yt-banner1
yt-banner2

Koperasi dan UKM

Wirausaha Indonesia Harus Mampu Adaptasi dengan Revolusi Industri 4.0

BEKASI, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan peran perguruan tinggi di era revolusi industri 4.0, tidak hanya sebagai penghasil lulusan sarjana, tetapi juga sebagai Entrepreneurial University yaitu universitas yang bisa melahirkan para wirausahawan yang kreatif dan inovatif, serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

Read more...

Konstruksi & Infrastruktur

Pertama Kali, Upacara HUT RI Ke-73 di PLBN Entikong Berlangsung Khidmat

ENTIKONG, JURNAL IBUKOTA: Masyarakat yang tinggal di perbatasan di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat melaksanakan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 di lapangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Jumat (17/8/2018). Sejak diresmikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada Desember 2016 lalu, PLBN Entikong di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat telah menjadi ikon dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di perbatasan.

Read more...

Kapal Ternak Solusi Memperlancar Distribusi Sapi Lokal dari Produsen ke Konsumen

 Kapal khusus angkutan ternak Camara Nusantara I (CN 1) merupakan salah satu wujud implementasi Tol Laut yang mengangkut ternak dari daerah sentra produsen ke daerah konsumen.JAKARTA JURNAL IBUKOTA: Kapal khusus angkutan ternak Camara Nusantara I (CN 1) merupakan salah satu wujud implementasi Tol Laut yang mengangkut ternak dari daerah sentra produsen ke daerah konsumen. Fini Murfiani selaku Direktur Pengolahan dan Pemasaran hasil Peternakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian menyampaikan, keberadaan kapal ternak bertujuan untuk mendukung program pemenuhan pangan asal ternak, dan menjamin kelangsungan pendistribusian ternak melalui angkutan laut dengan kaidah animal welfare dari Provinsi NTT sampai ke DKI Jakarta dan sekitarnya.

 

“Dengan adanya kapal ternak ternak ini kita harapkan distribusi daging sapi melalui angkutan laut lancar dan cepat”, kata Fini Murfiani pada acara diskusi terbatas yang diselenggarakan oleh Harian Bisnis Indonesia di Ballroom Emerald Red Top Pecenongan Jakarta hari Senin tanggal 16 Oktober 2017.

Keberadaan kapal ternak menurut Fini Murfiani merupakan tindaklanjut dari rekomendasi Badan Litbang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK, 2012) yang menyataka bahwa distribusi dan tataniaga sapi belum berjalan dengan baik dari daerah sentra produksi ke daerah konsumen. Panjangnya rantai tata niaga ternak tersebut berdampak terhadap farm share (keuntungan) yang diterima peternak kecil. Biaya distribusi ternak dari daerah produsen ke daerah konsumen sangat tinggi terutama perdagangan antar pulau. Selain itu juga belum terintegrasinya antara kegiatan produksi dengan kegiatan pasca panen dan pemasaran seperti pasar ternak, Rumah Potong Hewan (RPH), pasar ritel dan industri pengolahan dengan peternak/gapoktan/koperasi peternak dalam suatu sistem supply chain management yang baik.

Fini Murfiani menjelaskan, distribusi sapi potong dari daerah sumber ternak ke wilayah Jabodetabek umumnya menggunakan kapal kargo dan dilanjutkan dengan angkutan truk yang membutuhkan waktu cukup lama. Menurutnya, kondisi pengangkutan hewan ternak dengan menggunakan kapal kargo penangannya belum maksimal, sehingga hewan ternak yang diangkut mengalami penyusutan bobot cukup besar umumnya mencapai 15% s.s. 22%. Untuk meningkatkan bobot sapi diperlukan recovery/pemulihan, sehingga menambah biaya pengeluaran yang harus ditanggung pedagang dan akhirnya sebagai kompensasinya harga ikut dibebankan kepada konsumen.

Untuk itu, penataan tata niaga ternak menjadi perhatian utama pemerintah melalui Kementerian Pertanian untuk menciptakan iklim usaha yang sehat, sehingga dapat mewujudkan peternakan yang berdaya saing dan mampu menyediakan bahan pangan asal ternak dari dalam negeri sendiri.

Lebih lanjut Fini Murfiani mengatakan, kapal ternak memiliki prospek bagus dan pengaruh positif sebagai salah satu komponen untuk mendukung pencapaian swasembada daging sapi karena: (1). adanya kepastian fasilitas transportasi laut yang reguler jadwalnya; (2). memenuhi aspek kesejahteraan hewan (animal welfare) karena kapal didesain dengan memenuhi standar Internasional; (3). mengurangi penyusutan bobot sapi selama perjalanan; (4) menambah nilai nominal yang sampai ketangan peternak, sehingga lebih menggairahkan bisnis sapi. Selain itu juga diperkuat dengan program Upsus Siwab dapat meningkatkan populasi dan supply sapi lokal; (5) mulai terpantau dan terdokumentasinya pergerakan sapi dengan lebih baik; (6) membantu pendataan sapi (dengan memberikan prioritas pemanfaatan kapal ternak bagi pengguna kapal yang memberikan laporan rutin pemutahiran data).

