Ketua LSF: Mulai 28 Oktober 2016 Tak Boleh Ada Lagi Film Asing Didubbing

Film dubbing Mencari Dory dari film aslinya Finding Dory yang cukup sukses di Indonesia. Mulai 28 Oktober film dubbing seperti itu akan digunting LSF.JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Ahmad Yani Basuki mengatakan mulai 28 Oktober 2016 tidak boleh lagi di-dubbing ke dalam bahasa Indonesia.

 

------------------

Film dubbing Mencari Dory dari film aslinya Finding Dory yang cukup sukses di Indonesia. Mulai 28 Oktober film dubbing seperti itu akan digunting LSF.

----------------------------------

“MARAKNYA film asing yang didubbing ke bahasa Indonesia dinilai sebagai ancaman bagi industri perfilman nasional. Pasalnya, dubbing akan membuat film asing lebih mudah diakses penonton, terutama anak-anak,” kata Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Ahmad Yani Basuki dalam diskusi panel ‎Sinkronisasi Kebijakan dalam Sensor Film di Jakarta, Kamis (11/8/2016).

Menurut dia, Disney saat ini tengah gencar-gencarnya mengincar Indonesia. Semua filmnya akan didubbing dan inilah yang ditakutkan para pelaku industri film.

Menurut Yani, pihaknya masih mentoleransi dubbing film asing itu sampai 28 Oktober 2016. “Kami masih persuasif dan memberi imbauan dan peringatan kepada mereka untuk tidak mendubbing lagi film asing, terutama yang mengincar segmen usia anak-anak dan remaja,” katanya. 

Menurut dia, film asing  yang boleh didubbing hanya film yang sifatnya untuk pendidikan.

“Kalau film hiburan, apalagi yang menyasar usia anak-anak dan remaja tidak boleh didubbing. Harus dalam bahasa aslinya,” katanya.

Menurut Yani, para produser nasional juga telah diingatkan untuk mengadakan self censorship dalam memproduksi film. “Kalau dulu kami memang menyiapkan gunting untuk memotong adegan-adegan yang brutal, sadis dan tidak mendidik lainnya, maka sekarang kami  hanya mengimbau agar produser mengurangi kalau bias meniadakan adegan-adegan yang tidak pantas itu,” katnya.

Dengan demikian, katanya,  hal itu akan lebih mendidik produser film untuk melakukan self censorship dalam diri mereka, mana adegan yang pantas atau tidak pantas dalam film yang mereka produksi.

“Hal itu akan mendidik insan film menjadi lebih dewasa,” katanya. (Agus)

 

primi sui motori con e-max