yt-banner1
yt-banner2

Koperasi dan UKM

Gernas BBI Kemenkop UKM di Batam Juga Menyasar Kalangan Diaspora di Luar Negeri

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) pada Maret 2022 akan dilaksanakan di Propinsi Kepulauan Riau dengan Kementerian Koperasi dan UKM sebagai Movement Manager dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sebagai Key Opinion Leader (Brand Ambassador).

Read more...

Konstruksi & Infrastruktur

Tingkatkan Kelancaran Arus Logistik, Kementerian PUPR Lanjutkan Pembangunan Jalan Lingkar Manado

MANADO, JURNAL IBUKOTA: - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melanjutkan pembangunan tahap II Manado Outer Ring Road III (MORR III) atau Jalan Lingkar Manado III (Ring Road III). Ruas jalan yang menghubungkan Kalasey-Winangun sepanjang 11,39 km ini akan membagi arus lalu lintas menuju dan keluar Kota Manado sehingga dapat mengurangi kemacetan di ruas jalan dalam kota.

Read more...

Bersama BPR, LPDB Sukses Jadikan UMKM Mendunia

Rona bahagia menyelimuti wajah pria bernama Sunyoto. Ia tak pernah menyangka selama kurun waktu 20 tahun usahanya membuat mebel dari kayu rotan bisa tetap eksis hingga detik ini. Di bawah bendera Mutiara Rotan, produk yang dihasilkan Sunyoto kini bukan hanya dikenal di Indonesia tapi manca negara. Mebel-mebel berkualitas miliknya dikirim ke luar negeri untuk memenuhi kebutuhan ekspor, serta pabrik-pabrik besar di sejumlah wilayah di Indonesia.SUKOHARJO, JURNAL IBUKOTA: Rona bahagia menyelimuti wajah pria bernama Sunyoto. Ia tak pernah menyangka selama kurun waktu 20 tahun usahanya membuat mebel dari kayu rotan bisa tetap eksis hingga detik ini. Di bawah bendera Mutiara Rotan, produk yang dihasilkan Sunyoto kini bukan hanya dikenal di Indonesia tapi manca negara. Mebel-mebel berkualitas miliknya dikirim ke luar negeri untuk memenuhi kebutuhan ekspor, serta pabrik-pabrik besar di sejumlah wilayah di Indonesia.

 

 

Kisah sukses Sunyoto membangun bisnis kerajaan mebel telah memberikan warna dan cerita sendiri bagi setiap pelaku UMKM di daerahnya. Saat ditemui di rumahnya, warga Desa Trangsang, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ini bercerita usahanya merintis bisnis mebel dimulai dari modal 0 rupiah. Krisis moneter pada tahun 1998 membuat dirinya harus berhenti bekerja sebagai buruh di pabrik mebel. Sadar dirinya memiliki bakat dan kreativitas merakit mebel, ia pun mencoba keberuntungan membuat usaha sendiri di samping rumahnya.

 

"Saya memang pernah berpikir tidak mau selamanya menjadi buruh. Kebetulan waktu itu krisis moneter. Tahun 1998 saya berhenti bekerja, dan mulai mencoba membangun usaha baru di dunia yang sama dengan modal nekat alias modal 0 rupiah. Alhamdulillah sampai saat ini terus berkembang," ujar Sunyoto.

 

Di masa-masa sulit itu, Sunyoto hanya mengambil pesanan dari sejumlah pabrik yang bahan bakunya juga diambil dari perusahaan tersebut. Ia kerjakan dengan tangan sendiri tanpa karyawan. Pelan-pelan dari hasil tabungan yang ia simpan, Sunyoto mulai membeli bahan baku sendiri secara kecil-kecilan. Lalu merekrut karyawan empat orang. Ia yakin bisnisnya akan terus meningkat karena sudah memiliki banyak jaringan dengan pabrik-pabrik. Hanya saja salah satu kendalanya ada di modal. Mengingat permintaan semakin banyak.

