yt-banner1
yt-banner2

Koperasi dan UKM

Menkop dan UKM Dorong Industri Jasa Boga Lestarikan Kuliner Tradisional

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  Pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata akan banyak berimbas ke sektor lain seperti industri jasa boga yang sebagian besar adalah pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). 

Read more...

Konstruksi & Infrastruktur

Kementerian PUPR Terus Berupaya Tingkatkan Kualitas Belanja Anggaran

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan kualitas belanja anggaran infrastruktur yang memberikan manfaat sebesar-besarnya (value for money). Hal ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo bahwa APBN menjadi instrumen fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan ekonomi yang berkeadilan. 

Read more...

Mayoritas UMKM Belum Mendapatkan Manfaat dari Teknologi Digital

 Mayoritas pelaku UMKM   (Usaha Mikro Kecil Menengah) belum mendapatkan manfaat dari teknologi digital. Padahal, potensi ekonomi UMKM di Indonesia sangatlah besar.JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Mayoritas pelaku UMKM   (Usaha Mikro Kecil Menengah) belum mendapatkan manfaat dari teknologi digital. Padahal, potensi ekonomi UMKM di Indonesia sangatlah besar.

 

 

Saat ini ada 62,92 juta unit usaha atau 99,92% dari total unit usaha di Indonesia adalah UMKM dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 60% serta penyerapan tenaga kerja 116,73 juta orang atau 97,02% dari total angkatan kerja yang bekerja.

 

" Kenapa mayoritas pelaku UMKM belum mendapat manfaaat digital teknologi? itu karena sebagian besar pelaku UMKM belum sepenuhnya melek teknologi digital," ujar Staf khusus Menkop dan UKM, Agus Muharram, dalam sambutannya pada Digital Revolution Summit The Payoneer Forum, di Jakarta, Sabtu (7/7/2018).

 

Ikut hadir dalam acara yang dipenuhi anak muda itu,  itu Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani, Payoneer Marketing Manager South East Asia, Maya Williams dan Sunil Tolani, Co Founder &CEO IDAFF, serta praktisi internet lainnya.

 

Agus mengutip data Delloite Access Economics, menunjukkan lebih dari sepertiga UKM tti di Indonesia  (36%) masih offline, sepertiga lainnya (37%) hanya memiliki kemampuan online yang sangat mendasar seperti komputer atau akses broadband. Hanya sebagian kecil (18%) yang memiliki kemampuan online menengah (menggunakan web atau medsos) dan kurang dari sepersepuluh (9%) adalah bisnis online lanjutan dengan kemampuan e-commerce.

 

Data dari McKinsey Global Institute malah menunjukkan hanya 5 persen UKM yang sudah mampu bertransaksi online.

 

"Padahal keterlibatan UKM secara digital bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 2 persen. Bahkan, diprediksi bisa memiliki pertumbuhan pendapatan antara 23-80 persen jika trampil memanfaatkan teknologi digital.

 

Kampung Digital

 

Lebih lanjut Agus mengatakan, pemerintah menyadari masih terdapat permasalahan atau tantangan    yang dihadapi UMKM terlebih di era globalisasi dan ekonomi digital, di antaranya terkait peningkatan kapasitas SDM, akses dan penguasaan teknologi informasi, pembiayaan, dan pendanaan alternatif, manajemen bisnis modern, akses pasar global dan integrasi mata rantai regional dan global.

 

Untuk itu, pemerintah dan khususnya Kemenkop dan UKM terus menerus melakukan upaya mewujudkan KUMKM yang berdaya saing berbasis digital. " Dan tentunya memastikan ekonomi digital mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas khususnya KUMKM," tegasnya.

 

Ia memberi contoh pengembangan Kampung Digital yang merupakan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak (pemerintah, BUMN, Perguruan Tinggi, swasta, media dan masyarakat), dalam membangun dan mewujudkan KUMKM yang maju, mandiri dan modern.

 

Sementara untuk peningkatan kapasitas SDM KUMKM, pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak menfasilitasi pelatihan technopreneur, fasilitasi pemasaran produk KUMKM melalui pengembangan e-commerce dan sebagainya.

 

Literasi Digital Kurang

 

Sementara itu Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani mengakui, masih rendahnya literasi digital terhadap UMKM. Karena itu pihaknya bekerja sama dengan instansi lain melakukan berbagai program secara masif agar UMKM bisa dengan baik mengenal dan menggunakan digital ekonomi.

 

"Perekonomian global  sedang melakukan transformasi besar-besaran,  kalau tak terlibat kita akan tertinggal," kata Semuel.

 

Apalagi pertumbuhan pengguna internet di Indonesia sangatlah besar, dari 32 juta pada lima tahun lalu menjadi 143,26 juta  pada 2016.

