yt-banner1
yt-banner2

Koperasi dan UKM

Kemenkop dan UKM Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM KUMKM di Pontianak

PONTIANAK, JURNAL IBUKOTA: Untuk meningkatkan daya saing usaha mikro kecil, menengah dan koperasi, serta meningkatkan penghidupan berkelanjutan berbasis usaha mikro, Kementerian Koperasi dan UKM menggelar pelatihan peningkatan kapasitas SDM di Kalimantan Barat. 

Read more...

Konstruksi & Infrastruktur

Ketersediaan Infrastruktur Air Minum dan Sanitasi di Kabupaten Asmat Akan Ditingkatkan

ASMAT, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memprioritaskan pembangunan infrastruktur air bersih dan sanitasi untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua. Meski sebagian besar lahan berupa rawa dengan pasang surut tinggi, namun Kabupaten Asmat memiliki curah hujan sangat tinggi dan sungai yang bisa menjadi sumber air baku. 

Read more...

Lestarikan Cagar Budaya, Kemenko PMK Anggap Potensi Besar Bagi Dunia Wisata

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) berkomitmen untuk memajukan kebudayaan nasional agar bermanfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Khususnya terkait cagar budaya Indonesia yang memiliki potensi besar bagi dunia pariwisata.  

 

"Indonesia memiliki potensi yang luar biasa hebat. Keragaman masyarakat, budaya dan situs-situs bersejarah merupakan modal besar untuk mendatangkan jutaan wisatawan untuk berkunjung," ucap Asisten Deputi (Asdep) Warisan Budaya Kemenko PMK, Pamuji Lestari di Kantornya.

Banyak potensi cagar budaya yang ada di Indonesia, selama ini dirasakan belum berdampak positif bagi masyarakat. Seharusnya, kata Pamuji, cagar budaya di masing-masing daerah bisa menjadi tempat edukasi, wisata hingga berdampak pada perekonomian masyarakat. 

"Cagar budaya memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan, dan kesejahteraan,” tegasnya lagi.

Pamuji mengambil contoh cagar budaya di Yogyakarta yang dirasakan mempunyai andil cukup besar dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama bagi masyarakat/komunitas di sekitar kawasan daerah tujuan wisata.

 “Di samping itu pariwisata dapat menjadi wahana bagi masyarakat untuk meningkatkan rasa cinta Tanah Air, menjaga kelestarian lingkungan, menjaga nilai-nilai tradisi dan sosial budaya, serta dapat dijadikan wahana untuk mengatasi pengangguran dan penanggulangan kemiskinan," katanya.

Lebih lanjut, Pamuji menjelaskan bahwa dalam mengembangkan cagar budaya memang banyak tantangannya. Contohnya, cagar budaya yang terkena langsung oleh hujan dan sinar matahari sangat rentan mengalami kerusakan dan pelapukan. Belum lagi kerusakan yang disebabkan oleh manusianya.

Karena itu, ia menganggap bahwa untuk menjaminkan keberlanjutan cagar budaya, maka ia harus dilestarikan dan dikelola secara tepat melalui upaya perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan serta pembinaan dalam rangka memajukan kebudayaan nasional untuk sebesar-besarnya bermanfaat bagi kemakmuran rakyat. 

 

"Kita memerlukan upaya bersama dalam menjaga dan melestarikan warisan sejarah," tambah Pamuji. Kemenko PMK dalam hal ini telah melakukan langkah koordinasi dengan K/L terkait.

Bagi Pamuji, pelestarian cagar budaya itu tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tapi juga pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat sipil dan semuanya mempunyai peran yang sama. 

“Untuk lebih mengoptimalkan upaya pelestarian cagar budaya, maka koordinasi antar seluruh pemangku kepentingan harus terus ditingkatkan. Seiring dengan itu, maka seluruh program kegiatan pelestarian cagar budaya harus direncanakan secara sistematis, terpadu, terintegrasi, dan berkesinambungan, serta berbasis pada pemberdayaan masyarakat,” harap Pamuji lagi. (***)

 

primi sui motori con e-max

Pendidikan dan Kebudayaan

Presiden Jokowi Tinjau DAS Citarum

 Presiden Joko Widodo menyadari bahwa revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS)  Citarum bukanlah pekerjaan mudah yang dapat diselesaikan hanya dalam hitungan hari, bulan, bahkan 1 atau 2 tahun. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat bertemu dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, penggiat lingkungan hidup di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis, 22 Februari 2018.

PRESIDEN Joko Widodo menyadari bahwa revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS)  Citarum bukanlah pekerjaan mudah yang dapat diselesaikan hanya dalam hitungan hari, bulan, bahkan 1 atau 2 tahun. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat bertemu dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, penggiat lingkungan hidup di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis, 22 Februari 2018.

 

Mitra

 

Untuk Pemasangan Iklan, Advertorial atau Press Release hubungi 0878-8989-9469 (SMS) atau 0878-0856-1199 (WA)http://www.jasamarga.com/


Kementerian PU dan Pera

Novel “Jayaning Majapahit: Kisah Para Kesatria Penjaga Samudera” karya Agus S. Soerono penerbit Gramedia Pustaka Utama sudah dapat dibeli di semua toko buku Gramedia di seluruh Indonesia.

Pertanian

Kemenko PMK Dorong Optimalisasi Ekonomi Desa Melalui Bidang Pertanian

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Staf Ahli Menteri Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan Ekonomi Kreatif dan Ketenagakerjaan, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Sidqy Leggo Pangesthi Suyitno mengatakan, perlu sekali pemerintah mendorong optimalisasi potensi ekonomi desa melalui bidang pertanian.

Read more...

Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Menko Puan: Diperlukan Kesadaran untuk Mencegah Kebakaran Hutan

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan perlu sekali upaya bersama untuk membangun kesadaran dalam mencegah kebakaran hutan, kebun dan lahan pada tahun 2018 mendatang.

Read more...

Transportasi

Lampaui Target, Jasa Marga Peroleh Skor 725,5 dalam KPKU tahun 2017

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. memperoleh skor 725,5 dalam Kriteria Penilaian Kinerja Umum (KPKU) tahun 2017 yang digelar oleh Forum Ekselen BUMN (FEB). Skor tersebut mengalami peningkatan dibandingkan skor yang diperoleh oleh Jasa Marga pada KPKU tahun 2016, yakni dengan raihan skor sebesar 688,5 dan telah berhasil melampaui target dari penilaian KPKU tahun 2017 yaitu 696.JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  PT Jasa Marga (Persero) Tbk. memperoleh skor 725,5 dalam Kriteria Penilaian Kinerja Umum (KPKU) tahun 2017 yang digelar oleh Forum Ekselen BUMN (FEB). Skor tersebut mengalami peningkatan dibandingkan skor yang diperoleh oleh Jasa Marga pada KPKU tahun 2016, yakni dengan raihan skor sebesar 688,5 dan telah berhasil melampaui target dari penilaian KPKU tahun 2017 yaitu 696.

Read more...