 

Dari situ Sunyoto memberanikan diri untuk mengajukan pinjaman modal dari bank konvensional. Namun karena bunganya terlalu tinggi, Sunyoto tak mau melanjutkan pinjaman. Untuk melanjutkan usahanya, dirinya beralih ke BPR Kartasura Makmur dan mendapatkan pinjaman bunga lunak sebesar Rp50 juta. Pinjaman bunga lunak ini merupakan program dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) yang bekerja sama dengan sejumlah BPR di Tanah Air sebagai lembaga penyalur.

 

Sunyoto tertarik mengajukan pinjaman karena bunganya jauh lebih murah dibandingkan bank konvensional dengan jumlah angka 0,85% per bulan. Dengan pinjaman modal itu dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnisnya, terutama untuk menambah bahan baku dan peralatan pabrik. Bermitra dengan BPR Kartasura Makmur pada 2014 lalu, kini bisnis Sunyoto kian besar dan berkembang pesat. Karyawan pun bertambah menjadi 24 orang. Pasarnya tidak hanya menembus ke dalam negeri tapi juga luar negeri. Permintaan pesanan juga terus meningkat.

 

"Permintaan itu ada yang dari Jerman, Australia, Kanada dan juga Prancis. Jenisnya macam-macam ada kursi, meja, keranjang bayi, ada juga peti mati. Tergantung pesanan. Jadi kita kirim melalui pabrik-pabrik yang sudah bermitra lama dengan kita. Dalam satu bulan kita bisa kirim satu kontainer," ujar Sunyoto mengungkapkan.

 

Kreativitas menciptakan inovasi baru adalah strategi yang terus dibentuk oleh Sunyoto untuk melanjutkan usahanya agar terus berkembang maju. Sebab, pihaknya harus mampu membuat pesanan sesuai yang diinginkan pembeli. Hebatnya untuk menciptakan inovasi baru, Sunyoto dan seluruh karyawan belajar secara otodidak. "Yang penting kan kita sudah punya ilmu dasarnya. Tapi memang kalau modelnya baru kita harus eksperimen dan kadang butuh waktu agak lama. Semua tidak ada masalah bisa kita pelajari," ujar pria yang hobi bermain sepeda itu. 

 

Di Desa Trangsang sejak lama sudah dikenal sebagai desa wisata kampung rotan. Karena mayoritas di daerah ini banyak yang bekerja sebagai pengrajin rotan. Sunyoto melihat prospek bisnis mebel rotan ke depan akan terus maju dan berkembang. Pasalnya, permintaan pasar terus meningkat. "Zaman memang sudah semakin modern, tapi kecenderungan orang suka terhadap barang yang unik-unik tidak akan mati, apalagi itu kerajinan tangan. Yang penting kreasi kita aja," tandasnya. 

 

 

Makmur Bersama UMKM 

 

BPR Kartasura Makmur muali berkerjasama dengan LPDB-KUMKM pada tahun 2014. Kala itu, Direktur Utama BPR Kartasura Makmur Indrayani Pribadi, mendapatkan informasi mengenai LPDB saat mengikuti kegiatan Perbarindo di Solo.  Pada tahun tersebut, BPR yang dipimpinnya mendapatkan pinjaman sebesar Rp2 miliar.

 

"Total Rp2 miliar itu kita kucurkan ke para UMKM yang masih kecil-kecil. Itu jumlahnya kira-kira ada 100, tapi terus kita bina, dan sekarang usaha mereka sudah semakin baik dan semakin besar.  Misalnya, untuk UMKM produksi tahu awalnya pinjam Rp15 juta, kini sudah bisa ambil kredit  Rp400 juta," ujar Indrayani.