 

"Pada 2030, Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi kelima, jika kita bisa memanfaatkan   digital ekonomi. Di atas kita ada Cina, USA, India dan Jepang. Di bawah kita ada Rusia, Jerman, Brazil, Meksiko dan Inggris," katanya.

 

Semuel memberi contoh beberapa program yang sudah berjalan antara lain loket e commerce, menggodok peraturan perlindungan konsumen, agar data pengguna internet tak disalahgunakan pihak lain.

Selain itu juga dilakukan pembangunan infrastruktur 5 ribu BTS, dengan tujuan seluruh wilayah Indonesia bisa mengakses internet. 

Pembangunan jaringan logistik dan keamanan pengguna internet.

"Kita juga memggalakkan produk dalam negeri agar bisa dijual online, karena saat ini baru sekitar 10 persen saja barang dan jasa di internet, yang asli produk dan jasa buatan Indonesia."

 

Ia menjelaskan saat ini UMKM yang menggunakan jasa internet mendekati 4 juta, sementara pada 2020 ditargetken menjadi 8 juta UMKM.

 

"Semua orang bisa masuk digital ekonomi, karena intinya digital ekonomi adalah sharing ekonomi siapapun yang terlibat memberi nilai tambah akan mendapat  bagian," katanya. 

 

Semuel berharap akan muncul Unicorn baru dari Indonesia (Nexticorn), menyusul nama-nama Unicorn seperti Gojek, Bukalapak dan Tokopedia. (Agus)

 

 

primi sui motori con e-max

Menteri Basuki dan Sri Mulyani Resmikan Jembatan

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendampingi Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meresmikan Jembatan Leta Oar Ralan yang menghubungkan Pulau Yamdena dan Pulau Larat, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku pada Kamis, (10/1/19). Peresmian dilakukan di atas jembatan yang ditandai dengan penekanan tombol sirine dan dilanjutkan penandatanganan prasasti oleh Menkeu Sri Mulyani.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendampingi Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meresmikan Jembatan Leta Oar Ralan yang menghubungkan Pulau Yamdena dan Pulau Larat, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku pada Kamis, (10/1/19). Peresmian dilakukan di atas jembatan yang ditandai dengan penekanan tombol sirine dan dilanjutkan penandatanganan prasasti oleh Menkeu Sri Mulyani.

Mitra

 

Untuk Pemasangan Iklan, Advertorial atau Press Release hubungi 0878-8989-9469 (SMS) atau 0878-0856-1199 (WA)http://www.jasamarga.com/


Kementerian PU dan Pera


Transportasi

Krist Ade: Astra Tol Tangerang-Merak Terus Kembangkan Layanan Jalan Tol

TANGERANG, JURNAL IBUKOTA: Presiden Direktur PT Marga Mandala Sakti (MMS) Krist Ade Sudiyono mengatakan menjelang akhir tahun 2018, Astra Tol Tangerang-Merak terus melakukan pengembangan terhadap berbagai aspek layanan jalan tol.

Read more...

Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Pasca Divestasi Saham, KLHK Harap Freeport Lebih Perhatikan Lingkungan

Pasca Divestasi Saham KLHK Harap Freeport Lebih Perhatikan LingkunganJAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  Penandatanganan pokok-pokok Perjanjian Divestasi Saham PT Freeport Indonesia (PTFI) berlangsung di Kementerian Keuangan, Kamis, (12 Juli 2018). Holding Industri Pertambangan PT. Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau INALUM, Freeport McMoran Inc. (FCX) dan Rio Tinto, telah melakukan penandatanganan pokok-pokok perjanjian terkait penjualan saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PTFI. Kepemilikan INALUM di PTFI setelah penjualan saham dan hak tersebut menjadi sebesar 51% dari semula 9,36%.

Read more...

Info Jalan Tol

Kunjungi Tol Trans Jawa, Komisi VI DPR RI Tekankan Soal Sosialisasi Tarif

Rombongan Anggota Komisi VI DPR RI mengadakan kunjungan kerja reses ke Jalan Tol Solo-Ngawi, Kamis (14/2). Kunjungan sebanyak 12 Anggota Komisi VI DPR RI ini guna memantau perkembangan dan dinamika salah satu ruas tol dalam koridor Tol Trans Jawa tersebut. SOLO, JURNAL IBUKOTA: Rombongan Anggota Komisi VI DPR RI mengadakan kunjungan kerja reses ke Jalan Tol Solo-Ngawi, Kamis (14/2). Kunjungan sebanyak 12 Anggota Komisi VI DPR RI ini guna memantau perkembangan dan dinamika salah satu ruas tol dalam koridor Tol Trans Jawa tersebut. 

Read more...