yt-banner1
yt-banner2

Koperasi dan UKM

Pengawasan Koperasi di Perancis Dinilai Sangat Kuat

PARIS, JURNAL IBUKOTA: Koperasi di Perancis tumbuh secara luar biasa dan menjadi salah satu ujung tombak perekonomian nasional. Di negara tersebut, PDB koperasi menyumbang 12% terhadap PDB nasional.  

Read more...

Konstruksi & Infrastruktur

Menteri Basuki dan Menteri Sri Mulyani Cek Kesiapan Arena Olahraga di Kompleks GBK

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani meninjau beberapa arena olahraga di Kawasan GBK guna memastikan pekerjaan selesai sesuai target yang akan digunakan pada Asian Games XVIII tahun 2018.

Read more...

Muhadjir: Jangan Mau Jadi Bangsa Pecundang, tapi Harus Jadi Bangsa Pemenang

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan bangsa Indonesia jangan mau jadi bangsa pecundang, tapi harus jadi bangsa pemenang.JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan bangsa Indonesia jangan mau jadi bangsa pecundang, tapi harus jadi bangsa pemenang.

 

“Kita harus jadi bangsa pemenang,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy mengutip Presiden Joko Widodo ketika membuka Festival Literasi Sekolah di Plasa Insan Berprestasi Kemdikbud, Jakarta, Jumat (27/10/2017).

Menurut Muhadjir, kita jangan biasa menjelek-jelekkan bangsa sendiri di luar negeri, karena terpengaruh oleh peringkat rendah yang kita miliki, di mana peringkat tersebut dibuat oleh lembaga di luar negeri.

“Kita jangan terlalu cepat percaya dengan peringkat yang dibuat oleh lembaga di luar negeri,” katanya.

Menurut dia, kita tidak tahu apa maksud lembaga pemeringkat di luar negeri yang memberi nilai rendah.

“Angka peringkat tersebut dibuat rendah untuk mematahkan semangat yang membara untuk benar-benar berjuang,” ujarnya.

Menurut dia, dalam setiap kesempatan Presiden Jokowi selalu mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang bisa besar, bangsa yang memiliiki potensi menjadi bangsa yang besar.

“Kita harus mensyukuri hal tersebut,” katanya.

Menurut dia, banyak bangsa yang kesulitan karena tidak mempunyai potensi untuk menjadi bangsa besar, sekali pun mereka bisa menjadi bangsa maju.

“Kita mempunyai potensi luar biasa, dengan wilayah yang sangat luas, dengan kekayaan alam dan kekayaan budaya yang luar biasa besar, dan bermacam ragam flora fauna. Semua itu menjadi potensi besar kalau kita bisa mengkapitalisasinya,” tambahnya.

Menurut Muhadjir, dengan segala potensi tersebut kelak kita akan bisa menjadi bangsa yang besar.

“Yang penting marllah kita pergunakan segala potensi tersebut sebagai modal untuk menjadi bangsa yang besar, sebagai senjata bagi anak keturunan kita untuk mengambil alih tongkat estafet, agar menjadi bangsa yang maju dan setara dengan negara- negara lainnya,” katanya.

Sebagai indikator negara besar, katanya, dari jumlah penduduk, bangsa Indonesia merupakan negara keempat terbesar di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat.

“Ada negara tetangga kita yang sekarang sudah maju, tapi tidak pernah menjadi negara besar karena penduduknya tidak lebih dari 5 juta,” katanya.

Menurut dia, ada pula tetangga kita yang sudah maju, namun diyakini tidak akan pernah menjadi besar, karena jumlah penduduk nya hanya 25 juta.

“Kita sekarang belum hebat, tapi dengan penduduk 250 juta jiwa, pasti Indonesia bisa menjadi negara besar,” ujarnya. (Agus)

 

primi sui motori con e-max

Pendidikan dan Kebudayaan

Pertanian

Kapal Ternak Solusi Memperlancar Distribusi Sapi Lokal dari Produsen ke Konsumen

JAKARTA JURNAL IBUKOTA: Kapal khusus angkutan ternak Camara Nusantara I (CN 1) merupakan salah satu wujud implementasi Tol Laut yang mengangkut ternak dari daerah sentra produsen ke daerah konsumen. Fini Murfiani selaku Direktur Pengolahan dan Pemasaran hasil Peternakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian menyampaikan, keberadaan kapal ternak bertujuan untuk mendukung program pemenuhan pangan asal ternak, dan menjamin kelangsungan pendistribusian ternak melalui angkutan laut dengan kaidah animal welfare dari Provinsi NTT sampai ke DKI Jakarta dan sekitarnya.

Read more...

Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Perhutanan Sosial: Masyarakat Dapat Akses Legal Kelola Kawasan Hutan

Alunan musik lesung dari masyarakat Hukum Adat Kasepuhan Karang, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, terdengar merdu mengiringi kedatangan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, dalam pembukaan Festival Perhutanan Sosial Nusantara (PeSoNa) di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta (06/09/2017).JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Alunan musik lesung dari masyarakat Hukum Adat Kasepuhan Karang, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, terdengar merdu mengiringi kedatangan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, dalam pembukaan Festival Perhutanan Sosial Nusantara (PeSoNa) di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta (06/09/2017).

Read more...

Transportasi

Pasca Penyesuaian Tarif Kondisi Lalu Lintas Tol Tangerang-Merak Berjalan Lancar

Manager Humas Theresia Dyah memberikan Souvenir dan Tabel Penyesuaian Tarif kepada pengguna jalanTANGERANG, JURNAL IBUKOTA: Sejak diberlakukannya penyesuaian tarif tol Ruas Cikupa-Merak pada 21 November pukul 00.00 WIB, kondisi lalu lintas Jalan Tol Tangerang-Merak berlangsung lancar.

Read more...