yt-banner1
yt-banner2

Koperasi dan UKM

Gandeng BMT, Kemenkop dan UKM Formulasikan Skema Pembiayaan Murah

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Dalam upaya mewujudkan pembiayaan yang adil dan merata, Kementerian Koperasi dan UKM mengaku tengah menggodok skema pembiayaan baru yang tak hanya murah, tapi juga mudah diakses bagi para pelaku UMKM terutama usaha mikro.

Read more...

Konstruksi & Infrastruktur

Tinjau Pembangunan Tol Pekanbaru - Dumai, Presiden Jokowi: Kita Harapkan Selesai April 2020

PEKANBARU, JURNAL IBUKOTA:  Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Gubernur Riau Samsuar meninjau pembangunan Tol Pekanbaru - Dumai, Jumat (21/2/2020). Saat ini progres konstruksi telah mencapai 87,74% dan ditargetkan beroperasi pada akhir April 2020.

Read more...

Kemenkop dan UKM-Kopindo Terus Gulirkan Re-Branding Koperasi

Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Talkah Badrus berharap perkoperasian dan kewirausahaan bisa menjadi mata pelajaran yang diajarkan di sekolah-sekolah, dari mulai tingkat SD hingga SLTA, termasuk pondok pesantren.JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Talkah Badrus berharap perkoperasian dan kewirausahaan bisa menjadi mata pelajaran yang diajarkan di sekolah-sekolah, dari mulai tingkat SD hingga SLTA, termasuk pondok pesantren.

 

 

 "Terlebih lagi, kita sudah melakukan MoU dengan Kemendiknas dan Kementerian Agama terkait pengembangan perkoperasian pada lembaga pendidikan formal termasuk di pondok pesantren", kata Talkah kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/4).

 

Namun, Talkah mengakui, hal itu tidak bisa langsung menjadi mata pelajaran tersendiri, melainkan melebur ke dalam pelajaran-pelajaran IPS dan ekonomi, di sekolah-sekolah. "Kita sudah melakukan perkuatan kualitas tenaga pengajar di tingkat SD hingga SLTA mengenai pelajaran perkoperasian dan kewirausahaan", ungkap Talkah seraya menyatakan bahwa pihaknya sudah pernah mengumpulkan para guru di Jawa Barat terkait pelajaran perkoperasian tersebut.

 

Talkah menambahkan, pihaknya juga terus melakukan pengembangan modul-modul pengajaran perkoperasian dan kewirausahaan. "Saya berharap ada satu laboratorium di sekolah dimana koperasi sekolah sebagai laboratorium pembelajaran perkoperasian dan kewirausahaan bagi para siswa di sekolah", ujar Talkah.

 

Bagi Talkah, koperasi sekolah itu merupakan embrio pembelajaran koperasi dan wirausaha sejak usia dini. Sedangkan untuk perguruan tinggi, sudah ada pembinaan terhadap koperasi mahasiswa (Kopma). "Saat ini, Kopma sudah menjadi salah satu unit kegiatan mahasiswa sebagai kegiatan ekstra kurikuler. Kita juga sudah banyak melakukan kegiatan pelatihan perkoperasian dan kewirausahaan bagi para mahasiswa di seluruh Indonesia", imbuh Talkah.

 

Ke depan, lanjut Talkah, yang harus terus mendapat dukungan adalah masuknya para generasi muda untuk berkoperasi. "Kita sudah memfasilitasi Kopma yang bergerak di sektor startup. Bahkan, para pelaku bisnis startup kita dorong untuk membentuk sebuah koperasi. Kita berharap, pembelajaran koperasi dalam pendidikan formal dapat tetap berjalan. Kita juga terus mendorong informasi perkoperasian di kalangan pemuda", kata Talkah.

 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) Pendi Yusuf mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Kemenkop dan UKM dalam menggulirkan program Re-Branding Koperasi, khususnya di kalangan generasi muda. "Kita akan terus menanamkan imej atau citra positif koperasi yang sesungguhnya. Pasalnya, hal itu belum sampai ke publik secara luas", aku Pendi.

 

Sebagai koperasi sekunder yang membawahi sekitar 132 koperasi (Kopma, Koperask Pemuda, Koperasi Ponpes), Kopindo akan terus melakukan sosialisasi perkoperasian di kalangan generasi muda. "Kopindo yang didirikan pada 1981 di Kota Batu, Malang, terus bergerak untuk melakukan Re-Branding Koperasi di kalangan generasi muda", kata Pendi.

