yt-banner1
yt-banner2

Koperasi dan UKM

Meliadi: KUR Diharapkan Bisa Optimalkan Potensi Perikanan Rakyat

DEMAK, JURNAL IBUKOTA:  Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) diharapkan bisa mengoptimalkan potensi perikanan rakyat yang peluangnya masih sangat besar untuk menyumbangkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Read more...

Konstruksi & Infrastruktur

Pembinaan Jasa Konstruksi Nasional, 74% Jumlah Paket Pekerjaan di Kementerian PUPR untuk Badan Usaha Kecil dan Menengah

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2019 mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 110,7 triliun, ditambah anggaran penanganan jalan nasional dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha Availaibility Payment  (KPBU-AP)sebesar Rp 5,1 triliun. Progres penyerapan anggaran Kementerian PUPR hingga 24 Maret 2019, yakni realisasi keuangan sebesar 6,59 % atau sebesar Rp 7,3 triliun dan realisasi fisik sebesar 7,13 %.

Read more...

Kiprah Ciputra di Ranah Properti

Oleh Agus S. Soerono

Wartawan Harian Ekonomi Neraca

JAKARTA: Ketika krisis ekonomi melanda Indonesia pada 1997-1998, banyak pengusaha nasional yang hengkang ke luar negeri. Namun Ciputra sebagai seorang anak bangsa,

tidak ikut-ikutan hengkang. Dia memutuskan untuk tetap berjuang di negeri sendiri. Ia pun tidak mau ngemplang, meskipun perusahaan miliknya, Ciputra Grup, ikut terkena badai krisis.

Ciputra terlahir sebagai anak ketiga dari pasangan Tjie Sim Poe dan Lie Eng Nio di kota kecil bernama Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931. Keluarga sederhana ini menjalankan sebuah usaha kecil berupa toko kelontong di rumah mereka di Bumbulan, sebuah tempat yang berjarak 150 kilometer dari Gorontalo.

Dia menjadi anak yatim sejak usia 12 tahun karena sang ayah ditangkap tentara pendudukan Jepang dengan tuduhan palsu menjadi mata-mata Belanda dan akhirnya meninggal. Keluarga itu semakin terpuruk setelah Jepang menutup satu-satunya usaha tumpuan hidup mereka berupa toko kelontong. Akhirnya keluarga Ciputra muda harus menderita dalam kemiskinan.
Kegetiran masa kanak-kanak yang diakibatkan meninggalnya sang ayah dan kemiskinan yang mendera menjadikan Ciputra muda bercita-cita untuk bekerja keras dan belajar demi membebaskan diri dan keluarga dari kemiskinan.

Tekad baja Ciputra muda dibuktikan dengan memasuki bangku sekolah dasar meski usianya sudah mencapai 12 tahun saat itu. Sebelum belajar di sekolah, ia harus bangun jam 5 pagi, memberi makan hewan-hewan ternaknya dan bersiap ke sekolah. Karena tidak memiliki kendaraan dan sekolahnya cukup jauh, ia harus terbiasa berjalan kaki setiap pagi sejauh 7 kilometer untuk sampai ke sekolah. Ia kembali pulang ke rumah dari sekolah dengan perut yang kosong. Belum lagi jika hari hujan saat hendak berangkat sekolah, ia harus kerepotan membungkus bajunya dalam daun woku (sejenis tanaman palem) agar tetap kering dan bisa dipakai di sekolah.

Meskipun dia terlambat menempuh pendidikan, Ciputra tidak merasa rendah diri apalagi patah semangat. Saat mencapai usia 16 tahun, Ciputra lulus dari bangku sekolah dasar untuk kemudian meneruskan pendidikan ke jenjang menengah di sebuah SMP di Gorontalo dan SMA di kota Manado. Diapun berprestasi di bidang olahraga yang diraih Ciputra muda dengan terpilih sebagai atlet lari 800 m dan 1500 meter di PON (Pekan Olahraga Nasional) II sebagai wakil dari Sulawesi Utara. Walaupun harus bekerja keras, Ciputra muda tetap dapat menunjukkan prestasi belajar yang memuaskan.

