yt-banner1
yt-banner2

Koperasi dan UKM

Bantuan Produktif Usaha Mikro Rp2,4 juta Mulai Dicairkan 17 Agustus 2020

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Program bantuan produktif untuk usaha mikro yang diberikan sebesar Rp2,4 juta kepada pelaku usaha mikro disebut siap disalurkan mulai 17 Agustus 2020.

Read more...

Konstruksi & Infrastruktur

Kementerian PUPR Bangun Tanggul Sementara untuk Cegah Terulangnya Banjir Bandang di Luwu Utara

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus membantu penanganan darurat banjir bandang di  Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan selama masa penetapan tanggap darurat oleh Pemerintah Daerah 14 Juli-12 Agustus 2020 hingga pascabencana. Bencana banjir bandang terjadi pada Senin (13/7/2020) lalu, disebabkan oleh luapan air Sungai Masamba, Sungai Radda (anak Sungai Masamba), dan Sungai Rongkong akibat curah hujan yang sangat tinggi di hulu sungai.

Read more...

Kemenkop dan UKM Bersinergi Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Sleman

Kementerian Koperasi dan UKM bersama Markplus.inc bersinergi dengan Pemda Kabupaten Sleman dalam meningkatkan kinerja dan kapasitas SDM pelaku koperasi dan UMKM di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Sinergi ini dilakukan mengingat wilayah ini mempunyai potensi yang cukup besar untuk dikembangkan dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat. SLEMAN, JURNAL IBUKOTA : Kementerian Koperasi dan UKM bersama Markplus.inc bersinergi dengan Pemda Kabupaten Sleman dalam meningkatkan kinerja dan kapasitas SDM pelaku koperasi dan UMKM di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Sinergi ini dilakukan mengingat wilayah ini mempunyai potensi yang cukup besar untuk dikembangkan dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat. 

 

 

Deputi Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Rulli Nuryanto, mengatakan, di kabupaten ini banyak terdapat perguruan tinggi negeri yang tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat Sleman, tetapi juga penduduk dari luar Kabupaten Sleman, bahkan di luar Provinsi DIY sebagai tempat menuntut ilmu.

 

“Banyaknya pendatang yang tinggal di wilayah Kabupaten Sleman untuk menuntut ilmu membuat tingkat perputaran ekonomi di wilayah ini cukup tinggi. Dan, ini menjadi potensi tersendiri untuk meningkatkan pemerataan kesejahteraan warga Sleman,” kata Rulli di The Rich Hotel, Sleman, Yogyakarta, Selasa (23/4/2019).

 

Terlebih Kabupaten Sleman juga memiliki potensi lain. Sebut saja di bidang komoditas pertanian dengan sejumlah produk unggulannya seperti salak pondoh, mendong, komoditas sapi potong dan budidaya lele.

 

"Kabupaten Sleman juga banyak potensi wisata baik itu wisata desa, wisata budaya, wisata alam, wisata pendidikan sampai wisata sejarah termasuk di dalamnya candi dan monumen. Dan, potensi wisata ini pada 2017 mampu mendatangkan wisatawan sebesar 7,2 juta orang," paparnya.

 

Selain itu, lanjut Rulli, ada potensi industri dengan produk unggulan antara lain mebel dan kerajinan kayu, pakaian jadi serta sarung tangan kulit golf. Berbagai potensi tersebut menurut dia, masih bisa terus dikembangkan di waktu-waktu mendatang dengan upaya serius dan kerja keras oleh semua pihak.

 

"Ini pasar yang sangat besar untuk masyarakat Sleman. Kami harapkan SDM koperasi dan UKM dapat menangkap peluang pasar tersebut. Terlebih dalam mengembangkan ekonomi pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan penurunan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi hanya 7 persen dan menurunkan pajak UMKM dari 1 persen dari omzet menjadi 0,5 persen. Kebijakan ini dapat lebih mendorong UMKM dan Koperasi untuk mengembangkan usahanya," tuturnya. 

 

Dalam sinergi ini dilakukan sejumlah kegiatan seperti pelatihan perkoperasian di era digital, pelatihan vocational, pelatihan kewirausahaan, pelatihan uji kompetensi SDM KUMKM melalui SKKNI bidang ritel koperasi, dan bimtek ketahanan usaha KUMKM. 

 

"Kegiatan pada hari ini dapat dikatakan komplit, karena tidak hanya diikuti oleh para pelaku UMKM dan Koperasi di wilayah Kabupaten Sleman, tetapi juga diikuti oleh para ASN/PNS di lingkungan Pemda Kabupaten Sleman," tambahnya. 

 

Selain pelatihan, rangkaian sinergi ini juga diisi dengan seminar dengan menghadirkan Hermawan Kartajaya sebagai fasilitator atau narasumber. Pakar marketing yang juga pendiri Markplus Inc dan president International Council for Small Business (ICSB) Indonesia, ini membagikan banyak ilmu, pengalaman dan pengetahuan.

 

"Kegiatan yang kita lakukan ini bagian dari pemerataan kesejahteraan masyarakat. Karena pemerintah tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi saja. Angka pertumbuhan ekonomi kita masih positif dan cukup baik yaitu 5,17% masih lebih baik daripada banyak negara lain, tetapi kita juga concern terhadap pemerataan kesejahteraan masyarakat," ujarnya. 