“Kedepan dengan bertambahnya jumlah kapal ternak, dapat tersusun sistem pemantauan pergerakan sapi yang dapat membantu mengendalikan harga dan persediaan menuju ke sistem yang lebih efisien pada rantai niaga sapi”, ucap Fini Murfiani.

Menurut Fini Murfiani, setiap pelayaran CN1 mampu mengangkut ternak sebanyak 500 ekor dan di tahun 2017 pada pelayaran ke-15 tanggal 2 Oktober 2017 telah mengangkut ternak sebanyak 7.500 ekor. “Animo pemanfaatan kapal cukup tinggi, sehingga jumlah 1 unit kapal yang sudah ada dirasakan kurang, hal ini terlihat dari 66.300 ekor target kuota pengeluaran ternak sapi dari NTT tahun 2017, Kapal ternak CN 1 hanya dapat mengangkut 12.000 ekor atau 18%”, kata Fini Murfiani.

Lebih lanjut dijelaskannya, pasokan sapi hidup yang berasal dari NTT dengan menggunakan kapal ternak dapat memperpendek rantai pasok distribusi sapi hidup, namun belum efektif dapat menekan harga di tingkat konsumen akhir. Kebutuhan pemotongan ternak di DKI Jakarta tiap hari mencapai sekitar 650 ekor, yang terdiri dari sapi ex impor Brahman Cross 95% dan sapi lokal 5%. Jika dikorelasikan dengan distribusi ternak melalui kapal ternak (1 unit kapal) dengan muatan 500 ekor per 2 minggu sekali maka kapal ternak baru berkontribusi 35 ekor per hari.

Fini berpendapat, dalam rantai tata niaga, kegiatan produksi dan pemasaran merupakan mata rantai yang tidak bisa dipisahkan sehingga perbaikan tata niaga ternak sapi dimulai dari perbaikan sektor hulu sampai sektor hilir. “Perbaikan tata niaga sapi dan daging sapi diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak dan menggerakan roda perekonomian pada sektor lainnya, sehingga dengan sendirinya mendorong para peternak untuk meningkatkan usaha peternakannya yang pada gilirannya akan meningkatkan populasi sapi dan produksi daging dalam negeri” ungkapnya.

Untuk itu, Fini menyampaikan, pemanfaatan kapal ternak akan menjadi lebih efektif dalam pemenuhan kebutuhan daging sapi di pasaran dengan memperhatikan beberapa hal, yaitu: pertama, kontinuitas pengangkutan sapi hidup, frekuensi keberangkatan kapal yang lebih banyak, serta penambahan daerah sumber pasokan sapi yang potensial selain dari NTT seperti dari NTB, Sulawesi Selatan, Bali, Lampung dan Jawa Timur.

Kedua, diupayakan integrasi transportasi angkutan khusus ternak, tidak hanya moda angkutan laut saja namun juga diperlukan moda angkutan darat untuk lintas Jawa, seperti Kereta Api dan angkutan dari lokasi ternak ke pasar-pasar ternak. Mengingat transportasi ternak membutuhkan spesifikasi khusus yang berbeda dengan barang lainnya.

Ketiga, penguatan kelembagaan peternak yang berbadan hukum, juga merupakan hal yang perlu disinergikan dengan kondisi iklim usaha saat ini, sehingga peternak mempunyai posisi tawar yang lebih baik di dalam pemasaran hasil peternakan

Keempat, dengan merevitalisasi RPH-RPH di daerah sumber ternak seperti NTT, NTB, Bali dan Lampung dengan fasilitas rantai dingin. Adanya cold storage di RPH, maka daging dapat didistribusikan ke Jabodetabek dalam bentuk chilled dan frozen. Pengangkutan daging frozen dan chilled dapat memanfaatkan kapal tol laut bersubsidi yang disediakan oleh Kementerian Perhubungan yang sudah memiliki kontainer berpendingin.

Kelima, perbaikan sistem pemotongan di RPH juga dilakukan dengan melakukan grading daging berdasarkan jenis potongan-potongan yang terstandar SNI. Seekor sapi akan memiliki nilai tambah yang tinggi jika semua komponen pada seekor sapi tersebut dimanfaatkan dengan baik.

