yt-banner1
yt-banner2

Koperasi dan UKM

Pembatasan 50 Persen Pengunjung Pusat Belanja di Masa PSBB Transisi Wilayah Jakarta

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  Pusat belanja atau mal menjadi tempat kunjungan utama masyarakat, khususnya warga DKI Jakarta. Namun, pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi ini terdapat keraguan yang muncul di sebagian masyarakat mengenai penerapan protokol kesehatan di tempat-tempat tersebut.

Read more...

Konstruksi & Infrastruktur

Tambah Pasokan Air Baku Kota Balikpapan, Bendungan Sepaku Semoi Mulai Proses Lelang

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menambah jumlah bendungan di Indonesia untuk mendukung terciptanya ketahanan air dan pangan, salah satunya yang akan dimulai pembangunannya adalah Bendungan Sepaku Semoi yang berada di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Kabupaten  Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).  

Read more...

Menteri PUPR dan Menteri Pertanian Tandatangani Nota Kesepahaman Dukungan Infrastruktur dalam Pengembangan Pertanian

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menandatangani Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) mengenai dukungan infrastruktur dalam pengembangan pertanian.  Penandatanganan dilakukan di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (3/12/2019). JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menandatangani Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) mengenai dukungan infrastruktur dalam pengembangan pertanian.  Penandatanganan dilakukan di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (3/12/2019). 

 

 

Dikatakan Menteri Basuki, hal tersebut merupakan komitmen sinergi antara dua Kementerian yang tugasnya beriringan khususnya pada pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) agar ketahanan pangan dalam negeri dapat terjaga. "Melalui MoU ini diharapkan program-program kerja terkait ketahanan air dan pangan dapat kita lebih rekatkan.  Bersama saling mendekatkan diri untuk membuat program yg sinergis," kata Menteri Basuki. 

 

Menteri Basuki berharap dengan MoU tersebut, ketahanan pangan di Indonesia lebih bisa ditingkatkan, tidak hanya dari segi program namun juga dalam dalam bidang keilmuan yang terkait. 

 

Dikatakan Menteri Basuki, selama ini Kementerian PUPR terus berupaya mendorong pengembangan sistem irigasi di Indonesia dengan aktif menjadi anggota di 

International Commission on Irrigation and Drainage (ICID) dan Indonesian National Committee on Irrigation and Drainage (INACID). "Saat pertemuan 3rd World Irrigation Forum di Bali September 2019 lalu,

saya usulkan agar Kementerjan Pertanian untuk ikut aktif menjadi anggota," ungkapnya. 

 

Menteri Basuki menambahkan untuk mempercepat tindak lanjut proses MoU, tidak perlu lagi ada penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antar Direktur Jenderal terkait di kedua Kementerian. "Langsung saja tidak perlu prosedural. Supaya lebih cepat, langsung bekerja. Sehingga program-program Kementerian PUPR dalam ketahanan air untuk mendukung ketahanan pangan di Kementerian Pertanian langsung bersinergi," tuturnya. 

 

Sementara itu, Mentan Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, Kementan dan Kementerian PUPR merupakan kedua instansi yang tak dapat dipisahkan lantaran infrastruktur SDA dan kegiatan pertanian tidak terpisahkan. 

"MoU ini bagian dari konsolidasi teknokratik antara dua kementerian. Diharapkan dengan ini memberikan ruang kepada kami menata lebih baik pertanian, berakselerasi lebih kuat," kata Menteri Syahrul. 

 

Adapun MoU yang ditandatangani hari ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Menteri Basuki dan Menteri Syahrul  pada 8 November 2019 lalu, di mana keduanya sepakat untuk mensinergikan program ketahanan pangan lima tahun kedepan.

 

Kementerian PUPR selama periode 2015-2019 telah menyelesaikan pembangunan jaringan irigasi baru seluas 1 juta hektar dan merehabilitasi jaringan irigasi sekitar 3 juta hektar. Pembangunan akan dilanjutkan pada 5 tahun kedepan sekitar 500 ribu hektar jaringan irigasi baru dan merehabilitasi 2,5 juta hektar.

 

Pemenuhan suplai air untuk pertanian juga dilakukan Kementerian PUPR dengan terus meningkatkan tampungan air seperti pembangunan bendungan, embung, dan revitalisasi danau. Keberadaan bendungan dan suplai air dari irigasi diharapkan dapat mendukung kegiatan petani untuk melakukan beberapa kali penanaman sehingga meningkatkan produksi pangan di Indonesia.(*)

 

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Twitter

Infrastruktur Pondasi Indonesia Maju

Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

"Infrastruktur merupakan pondasi bagi Indonesia untuk mampu berkompetisi dengan negara lain. Indeks daya saing Indonesia masih berada pada posisi di tengah terhadap negara-negara lain. Kita ingin berada pada posisi yang lebih tinggi. Kemudian kita akan masuk ke agenda besar yang kedua, yaitu pembangunan sumber daya manusia dan selanjutnya baru masuk ke agenda besar inovasi dan teknologi," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam diskusi Forum A1 bertajuk "Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur" yang digelar di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

 

 

 

 

 

 

 

Mitra

 

Untuk Pemasangan Iklan, Advertorial atau Press Release hubungi 0878-8989-9469 (SMS) atau 0878-0856-1199 (WA)http://www.jasamarga.com/


Kementerian PU dan Pera


Transportasi

Arus Balik, Posko Penyekatan Kendaraan di Km 30 Gerbang Tol Cikupa arah Jakarta Mulai Dioperasionalkan

TANGERANG, JURNAL IBUKOTA (27/5): Memasuki arus balik pasca Idul Fitri 1441 H, Kepolisian Daerah Metro Jaya memberlakukan pengendalian transportasi melalui titik penyekatan kendaraan dari arah Merak menuju Jakarta di Km 30 Gerbang Tol Cikupa. 

Read more...

Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Info Jalan Tol

Pembangunan Simpang Susun Sentul Selatan Hampir Selesai, Jasa Marga Targetkan Penyelesaian Konstruksi pada Juli 2020

Hingga akhir Juni 2020, progres pekerjaan pembanguan Simpang Susun Sentul Selatan telah mencapai 97,413%. PT Jasa Marga (Persero) Tbk menargetkan pekerjaan konstruksi Simpang Susun Sentul Selatan dapat selesai 100% pada Minggu kedua Juli 2020. BOGOR, JURNAL IBUKOTA: (01/07) - Hingga akhir Juni 2020, progres pekerjaan pembanguan Simpang Susun Sentul Selatan telah mencapai 97,413%. PT Jasa Marga (Persero) Tbk menargetkan pekerjaan konstruksi Simpang Susun Sentul Selatan dapat selesai 100% pada Minggu kedua Juli 2020. 

Read more...