yt-banner1
yt-banner2

Koperasi dan UKM

Kemenkop UKM Sampai 31 Desember 2017 Salurkan KUR Rp 96,7 Triliun

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati mengatakan realisasi penyaluran Kredit Usaha rakyat (KUR) sampai 31 Desember 2017 sebesar Rp 96,7 triliun (87,9%) dari pagu kredit sebesar Rp110 triliun. 

Read more...

Konstruksi & Infrastruktur

Tol Belmera Tersambung Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi April 2018

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  Konstruksi Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) seksi 1 (Tanjung Morawa-Parbarakan) sepanjang 10,75 km ditargetkan selesai April 2018. Dengan selesainya seksi tersebut maka Tol MKTT akan tersambung dengan Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera) sepanjang 34 km yang dikelola oleh PT. Jasa Marga.  

Read more...

Presiden Jokowi: Pelestarian Hutan Untuk Kesejahteraan Rakyat

Pengelolaan hutan yang baik mutlak diperlukan untuk menjaga kelestariannya. Indonesia sebagai negara dengan luas kawasan hutan yang tergolong besar tentu memerlukan perencanaan dan pengelolaan hutan yang baik dan berkelanjutan.JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Pengelolaan hutan yang baik mutlak diperlukan untuk menjaga kelestariannya. Indonesia sebagai negara dengan luas kawasan hutan yang tergolong besar tentu memerlukan perencanaan dan pengelolaan hutan yang baik dan berkelanjutan.

 

Maka itu, saat memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2017 di Gedung Manggala Wana Bhakti, Jakarta, pada Rabu, 2 Agustus 2017, Presiden Joko Widodo memberikan pandangannya terkait dengan bagaimana seharusnya Indonesia mengelola hutannya agar dapat lebih produktif. Menurutnya, diperlukan langkah-langkah terobosan dan upaya baru yang harus dilakukan jajarannya untuk mewujudkan hal itu.

"Penting memiliki sebuah strategi besar pembangunan hutan yang memiliki dimensi ekonomi dan lingkungan. Kita perlu melakukan sebuah koreksi besar, mestinya ada corrective action agar ada sebuah terobosan," ujar Presiden.

Bagi Presiden, pengelolaan hutan yang dilakukan haruslah memperhatikan dimensi ekonomi dan lingkungan. Artinya, pemanfaatan nilai ekonomis hutan harus seimbang dengan upaya pelestariannya.

Menurutnya, pengelolaan hutan di Indonesia saat ini tidak jauh lebih baik dibandingkan dengan negara lainnya. Bahkan, hutan di berbagai daerah di Indonesia menurutnya belum memberikan manfaat signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Jangan sampai hutan tidak memberikan apa-apa kepada rakyat. Dalam sekian tahun, mohon maaf, pengelolaan hutan kita berada pada posisi yang monoton, tidak ada pembaruan," kata Presiden.

Ia mencontohkan pengelolaan hutan yang dilakukan oleh negara lain. Di negara yang dicontohkan oleh Presiden itu, pengelolaan hutan dapat memberikan sumbangsih bagi kegiatan ekonomi dengan tetap memperhatikan pelestarian lingkungan.

"Saya ingin memberikan contoh, misalnya Swedia dan Finlandia. Ekonominya hampir 70-80 persen berasal dari pengelolaan hutan yang baik. Saya kira kita tidak usah sulit-sulit, tiru dan nanti disesuaikan dengan keadaan hutan di negara kita," ucapnya.

Presiden kemudian meminta jajarannya di Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk mempelajari bagaimana kedua negara tersebut mengelola hutannya dengan memperhatikan aspek lingkungan dan ekonominya. Ia sekaligus mengingatkan, segera hentikan program maupun rencana kehutanan yang berorientasi proyek.

"Ini harus dihentikan. Jangan lagi ada program-program atau rencana-rencana yang orientasinya proyek. Sudah hentikan itu!" ia menegaskan.

Bagi Presiden, sudah terlalu lama pengelolaan hutan dilakukan hanya dengan berorientasi pada proyek semata. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku memiliki data siapa saja yang bermain proyek di sektor kehutanan.

Sebab dalam mengelola hutan, lanjutnya, dibutuhkan sosok yang memiliki jiwa mulia dan etos kerja yang baik yang mampu benar-benar menjalankan amanat untuk melindungi hutan. Ia sembari menegaskan, hutan lindung haruslah dilindungi.

"Jangan hanya namanya taman nasional tapi digerogoti sedikit-sedikit. Tahu-tahu sudah ratusan atau ribuan hektare kita biarkan. Jangan terus-terusan seperti itu. Nanti dalam forum tertutup akan saya buka semuanya," ujarnya.