 

Menurut Pendi, pihaknya melakukan langkah strategis di lapangan dengan masuk ke komunitas-komunitas yang ada di masyarakat. "Kita akan masuk menyesuaikan diri dengan apa kegiatan usaha yang dilakukan komunitas tersebut. Kita juga masuk ke kalangan generasi muda lainnya sesuai dengan bakat yang dimiliki mereka. Mereka baru sadar akan bentuk koperasi yang sesungguhnya", tandas Pendi.

 

Selain itu, lanjut Pendi, Kopindo juga melakukan kegiatan peningkatan kapasitas dan kapabilitas pelaku koperasi di kalangan generasi muda, siswa dan mahasiswa."Semakin banyak komunitas menggeluti koperasi maka akan semakin banyak pengetahuan perkoperasian terdeliveri di kalangan generasi muda", tukas Pendi.

 

Pendi mengakui, selama 38 tahun ini Kopindo sudah banyak melahirkan kader berkualitas yang tersebar di sektor wirausaha, profesional koperasi, hingga pelayanan publik. "Kita akan terus melakukan pengkaderan koperasi. Target ke depan, Kopindo akan membuat peta agar lebih banyak lagi edukasi perkoperasian dan kewirausahaan di kalangan generasi muda, terutama yang sudah berbasis digital", pungkas Pendi.(Agus)

 

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Twitter

Infrastruktur Pondasi Indonesia Maju

Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

"Infrastruktur merupakan pondasi bagi Indonesia untuk mampu berkompetisi dengan negara lain. Indeks daya saing Indonesia masih berada pada posisi di tengah terhadap negara-negara lain. Kita ingin berada pada posisi yang lebih tinggi. Kemudian kita akan masuk ke agenda besar yang kedua, yaitu pembangunan sumber daya manusia dan selanjutnya baru masuk ke agenda besar inovasi dan teknologi," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam diskusi Forum A1 bertajuk "Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur" yang digelar di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

 

 

 

 

 

 

 

Mitra

 

Untuk Pemasangan Iklan, Advertorial atau Press Release hubungi 0878-8989-9469 (SMS) atau 0878-0856-1199 (WA)http://www.jasamarga.com/


Kementerian PU dan Pera


Transportasi

ASTRA Tol Tangerang-Merak Siap Hadapi Libur Nataru

TANGERANG, JURNAL IBUKOTA: ASTRA Tol Tangerang-Merak mengoptimalkan layanan jalan tol menghadapi Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (NATARU) yang terdiri atas layanan operasional, infrastruktur, pendukung dan informasi.

Read more...

Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Pasca Divestasi Saham, KLHK Harap Freeport Lebih Perhatikan Lingkungan

Pasca Divestasi Saham KLHK Harap Freeport Lebih Perhatikan LingkunganJAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  Penandatanganan pokok-pokok Perjanjian Divestasi Saham PT Freeport Indonesia (PTFI) berlangsung di Kementerian Keuangan, Kamis, (12 Juli 2018). Holding Industri Pertambangan PT. Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau INALUM, Freeport McMoran Inc. (FCX) dan Rio Tinto, telah melakukan penandatanganan pokok-pokok perjanjian terkait penjualan saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PTFI. Kepemilikan INALUM di PTFI setelah penjualan saham dan hak tersebut menjadi sebesar 51% dari semula 9,36%.

Read more...

Info Jalan Tol

Pekerjaan Penyempurnaan _Expansion Joint_ dan Permukaan Perkerasan Jalan Tol Jakarta-Cikampek Layang Dilakukan di Akhir Pekan, Jasa Marga Imbau Pengguna Jalan Rencanakan Perjalanan

PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) selaku anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengelola Jalan Tol Jakarta-Cikampek II _(Elevated)_ terus melakukan pekerjaan penyempurnaan _Expansion Joint_ dan permukaan perkerasan Jalan Tol Jakarta - Cikampek II _(Elevated)_ di kedua jalur, baik arah Cikampek maupun arah Jakarta.BEKASI, JURNAL IBUKOTA: (21/02) PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) selaku anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengelola Jalan Tol Jakarta-Cikampek II _(Elevated)_ terus melakukan pekerjaan penyempurnaan _Expansion Joint_ dan permukaan perkerasan Jalan Tol Jakarta - Cikampek II _(Elevated)_ di kedua jalur, baik arah Cikampek maupun arah Jakarta.

Read more...