Itu cerita sekitar 80 tahun lalu. Namun kini nama Ciputra mempunyai makna tersendiri. Ketika menyebut nama Ciputra yang terbayang dalam pikiran kita adalah mengenai seorang pengusaha properti tangguh yang kini tengah berkibar. Ciputra yang memulai kariernya di bidang properti di PT Pembangunan Jaya, kini menjadi Raja Properti di Indonesia dengan Ciputra Grup-nya yang target total penjualannya pada 2012 Rp 10 triliun atau naik 80% dibandingkan dengan penjualan 2011 yang mencapai Rp 5,5 triliun. Bahkan kini bisnis propertinya sudah merambah ke mancanegara yaitu Vietnam, Kamboja, Myanmar dan China. Ciputra, Sang Pelopor adalah juga Sang Pejuang properti. Dia pantas menjadi contoh dan panutan bagi para entrepreneur muda dalam mengembangkan bisnisnya.

primi sui motori con e-max

Presiden Jokowi Resmikan Pasar Badung, Denpasar

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berharap pasar rakyat atau pasar tradisional di Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Bali, harus mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern, pasar modern, hingga Mal.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berharap pasar rakyat atau pasar tradisional di Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Bali, harus mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern, pasar modern, hingga Mal.

 

"Oleh karena itu, dengan program revitalisasi pasar, saya berharap pasar tradisional atau pasar rakyat bisa dikelola dengan manajemen yang baik dan bagus. Kebersihan pasar, termasuk kebersihan para pedagangnya, harus tetap dijaga. Jangan sampai becek, kotor, dan bau", tegas Presiden Jokowi saat meresmikan pasar rakyat Pasar Badung di Kota Denpasar, Jumat (22/3/2019).

Mitra

 

Untuk Pemasangan Iklan, Advertorial atau Press Release hubungi 0878-8989-9469 (SMS) atau 0878-0856-1199 (WA)http://www.jasamarga.com/


Kementerian PU dan Pera


Transportasi

Krist Ade: Astra Tol Tangerang-Merak Terus Kembangkan Layanan Jalan Tol

TANGERANG, JURNAL IBUKOTA: Presiden Direktur PT Marga Mandala Sakti (MMS) Krist Ade Sudiyono mengatakan menjelang akhir tahun 2018, Astra Tol Tangerang-Merak terus melakukan pengembangan terhadap berbagai aspek layanan jalan tol.

Read more...

Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Pasca Divestasi Saham, KLHK Harap Freeport Lebih Perhatikan Lingkungan

Pasca Divestasi Saham KLHK Harap Freeport Lebih Perhatikan LingkunganJAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  Penandatanganan pokok-pokok Perjanjian Divestasi Saham PT Freeport Indonesia (PTFI) berlangsung di Kementerian Keuangan, Kamis, (12 Juli 2018). Holding Industri Pertambangan PT. Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau INALUM, Freeport McMoran Inc. (FCX) dan Rio Tinto, telah melakukan penandatanganan pokok-pokok perjanjian terkait penjualan saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PTFI. Kepemilikan INALUM di PTFI setelah penjualan saham dan hak tersebut menjadi sebesar 51% dari semula 9,36%.

Read more...

Info Jalan Tol

Mulai Hari Ini, Jalan Tol Sei Rampah-Tebing Tinggi Dioperasikan Tanpa Tarif

Mulai hari ini, Senin, 25 Maret 2019 sejak pukul 00.00 WIB, Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi 7 (Sei Rampah-Tebing Tinggi) yang merupakan seksi terakhir dari Jalan Tol Medan-Kualanamu Tebing Tinggi mulai dioperasikan tanpa dikenakan tarif tol (Rp. 0.-).MEDAN, JURNAL IBUKOTA: Mulai hari ini, Senin, 25 Maret 2019 sejak pukul 00.00 WIB, Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi 7 (Sei Rampah-Tebing Tinggi) yang merupakan seksi terakhir dari Jalan Tol Medan-Kualanamu Tebing Tinggi mulai dioperasikan tanpa dikenakan tarif tol (Rp. 0.-).

Read more...