yt-banner1
yt-banner2

Koperasi dan UKM

Berbicara dalam Diskusi Forkopimda, Teten Beberkan 5 Sumber Masalah Utama UMKM. Apa saja ?

BOGOR, JURNAL IBUKOTA: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menjadi salah satu pembicara dalam acara diskusi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Indonesia di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). Teten berbicara di sesi panel keenam bersama Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

Read more...

Konstruksi & Infrastruktur

Presiden Jokowi : Ketersediaan Infrastruktur Menjadi Pondasi Indonesia Menuju Negara Maju

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”. 

Read more...

Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Menkop UKM Siapkan 5 Program Strategis

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki (tengah) saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenkop UKM Kuningan Jakarta Selatan, Selasa (5/11/2019). JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki telah menyiapkan lima program strategis yang sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo. Teten bertekad menjadikan koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai andalan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan penyerapan lapangan kerja.

 

 

“Dalam situasi seperti ini, ada kebutuhan untuk devisa. Masalah kebutuhan devisa juga kita ikut selesaikan lewat dua hal yakni bagaimana produk-produk UMKM bisa masuk dalam global value chain, termasuk juga bagaimana mensubstitusi barang-barang impor,” terang Teten Masduki kepada awak media di Kantor Kemenkop UKM Kuningan Jakarta Selatan, Selasa (5/11/2019).

 

Untuk itu pihaknya menyusun dan menetapkan lima program strategis. Pertama memperbesar akses pasar produk dan jasa UMKM, sehingga tercipta peluang dan permintaan terhadap produk-produk koperasi dan UMKM.

 

Salah satu cara adalah mendukung dan membantu penjualan secara online, dengan membuat regulasi agar perusahaan aplikasi dari luar negeri turut mempromosikan dan menjual produk koperasi dan UMKM.

 

Kedua peningkatan daya saing dan kapasitas produk UMKM. Teten menegaskan jika pasar produk-produk UMKM diperbesar maka suplai atau kapasitasnya juga harus dipastikan terpenuhi.

 

“Ketiga, dukungan pembiayaan dan investasi. Kita tahu UMKM punya masalah dengan pembiayaan,” kata Menkop UKM yang baru ini.

 

Pihaknya telah merumuskan satu strategi agar agregasi pembiayaan itu bisa dilakukan sehingga pertumbuhan UMKM-nya bisa lebih cepat. Pembicaraan dengan instansi dan lembaga terkait juga telah dilakukan guna mencari skema pembiayaan yang tepat dengan membangun kemitraan dengan perusahaan-perusahaan besar untuk menjadi off taker produk UMKM dan avalis untuk pembiayaan.

 

Program yang keempat adalah pengembangan kapasitas manajemen dan usaha koperasi dan UMKM. Hal ini sangat penting karena Teten sendiri menyadari UMKM tidak mempunyai pengalaman-pengalaman di semua lini, sehingga perlu disiapkan dan diberikan layanan konsultasi, pendampingan dan training.

 

Terakhir adalah memberikan kemudahan dan kesempatan mengembangkan usaha bagi koperasi dan UMKM. Selain itu perlu menyediakan playing field atau ladang usaha yang sama bagi koperasi dan UMKM dengan importir.

 

“Kita akan fokus untuk melakukan akselerasi dan agregasi pertumbuhan UMKM ini agar bisa masuk dalam global value chain, itu adalah lima program utamanya,” kata Teten. (Agus)

 

Caption:

 

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki (tengah) saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenkop UKM Kuningan Jakarta Selatan, Selasa (5/11/2019). 

 

primi sui motori con e-max

Infrastruktur Pondasi Indonesia Maju

Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

"Infrastruktur merupakan pondasi bagi Indonesia untuk mampu berkompetisi dengan negara lain. Indeks daya saing Indonesia masih berada pada posisi di tengah terhadap negara-negara lain. Kita ingin berada pada posisi yang lebih tinggi. Kemudian kita akan masuk ke agenda besar yang kedua, yaitu pembangunan sumber daya manusia dan selanjutnya baru masuk ke agenda besar inovasi dan teknologi," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam diskusi Forum A1 bertajuk "Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur" yang digelar di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

 

 

 

 

 

 

 

Mitra

 

Untuk Pemasangan Iklan, Advertorial atau Press Release hubungi 0878-8989-9469 (SMS) atau 0878-0856-1199 (WA)http://www.jasamarga.com/


Kementerian PU dan Pera


Transportasi

ASTRA Tol Tangerang-Merak Tingkatkan Pelayanan Infrastruktur dan Transaksi

TANGERANG, JURNAL IBUKOTA: PT Marga Mandalasakti (ASTRA Tol Tangerang-Merak) berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaiknya kepada pengguna Jalan Tol Tangerang-Merak. Memasuki semester 2/2019, peningkatan pelayanan infrastruktur dan transaksi semakin digencarkan. 

Read more...

Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Libatkan Lebih dari 8.500 Mahasiswa Kelola Sampah Plastik, Sinergi Jasa Marga – UI Catat Rekor MURI

Untuk mengimbangi proses bisnis jalan tol yang memiliki citra yang bertolak belakang dengan pelestarian alam, Jasa Marga berkomitmen untuk mengangkat program-program kepedulian terhadap lingkungan dan alam sekitar.DEPOK, JURNAL IBUKOTA: Untuk mengimbangi proses bisnis jalan tol yang memiliki citra yang bertolak belakang dengan pelestarian alam, Jasa Marga berkomitmen untuk mengangkat program-program kepedulian terhadap lingkungan dan alam sekitar.

Read more...

Info Jalan Tol

Tingkatkan Pelayanan Kepada Pengguna Jalan, ATI Teken MoU dengan Para Regulator

Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) semakin menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan. Asosiasi yang terdiri dari 54 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ini turut menandatangani nota kesepahaman/memorandum of understanding (MoU) dengan para regulator terkait.JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) semakin menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan. Asosiasi yang terdiri dari 54 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ini turut menandatangani nota kesepahaman/memorandum of understanding (MoU) dengan para regulator terkait.

Read more...