Soal Cuaca Ekstrem hingga Musim Kering, Menko Puan: Ini Harus Diantisipasi

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan alangkah baiknya pemerintah melakukan mitigasi-mitigasi berkaitan dengan hal-hal yang sudah diprediksi. 

 

"Beberapa bulan ke depan kita akan terus menghadapi berbagai macam tantangan cuaca ekstrem, dari intensitas hujan yang tinggi sampai masuk kepada musim kering. Ini harus diantisipasi." ucap Menko Puan saat mengikuti forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pencegahan Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan (Karhutbunla) Tahun 2017 di Jakarta, Selasa (19/12/2017).

Puan menilai, banyak hal yang harus benar-benar dipersiapkan dengan baik dalam proses pencegahan dan penanganan bencana bukan hanya gempa, banjir, dan tanah longsor tetapi harus mencakup pencegahan bencana kebakaran hutan juga sangat perlu dipersiapkan jauh-jauh hari. 

"BMKG sudah menyampaikan bahwa paling tidak, cuaca ekstrim akan terus terjadi sampai bulan mei 2018," ucap Puan.

Lebih lanjut, Puan mengatakan bahwa pada bulan Desember ini, sampai Februari 2018 ke depan, intensitas hujan dan angin akan berubah terus menerus. Sedangkan dari bulan Maret-Mei 2018, kita akan masuk kepada musim kering. Khusus pada musim kering itulah kita berharap semua elemen terus melakukan sosialisasi terkait bahayanya membakar hutan dan membersihkan lahan dengan membakar hutan.

"Saat ini semua pihak yang berkepentingan perlu melakukan tindakan antisipasi dan sosialisasi terhadap hal-hal yang dilakukan untuk tindakan pencegahan dari kebakaran hutan," kata Puan.

Khusus berkaitan dengan Karhutbunla, Presiden sebelumnya telah mengamanahkan Inpres No.11/2015 tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan kepada dua Kemenko (Kemenko Polhukam dan Kemenko PMK) beserta kementerian/lembaga terkait untuk bertugas merumuskan strategi dan upaya yang jitu mulai dari upaya pencegahan, pemadaman, hingga pemulihan pasca kebakaran. Kemenko PMK dalam Inpres ini sesuai tugas pokok dan fungsinya ditugaskan membantu Kemenko Polhukam.

Sebagai informasi, rapat kerja nasional pencegahan kebakaran hutan, kebun, dan lahan 2017 ini dihadiri oleh menko perekonomian, menko Polhukam, menko PMK, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Jajaran TNI/Polri dan lembaga terkait lainnya. (***)

 

primi sui motori con e-max