 

Dengan adanya LPDB-KUMKM, Indrayani merasakan performa BPR Kartasura Makmur semakin baik, karena masyarakat semakin banyak yang mengajukan pinjaman bunga lunak ke Kartasura Makmur. Jika menggunakan program reguler bunganya sebesar 1,2%. Namun begitu ada LPDB bunganya turun menjadi 0,85%. "Dari situ kita merasa terbantu-ya, orang jadi semakin banyak mengajukan pinjaman ke kita karena ada program bunga yang lebih murah. Otomatis kita juga semakin dikenal dan dipercaya masyarakat," kata Indrayani.

 

Menurutnya, program LPDB-KUMKM telah banyak memberikan manfaat dan keuntungan bukan hanya BPR tapi juga para pelaku UMKM. Hal ini kata dia, juga selaras dengan tagline BPR Kartasura Makmur, yakni "Menuju Kemakmuran Bersama."  Indrayani menyebut memang tidak semua UMKM bisa mengajukan pinjaman bunga lunak, ada standar kriteria yang diterapkan. Pertama harus dipastikan usaha itu mampu melakukan produksi dengan baik. Kedua, produksi yang dihasilkan menyangkut kebutuhan orang banyak. Ketiga, tidak memiliki masalah kredit dengan bank lain. 

 

Ia melihat keberadaan LPDB-KUMKM sangat dibutuhkan masyarakat karena tidak ada bank manapun yang mau menawarkan pinjaman dengan bunga rendah seperti LPDB-KUMKM. Indrayani berharap LPDB-KUMKM bisa tambah maju dan berkembang dengan beragama inovasi dan layanan baru. Sehingga bisa memudahkan ekonomi masyarakat. Baik Indrayani dan Sunyoto mereka juga menyampaikan terima kasih kepada LPDB-KUMKM. Karena melalui program bunga lunak, usaha mereka menjadi terbantu dan berkembang jauh lebih maju.(Agus)

 

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Twitter

Infrastruktur Pondasi Indonesia Maju

Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

"Infrastruktur merupakan pondasi bagi Indonesia untuk mampu berkompetisi dengan negara lain. Indeks daya saing Indonesia masih berada pada posisi di tengah terhadap negara-negara lain. Kita ingin berada pada posisi yang lebih tinggi. Kemudian kita akan masuk ke agenda besar yang kedua, yaitu pembangunan sumber daya manusia dan selanjutnya baru masuk ke agenda besar inovasi dan teknologi," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam diskusi Forum A1 bertajuk "Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur" yang digelar di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

 

 

 

 

 

 

 

Mitra

 

Untuk Pemasangan Iklan, Advertorial atau Press Release hubungi 0878-8989-9469 (SMS) atau 0878-0856-1199 (WA)http://www.jasamarga.com/


Kementerian PU dan Pera


Transportasi

ASTRA Tol Tangerang-Merak Siap Hadapi Libur Nataru

TANGERANG, JURNAL IBUKOTA: ASTRA Tol Tangerang-Merak mengoptimalkan layanan jalan tol menghadapi Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (NATARU) yang terdiri atas layanan operasional, infrastruktur, pendukung dan informasi.

Read more...

Musibah/Bencana

Info Jalan Tol

Hormati Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1944, Jalan Tol Bali Mandara Tidak Beroperasi Sementara

Menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Bali Nomor: 003.1/12593/PK/BKD, tanggal 4 November 2021, tentang Hari Libur Nasional, Cuti Bersama dan Dispensasi Hari Raya Suci Hindu di Bali Tahun 2022, PT Jasamarga Bali Tol (JBT) selaku anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengoperasikan Jalan Tol Bali Mandara, akan menutup operasional jalan tol selama perayaan Hari Raya Nyepi berlangsung.BALI, JURNAL IBUKOTA: (01/03). --Menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Bali Nomor: 003.1/12593/PK/BKD, tanggal 4 November 2021, tentang Hari Libur Nasional, Cuti Bersama dan Dispensasi Hari Raya Suci Hindu di Bali Tahun 2022, PT Jasamarga Bali Tol (JBT) selaku anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengoperasikan Jalan Tol Bali Mandara, akan menutup operasional jalan tol selama perayaan Hari Raya Nyepi berlangsung.

Read more...