Keenam, mengoptimalkan pengawasan dan pemantauan dinamika ketersediaan dan pasokan melalui Integrasi Database dan jaringan nformasi peternakan dan kesehatan hewan yang dapat diandalkan. Sistem ini melibatkan interaksi pengguna kapal dari mulai pengajuan rekomendasi pengeluaran ternak di Provinsi, penetapan pelaku usaha pengirim ternak sampai laporan penerimaan ternak dan perkembangan distribusi ternak di wilayah konsumen oleh perusahaan penerima ternak, Dengan demikian diharapkan dinamika ketersediaan dan potensi pasokan kebutuhan daging di masyarakat dapat diketahui dengan akurat.

“Kami juga akan mendorong terlaksananya kerjasama dengan instansi terkait untuk operasional pemanfaatan kapal ternak berupa MoU sebagai kunci dari efektifitas pemanfaatan kapal ternak di dalam mendukung swasembada daging sapi”, tuturnya. (Agus)

 

primi sui motori con e-max

Gempa 7,0 SR Guncang Lombok Utara, NTB

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan dampak gempa 7 SR yang mengguncang wilayah Lombok, Sumbawa dan Bali pada 5/8/2018 pukul 18.46 WIB telah menyebabkan berbagai wilayah mengalami kerusakan. Jumlah korban terus bertambah. Data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB mencatat sebanyak 98 orang meninggal dunia, 236 orang luka-luka, ribuan rumah rusak dan pengungsi mencapai ribuan jiwa yang tersebar di berbagai lokasi.Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan dampak gempa 7 SR yang mengguncang wilayah Lombok, Sumbawa dan Bali pada 5/8/2018 pukul 18.46 WIB telah menyebabkan berbagai wilayah mengalami kerusakan. Jumlah korban terus bertambah. Data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB mencatat sebanyak 98 orang meninggal dunia, 236 orang luka-luka, ribuan rumah rusak dan pengungsi mencapai ribuan jiwa yang tersebar di berbagai lokasi.

Mitra

 

Untuk Pemasangan Iklan, Advertorial atau Press Release hubungi 0878-8989-9469 (SMS) atau 0878-0856-1199 (WA)http://www.jasamarga.com/


Kementerian PU dan Pera

Novel “Jayaning Majapahit: Kisah Para Kesatria Penjaga Samudera” karya Agus S. Soerono penerbit Gramedia Pustaka Utama sudah dapat dibeli di semua toko buku Gramedia di seluruh Indonesia.

Transportasi

Kris Ade: Volume Lalu Lintas pada Periode Mudik 2018 Naik 5,6% di Ruas Tol Tangerang - Merak

CIUJUNG, JURNAL IBUKOTA: Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti Kris Ade Sudiyono mengatakan peningkatan volume lalu lintas pada periode mudik Tahun 2018 diperkirakan 5,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017.

Read more...

Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Pasca Divestasi Saham, KLHK Harap Freeport Lebih Perhatikan Lingkungan

Penandatanganan pokok-pokok Perjanjian Divestasi Saham PT Freeport Indonesia (PTFI) berlangsung di Kementerian Keuangan, Kamis, (12 Juli 2018). Holding Industri Pertambangan PT. Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau INALUM, Freeport McMoran Inc. (FCX) dan Rio Tinto, telah melakukan penandatanganan pokok-pokok perjanjian terkait penjualan saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PTFI. Kepemilikan INALUM di PTFI setelah penjualan saham dan hak tersebut menjadi sebesar 51% dari semula 9,36%.JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  Penandatanganan pokok-pokok Perjanjian Divestasi Saham PT Freeport Indonesia (PTFI) berlangsung di Kementerian Keuangan, Kamis, (12 Juli 2018). Holding Industri Pertambangan PT. Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau INALUM, Freeport McMoran Inc. (FCX) dan Rio Tinto, telah melakukan penandatanganan pokok-pokok perjanjian terkait penjualan saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PTFI. Kepemilikan INALUM di PTFI setelah penjualan saham dan hak tersebut menjadi sebesar 51% dari semula 9,36%.

Read more...

Info Jalan Tol

Proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Kejar Target Penyelesaian Pembangunan Konstruksi

BALIKPAPAN, JURNAL IBUKOTA: Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dengan total panjang 99,35 Km akan menghubungkan 2 kota besar di Kalimantan yaitu Kota Balikpapan dan Kota Samarinda. Jalan tol yang ditargetkan untuk bisa diselesaikan pada penghujung tahun 2018, sehingga dapat beroperasi penuh pada awal tahun 2019 ini, menunjukkan progres positif, hingga awal Agustus 2018, progres Seksi 2, Seksi 3 dan Seksi 4 adalah 63,31% sementara progres konstruksi Seksi 1 sampai dengan Seksi 5 adalah 65,25%. Hingga awal bulan Agustus 2018, progres pembebasan lahan telah mencapai 95,47% dari total keseluruhan lahan. 

Read more...