*Presiden Saksikan Penyerahan Penghargaan Kalpataru*

Dalam acara itu, Presiden Joko Widodo turut menyaksikan penyerahan penghargaan Kalpataru dan penghargaan lingkungan hidup lain untuk tahun 2017. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dengan didampingi Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution.

Penghargaan Kalpataru sendiri merupakan penghargaan yang diberikan kepada individu maupun kelompok yang dinilai berjasa dalam merintis, mengabdi, menyelamatkan, dan membina perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan Indonesia.

Tahun ini, Kalpataru diberikan kepada 10 orang penerima. Sementara penghargaan lainnya yang berupa Adipura Kencana diberikan kepada 6 orang, Adipura kepada 16 orang, Adiwiyata Mandiri kepada 24 orang, dan Nirwasita Tantra kepada 9 orang yang terdiri atas 3 gubernur, 3 bupati, dan 3 wali kota.

"Hidup kita orang Indonesia dari dulu sudah bergantung dan menjadi satu dengan alam. Ini yang kita tidak boleh lupa. Sebab alam Indonesia adalah bagian penting dari identitas kita sebagai manusia Indonesia," demikian pandangan Presiden Joko Widodo terkait dengan pelestarian lingkungan.

Turut mendampingi Presiden, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Tampak pula hadir diantaranya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, serta Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar. (Agus).

 

primi sui motori con e-max

Pendidikan dan Kebudayaan

Presiden Jokowi Resmikan Embung di NTT

“Kuncinya di NTT termasuk di Kabupaten Rote Ndao, hanya satu, air. Jika ada air, maka pertanian, perkebunan, peternakan bisa meningkat,” kata Presiden Joko Widodo seusai peresmian proyek-proyek strategis Kementerian PUPR di Kabupaten Ndao, yang dipusatkan di Embung Saina, Selasa (9/1).

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun berbagai infrastruktur di seluruh Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke, mulai dari Pulau Miangas hingga Pulau Rote. Infrastruktur menjadi kunci peningkatan daya saing bangsa dan pemerataan hasil pembangunan.

Pulau Rote sebagai pulau paling selatan Indonesia dikenal sebagai daerah rawan air. Kementerian PUPR telah melakukan program penyediaan dan pengelolaan air tanah dan air baku melalui pembuatan sumur bor dan embung.

“Kuncinya di NTT termasuk di Kabupaten Rote Ndao, hanya satu, air. Jika ada air, maka pertanian, perkebunan, peternakan bisa meningkat,” kata Presiden Joko Widodo seusai peresmian proyek-proyek strategis Kementerian PUPR di Kabupaten Ndao, yang dipusatkan di Embung Saina, Selasa (9/1). 

Mitra

 

Untuk Pemasangan Iklan, Advertorial atau Press Release hubungi 0878-8989-9469 (SMS) atau 0878-0856-1199 (WA)http://www.jasamarga.com/


Kementerian PU dan Pera

Novel “Jayaning Majapahit: Kisah Para Kesatria Penjaga Samudera” karya Agus S. Soerono penerbit Gramedia Pustaka Utama sudah dapat dibeli di semua toko buku Gramedia di seluruh Indonesia.

Pertanian

Kemenko PMK Dorong Optimalisasi Ekonomi Desa Melalui Bidang Pertanian

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Staf Ahli Menteri Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan Ekonomi Kreatif dan Ketenagakerjaan, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Sidqy Leggo Pangesthi Suyitno mengatakan, perlu sekali pemerintah mendorong optimalisasi potensi ekonomi desa melalui bidang pertanian.

Read more...

Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Menko Puan: Diperlukan Kesadaran untuk Mencegah Kebakaran Hutan

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan perlu sekali upaya bersama untuk membangun kesadaran dalam mencegah kebakaran hutan, kebun dan lahan pada tahun 2018 mendatang.

Read more...

Transportasi

Lampaui Target, Jasa Marga Peroleh Skor 725,5 dalam KPKU tahun 2017

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. memperoleh skor 725,5 dalam Kriteria Penilaian Kinerja Umum (KPKU) tahun 2017 yang digelar oleh Forum Ekselen BUMN (FEB). Skor tersebut mengalami peningkatan dibandingkan skor yang diperoleh oleh Jasa Marga pada KPKU tahun 2016, yakni dengan raihan skor sebesar 688,5 dan telah berhasil melampaui target dari penilaian KPKU tahun 2017 yaitu 696.JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  PT Jasa Marga (Persero) Tbk. memperoleh skor 725,5 dalam Kriteria Penilaian Kinerja Umum (KPKU) tahun 2017 yang digelar oleh Forum Ekselen BUMN (FEB). Skor tersebut mengalami peningkatan dibandingkan skor yang diperoleh oleh Jasa Marga pada KPKU tahun 2016, yakni dengan raihan skor sebesar 688,5 dan telah berhasil melampaui target dari penilaian KPKU tahun 2017 yaitu 696.

Read more...