanaan Jalan Nasional wilayah V Palembang, VII Semarang, XIII Makassar, dan XV Manado. Pada tahun 2019 BPJN IX Mataram dan BPJN XII Balikpapan juga menggunakan APKJ Pusjatan. Selain dari BBPJN V dan XIII, balai lainnya menggunakan APKJ milik Pusjatan,” Pusjatan pada saat ini memiliki empat unit APKJ yang dapat dimanfaatkan untuk pelayanan advis teknis tersebut dan untuk keperluan penelitian perkerasan,” terangnya. 

 

Dikatakannya, dengan adanya permintaan dari Ministerio das Obras Públicas, Transporte e Comunicações (Ministry of Public Works, Transportand Communication) Republik Demokratik Timor Leste untuk APKJ ini merupakan suatu bukti kepercayaan atas keandalan produk nasional yang dihasilkan oleh Pusjatan dan PT. Panairsan Pratama. “APKJ Pusjatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar- besarnya bagi Republik Demokratik Timor Leste, di mana data kondisi struktural perkerasan jalan dapat diperoleh dalam waktu relatif singkat, terpercaya, praktis, efisien, efektif dan ekonomis sesuai dengan kebutuhan” paparnya. 

 

Saat ini sudah ada permintaan dari berbagai negara untuk FWD BIMA, misalnya dari India dan Srilanka, khususnya India sudah mempunyai standar teknis yang mensyaratkan semua district (kabupaten / kota) di India harus menggunakan FWD untuk pekerjaan survei jalannya. “Semoga Indonesia juga mempunyai standar teknis serupa terkait survei jalan dalam menggunakan FWD, mengingat pentingnya output yang dihasilkan FWD ini dalam memberikan data lendutan jalan secara cepat,” tandasnya..

 

Hadir pada kesempatan tersebut Irjen Kementerian PUPR Widiarto, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko D. Heripurwanto, Dirjen Bina Marga Sugiyartanto, Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga,  Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Keterpaduan Pembangunan Achmad Gani Ghazali Akman, Kepala Puslitbang Jalan dan Jembatan, Dedet P. Sjamsudin, Sekretaris Balitbang Herry Vaza (*)

 

 

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Twitter

Infrastruktur Pondasi Indonesia Maju

Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

"Infrastruktur merupakan pondasi bagi Indonesia untuk mampu berkompetisi dengan negara lain. Indeks daya saing Indonesia masih berada pada posisi di tengah terhadap negara-negara lain. Kita ingin berada pada posisi yang lebih tinggi. Kemudian kita akan masuk ke agenda besar yang kedua, yaitu pembangunan sumber daya manusia dan selanjutnya baru masuk ke agenda besar inovasi dan teknologi," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam diskusi Forum A1 bertajuk "Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur" yang digelar di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

 

 

 

 

 

 

 

Mitra

 

Untuk Pemasangan Iklan, Advertorial atau Press Release hubungi 0878-8989-9469 (SMS) atau 0878-0856-1199 (WA)http://www.jasamarga.com/


Kementerian PU dan Pera


Transportasi

Arus Balik, Posko Penyekatan Kendaraan di Km 30 Gerbang Tol Cikupa arah Jakarta Mulai Dioperasionalkan

TANGERANG, JURNAL IBUKOTA (27/5): Memasuki arus balik pasca Idul Fitri 1441 H, Kepolisian Daerah Metro Jaya memberlakukan pengendalian transportasi melalui titik penyekatan kendaraan dari arah Merak menuju Jakarta di Km 30 Gerbang Tol Cikupa. 

Read more...

Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Info Jalan Tol

Maksimalkan Pelayanan, PT JMRB Tambah Sejumlah Fasilitas di Rest Area KM 88B Purbaleunyi

Guna memaksimalkan pelayanan bagi pengguna jalan tol, PT Jasamarga Related Business (JMRB) melakukan pembangunan tambahan infrastruktur dan perbaikan sejumlah fasilitas di Rest Area KM 88B Ruas Purbaleunyi (arah Jakarta).JAKARTA, JURNAL IBUKOTA (14/8) - Guna memaksimalkan pelayanan bagi pengguna jalan tol, PT Jasamarga Related Business (JMRB) melakukan pembangunan tambahan infrastruktur dan perbaikan sejumlah fasilitas di Rest Area KM 88B Ruas Purbaleunyi (arah Jakarta).

Read more...