Muhadjir: Badan Bahasa Berperan Strategis dalam Sediakan Bahan Literasi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memegang peran strategis dalam penyediaan bahan literasi dalam gerakan Literasi Nasional Kemdikbud.JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memegang peran strategis dalam penyediaan bahan literasi dalam gerakan Literasi Nasional Kemdikbud.

 


"Bahan literasi tersebut berupa bacaan yang membantu penumbuhan budi pekerti anak bangsa," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy ketika membuka Pertemuan Penulis Tahap II di Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indah, Kamis  (5/10/ 2017).

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Prof Dr Dadang Sunendar beserta jajarannya, Kepala Puskurbuk Dr. Awaludin Tjalla. Narasumber kegiatan ini antara lain Kepala Pusat Pembinaan Prof Dr Gufran Ali Ibrahim.

Kepala Badan Bahasa Dadang Sunendar mengatakan jika tahun lalu Badan Bahasa sudah menerbitkan 165 buku bahan bacaan cerita rakyat. " Tahun ini Badan Bahasa sudah menyerahkan 266 buku bahan bacaan kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) untuk dinilai, dan selanjutnya akan diterbitkan oleh Badan Bahasa jika lolos," kata
Menurut dia, penyediaan bahan bacaan literasi yang dilakukan melalui Sayembara Penulisan  Bahan Bacaan Literasi 2017.

"Dari 727 naskah yang masuk telah terpilih 120 naskah bacaan yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan," katanya.

Dadang mengatakan penulis terpilih diundang ke Jakarta pada pertemuan Penulis Tahap I pada 6-8 Juni 2017 untuk merevisi naskah mereka sesuai dengan masukan dewan juri sayembara.

"Aspek yang ditinjau dan diperbaiki adalah kesesuaiannya dengan tingkat pendidikan, materi yang mendukung budi pekerti, penggunaan bahasa Indonesia dan aspek grafika," ujarnya.

Dadang mengatakan setelah direvisi penulis, bahan bacaan pun dikirim ke Puskurbuk untuk dinilai kelayakannya menjadi bahan bacaan di sekolah -sekolah Indonesia.

Sedangkan pertemuan penulis tahap II kali ini menjadi media penulis untuk menyelaraskan bahan bacaannya sesuai dengan penilaian dan rekomendasi Puskurbuk.

"Selain itu, pertemuan ini juga bermaksud untuk memperkuat pemahaman penulis mengenai bacaan yang baik dan menumbuhkan budi pekerti," tambahnya. (Agus)

primi sui motori con e-max