yt-banner1
yt-banner2

Koperasi dan UKM

Pengawasan Koperasi di Perancis Dinilai Sangat Kuat

PARIS, JURNAL IBUKOTA: Koperasi di Perancis tumbuh secara luar biasa dan menjadi salah satu ujung tombak perekonomian nasional. Di negara tersebut, PDB koperasi menyumbang 12% terhadap PDB nasional.  

Read more...

Konstruksi & Infrastruktur

Menteri Basuki dan Menteri Sri Mulyani Cek Kesiapan Arena Olahraga di Kompleks GBK

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani meninjau beberapa arena olahraga di Kawasan GBK guna memastikan pekerjaan selesai sesuai target yang akan digunakan pada Asian Games XVIII tahun 2018.

Read more...

Kemenko PMK Ajak Masyarakat Waspadai Ancaman Diabetes Melitus

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Penyakit gula (Diabetes melitus) telah menjadi ancaman dunia. Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial, di Kantor Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Tubagus Achmad Choesni mewanti-wanti agar masyarakat lebih serius menghadapinya dengan cara hidup sehat.

 

Tubagus Achmad Choesni mengatakan, Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang menyebabkan produktivitas masyarakat menjadi menurun dan para penderita harus berobat setiap hari dengan biaya yang tidak sedikit.

"Jika seseorang yang sudah terkena penyakit kronis, mereka tidak bisa bekerja terlalu capek. Jadi, bagi negara hal ini tidak hanya menimbulkan beban biaya tetapi juga akan menurunkan produktivitas masyarakat," tutur Tb Ahmad Choesni di Kantor Kemenko PMK Selasa sore (14/11/2017).

Berkaitan dengan Hari Diabetes Sedunia Senin ini, Choesni mengimbau warga masyarakat mewaspadainya bahwa penyakit diabetes kini telah menjadi penyakit kronis terbesar di seluruh dunia."Ini semua diakibatkan oleh gaya hidup masyarakat yang tidak sehat, banyak orang suka makan manis tetapi jarang suka olahraga," ucap Choesni yang gemar olah raga lari ini.

Riset Kesehatan Dasar Nasional menyebutkan bahwa terdapat 9,1 juta jiwa penderita diabetes melitus (DM) pada tahun 2013, dan diprediksi akan mencapai 21,3 juta jiwa pada tahun 2030. Ini artinya biaya kesehatan yang akibatkan oleh penyakit DM dan penyakit katastropik lainnya seperti jantung, kanker, paru-paru, akan menjadi beban besar jika tidak segera diatasi.

"BPJS Kesehatan telah mengalami defisit pada tahun 2016 sebesar Rp 1.7 triliun dan 2017 mencapai Rp 1.5 triliun yang disebabkan oleh penyakit katastropik," kata Choesni.

Lebih lanjut, Pengawal isu dana BPJS itu berharap, Masyarakat bisa hidup lebih sehat, mendapatkan asupan gizi yang cukup, olahraga dan melaksanakan aturan sesuai gerakan masyarakat hidup sehat. Untuk menangani hal ini, lanjut Choesni, BPJS telah memiliki Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

"Melalui program tersebut, pelayanan kesehatan akan melakukan pendekatan promotif dan preventif yang dikembangkan BPJS Kesehatan bekerja sama dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Pendekatannya proaktif secara terintegrasi melibatkan peserta untuk ikut berupaya menjaga hidup sehat," Choesni menjelaskan.

Pemerintah dalam hal ini juga memiliki program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2018 yang menargetkan 10 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat) tercover oleh BPNT tahun 2018 nanti. Dalam bantuan tersebut  diarahkan BPNT selain digunakan untuk membeli beras juga digunakan untuk membeli telur.

“Hal Ini penting karena pada akhirnya harapan semua masyarakat bisa hidup sehat terwujud dan jauhnya lagi beban penyakit kronis tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” ujarnya lagi.

Kemenko PMK dalam hal ini telah melaksanakan sebagai mana fungsinya yakni melakukan Koordinasi, Sinkronisasi dan Pengendalian dengan stakeholder agar penanganan penyakit katastropik bisa berjalan efisien dan efektif.

Terakhir, pejabat Kemenko PMK itu mengharapkan, dalam peringatan Hari Diabetes Sedunia ini pola hidup sehat masyarakat bisa benar-benar dijaga. Diabetes Melitus dan juga penyakit katastropik lainnya harus dideteksi sejak dini agar pengobatannya bisa segera dilakukan dan hal tersebut bisa menghindarkan kita dari berbagai komplikasi yang membahayakan serta biaya perawatan yang mahal.

"Penyakit Diabet akan memberikan komplikasi ke penyakit berbahaya lainnya. Jika tidak dicegah atau dideteksi sejak dini ditakutkan akan menimbulkan komplikasi ke penyakit jantung, hipertensi, atau ginjal. Mereka yang terkena penyakit DM harus disuntik dan pemberian insulinnya harus dikontrol, penyakit ini masih sulit untuk disembuhkan," katanya lagi. (Agus)

 

primi sui motori con e-max

Pendidikan dan Kebudayaan

Pertanian

Kapal Ternak Solusi Memperlancar Distribusi Sapi Lokal dari Produsen ke Konsumen

JAKARTA JURNAL IBUKOTA: Kapal khusus angkutan ternak Camara Nusantara I (CN 1) merupakan salah satu wujud implementasi Tol Laut yang mengangkut ternak dari daerah sentra produsen ke daerah konsumen. Fini Murfiani selaku Direktur Pengolahan dan Pemasaran hasil Peternakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian menyampaikan, keberadaan kapal ternak bertujuan untuk mendukung program pemenuhan pangan asal ternak, dan menjamin kelangsungan pendistribusian ternak melalui angkutan laut dengan kaidah animal welfare dari Provinsi NTT sampai ke DKI Jakarta dan sekitarnya.

Read more...

Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Perhutanan Sosial: Masyarakat Dapat Akses Legal Kelola Kawasan Hutan

Alunan musik lesung dari masyarakat Hukum Adat Kasepuhan Karang, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, terdengar merdu mengiringi kedatangan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, dalam pembukaan Festival Perhutanan Sosial Nusantara (PeSoNa) di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta (06/09/2017).JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Alunan musik lesung dari masyarakat Hukum Adat Kasepuhan Karang, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, terdengar merdu mengiringi kedatangan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, dalam pembukaan Festival Perhutanan Sosial Nusantara (PeSoNa) di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta (06/09/2017).

Read more...

Transportasi

Pasca Penyesuaian Tarif Kondisi Lalu Lintas Tol Tangerang-Merak Berjalan Lancar

Manager Humas Theresia Dyah memberikan Souvenir dan Tabel Penyesuaian Tarif kepada pengguna jalanTANGERANG, JURNAL IBUKOTA: Sejak diberlakukannya penyesuaian tarif tol Ruas Cikupa-Merak pada 21 November pukul 00.00 WIB, kondisi lalu lintas Jalan Tol Tangerang-Merak berlangsung lancar.

Read more...