 

Menurut dia, pemerataan kesejahteraan masyarakat tidak bisa terlepas dari pemberdayaan dan pengembangan sektor koperasi dan UMKM. Tidak hanya karena jumlah pelaku UMKM menjadi bagian terbesar dari pelaku usaha di Indonesia, yaitu 62,9 juta tetapi juga karena ketersebarannya di seluruh wilayah di Indonesia. 

 

"Karena itu, sangat beralasan bila pemerintah berusaha untuk terus menerus mengembangkan dan memberdayakan para pelaku UMKM dan Koperasi sebagai bagian strategis dalam pemerataan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah sangat berharap para pelaku ukm ini juga saling bersinergi dengan membentuk satu koperasi. Daripada saling bersaing untuk kepentingan pribadi, kan lebih baik bersinergi," katanya. 

 

Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo, yang membuka kegiatan tersebut, mengatakan, kegiatan sinergi ini dapat terwujud dalam waktu yang singkat. Saat dirinya bertemu dengan Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga bersama Hermawan Kartajaya pada 29 Maret 2019, tercetuslah untuk melakukan kegiatan dalam rangka meningkatkan kinerja dan kapasitas SDM pelaku UMKM dan Koperasi di Kabupaten Sleman.

 

"Kondisi UKM di Kabupaten Sleman terus berkembang dan dinamis. Salah satunya objek wisata Kampung Flory. Bahkan, saat ini Pemerintah Kabupaten Sleman akan mengusulkan desa wisata Kampung Flory sebagai objek wisata baru populer di tingkat nasional dalam Anugerah Pesona Indonesia," tuturnya. 

 

Dia menyebutkan tingkat kunjungan destinasi wisata di Kabupaten Sleman terus meningkatkan tiap tahunnya. Jika pada 2017 hanya sekitar 7,2 juta kunjungan, pada 2018 meningkatkan menjadi 8,53 juta kunjungan. Pada 2019 ini pihaknya menargetkan sekitar 10 juta kunjungan. 

 

Di Sleman, katanya, telah tumbuh dan berkembang sekitar 36 ribu jumlah UMKM. Karenanya, perlu terus dimotivasi dan didorong agar usahanya lebih maju. Di sinilah pentingnya peranan untuk saling bersinergi dengan pihak-pihak terkait. Juga dengan meningkatkan peran serta masyarakat melalui pemberdayaan kelompok masyarakat. 

 

Dalam kesempatan yang sama juga diberikan bantuan wirausaha pemula kepada Akbar Permana yang bergerak di bidang usaha handycraf sebesar Rp13 juta, dan kepada Muhammad Alfinhadi yang bergerak di bidang usaha kuliner sebesar Rp15 juta. 

 

Sementara itu, bantuan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM diberikan kepada Elita Yuniasti (usaha sembako) sejumlah Rp51 juta, dan Wabut Winarto (usaha kerajinan blankon) sebesar Rp75 juta. 

 

Adapun penerima dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yaitu Arif Riyanto (Rp 10 juta untuk usaha counter dan service hp/BRI), Ambar Windriati (Rp400 juta untuk usaha industri anyaman bahan natural/BNI), Ade Kurniawan (Rp50 juta untuk usaha kos-kosan/MANDIRI), Abdul Rasyid (Rp25 juta untuk usaha warung makan/BRI Syariah), dan Widarsasna (Rp70 juta untuk perdagangan batik/BPD DIY). (Agus)

 

 

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Twitter

Infrastruktur Pondasi Indonesia Maju

Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

"Infrastruktur merupakan pondasi bagi Indonesia untuk mampu berkompetisi dengan negara lain. Indeks daya saing Indonesia masih berada pada posisi di tengah terhadap negara-negara lain. Kita ingin berada pada posisi yang lebih tinggi. Kemudian kita akan masuk ke agenda besar yang kedua, yaitu pembangunan sumber daya manusia dan selanjutnya baru masuk ke agenda besar inovasi dan teknologi," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam diskusi Forum A1 bertajuk "Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur" yang digelar di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

 

 

 

 

 

 

 

Mitra

 

Untuk Pemasangan Iklan, Advertorial atau Press Release hubungi 0878-8989-9469 (SMS) atau 0878-0856-1199 (WA)http://www.jasamarga.com/


Kementerian PU dan Pera


Transportasi

Arus Balik, Posko Penyekatan Kendaraan di Km 30 Gerbang Tol Cikupa arah Jakarta Mulai Dioperasionalkan

TANGERANG, JURNAL IBUKOTA (27/5): Memasuki arus balik pasca Idul Fitri 1441 H, Kepolisian Daerah Metro Jaya memberlakukan pengendalian transportasi melalui titik penyekatan kendaraan dari arah Merak menuju Jakarta di Km 30 Gerbang Tol Cikupa. 

Read more...

Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Info Jalan Tol

Sinergi BUMN, Konstruksi Jalan Tol BORR Seksi 3A Capai 99,139%

BOGOR, JURNAL IBUKOTA: (13/08) – Hingga 9 Agustus 2020, pekerjaan konstruksi Jalan Tol Bogor Ring Road (BORR) Seksi 3A SS Yasmin-SS Semplak telah mencapai 99,139%. 

Read more...