yt-banner1
yt-banner2

Koperasi dan UKM

Kemenkop dan UKM Minta Pemerintah Lebih Bijaksana Buat Peraturan Pajak bagi KUMKM

SUKABUMI, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Koperasi dan UKM meminta pemerintah lebih bijaksana dalam membuat peraturan perpajakan bagi pelaku Koperasi dan UMKM. Sebab peraturan yang ada, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2013 dinilai belum sepenuhnya mencerminkan rasa keadilan bagi KUMKM di Tanah Air.

Read more...

Konstruksi & Infrastruktur

Elek Yo Band : Kompak Bekerja Kompak Berkesenian

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Sebagai pembantu Presiden Joko Widodo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri selalu kompak dalam bekerja terutama menyangkut kebijakan lintas Kementerian/Lembaga.

Read more...

Mengais Rezeki dari Banjir Yang Melanda Jakarta

JAKARTA (Jurnal): Siapa mengira bahwa dari banjir besar yang melanda Ibukota Jakarta dan sekitarnya, serta berbagai daerah di Indonesia, ternyata bisa menjadi ladang penghasilan bagi warga yang mau basah kuyup di tengah air banjir yang mencapai tinggi selutut atau bahkan sepinggang.

 

Sejumlah orang menawarkan gerobak untuk melewati daerah banjir

Ketika penulis hendak liputan ke daerah Cikini, Selasa (15/1) Jakarta Pusat dari Cipondoh Tangerang, ketika melintas di terowongan di bawah jalan tol Jakarta-Merak, backpack yang biasanya ditaruh di depan lutut, harus dipindah ke punggung. Sementara itu, sepatu harus dilepas dan diganti dengan sandal yang selalu siap di bagasi. Alhamdulillah banjir semata kaki itu bisa dilewati dengan aman.

Yang nekad menuntun motornya  melintasi genangan banjir
Yang nekad menuntun motornya melintasi genangan banjir

Perjalanan dilanjutkan menuju Ciledug. Dari Ciledug menuju Pasar Lembang, mulai ada genangan seperti tadi. Sampai di lampu merah, jalan macet. Ada kecurigaan di depan sana terjadi banjir. Penulis berbelok ke kiri menuju Jalan H. Mencong. Tidak jauh dari persimpangan dengan Ciledug Raya, kembali terjadi macet.
Lalu ambil haluan menuju Yadika yang ke arah Joglo Raya. Alamak Di jalan ini jalan macet. Agaknya terjadi banjir besar di kali Nyeburin yang ada di depan. Apa boleh buat. Maksud hati hendak menerobos genangan banjir, tapi sayang-sayang motor yang belum lunas cicilannya.
“Pak, naik gerobak saja. Di depan banjirnya dalam. Sampai sepinggang,” kata seseorang menawarkan jasa.
“Berapa bayarnya?”
“Dua puluh ribu pak.”
“Sepuluh ribu ya?”
“Gak bisa pak. Kalau mau dua puluh ribu saja.”
Dua puluh ribu masih makes sense lah. Ketimbang motor rusak.
“OK.”
Setelah lewat titik banjir itu, alhamdulilah sampai Cikini tak ada banjir yang berarti.
Setelah selesai liputan, untuk menghindari daerah Yadika-Joglo yang macet karena banjir, penulis memutar ke arah Karang Mulia, menuju Karang Tengah. Sampai Karang Mulia masih aman-aman saja. Tapi begitu sampai Perumahan Departemen Dalam Negeri dan Dep. Kehutanan banjir itu kembali menghadang.
“Dalam gak airnya di depan?”
“Wah dalam pak. Dalamnya sepinggang. Naik gerobak saja pak!”
“Berapa bayarnya?”
“Seratus ribu saja pak”
“Apa? Seratus ribu?”
“Iya pak.”
“Dua puluh ribu ya?”
“Gak bisa pak. Kalau mau tujuh puluh ribu aja.”
Waduh…
“Pak kalau gak mau. Ke pinggir saja. Supaya tidak menghalangi yang mau lewat,” kata orang itu.
Penulis menepi. Seseorang yang rupanya enggan membayar sebanyak itu, sedang membungkus knalpot motornya dengan plastik.
“Diapain tuh motornya?”
“Dibungkus knalpotnya agar tak kemasukan air pak.”
“Terus diapain?”

Banjir pun menjadi berkah bagi yang mau berusaha
Banjir pun menjadi berkah bagi yang mau berusaha

“Sebelum dibungkus lubang knalpot disumpel pakai kertas pak. Setelah disumpel, dibungkus, lalu motor dituntun menuju seberang, tapi mesin jangan dihidupkan.”
Woww boleh juga akal orang ini ditiru.
Setelah sampai pertengahan banjir, ketika penulis sudah ngos-ngosan seseorang menawarkan jasa.
“Saya dorong ya pak.”
Tanpa menunggu diiyakan, orang itu sudah mendorong motor sampai ke seberang. Ketika sumpel knalpot dibuka, ternyata motor bisa hidup. Tak pelak uang Rp 10.000 keluar dari kocek untuk orang yang menawarkan jasa mendorong motor di tengah banjir.
Kejadian serupa terjadi lagi di depan Ciledug Indah yang airnya setinggi pinggang dan sekolah Harapan Jaya.
Brrrr. Dinginnya. Berendam di tengah banjir di tengah malam… Semoga besok tidak jadi meriang nih  badan.(aGs/man)

primi sui motori con e-max

Pendidikan dan Kebudayaan

Pertanian

Kemenko PMK Dorong Optimalisasi Ekonomi Desa Melalui Bidang Pertanian

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Staf Ahli Menteri Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan Ekonomi Kreatif dan Ketenagakerjaan, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Sidqy Leggo Pangesthi Suyitno mengatakan, perlu sekali pemerintah mendorong optimalisasi potensi ekonomi desa melalui bidang pertanian.

Read more...

Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Menko Puan: Diperlukan Kesadaran untuk Mencegah Kebakaran Hutan

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan perlu sekali upaya bersama untuk membangun kesadaran dalam mencegah kebakaran hutan, kebun dan lahan pada tahun 2018 mendatang.

Read more...

Transportasi

Lampaui Target, Jasa Marga Peroleh Skor 725,5 dalam KPKU tahun 2017

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. memperoleh skor 725,5 dalam Kriteria Penilaian Kinerja Umum (KPKU) tahun 2017 yang digelar oleh Forum Ekselen BUMN (FEB). Skor tersebut mengalami peningkatan dibandingkan skor yang diperoleh oleh Jasa Marga pada KPKU tahun 2016, yakni dengan raihan skor sebesar 688,5 dan telah berhasil melampaui target dari penilaian KPKU tahun 2017 yaitu 696.JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  PT Jasa Marga (Persero) Tbk. memperoleh skor 725,5 dalam Kriteria Penilaian Kinerja Umum (KPKU) tahun 2017 yang digelar oleh Forum Ekselen BUMN (FEB). Skor tersebut mengalami peningkatan dibandingkan skor yang diperoleh oleh Jasa Marga pada KPKU tahun 2016, yakni dengan raihan skor sebesar 688,5 dan telah berhasil melampaui target dari penilaian KPKU tahun 2017 yaitu 696.

Read more...