yt-banner1
yt-banner2

Koperasi dan UKM

Korea Tawarkan Perluasan Akses Pembiayaan UMKM Indonesia

NUSA DUA, JURNAL IBUKOTA: Korea Selatan melalui Industrial Bank of Korea menawarkan perluasan akses pembiayaan bagi UMKM di Indonesia dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan.

Read more...

Konstruksi & Infrastruktur

Mitigasi Bencana : Kepatuhan Pembangunan Sesuai Zonasi Tata Ruang Perlu Ditegakkan

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan pentingnya masyarakat untuk bisa hidup harmonis dengan bencana. Terlebih Indonesia merupakan negara yang berada di cincin api sehingga rawan gempa bumi dan tsunami. 

Read more...

UKM Tanaman Hias di Lombok "Naik Kelas" Usaha Berkat KUR

Pelaku UKM tanaman hias di NTB yakni Indah Trisnawati pemilik usaha Lombok Orchid mampu menaikkan kelas usaha ke skala yang lebih tinggi tidak lama berselang setelah mendapatkan pembiayaan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR).MATARAM, JURNAL IBUKOTA: Pelaku UKM tanaman hias di NTB yakni Indah Trisnawati pemilik usaha Lombok Orchid mampu menaikkan kelas usaha ke skala yang lebih tinggi tidak lama berselang setelah mendapatkan pembiayaan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR).

 

 

Indah Trisnawati saat ditemui di nurserynya yang terletak di Jalan Dakota, Rembiga Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu, mengatakan usahanya semakin berkembang setelah mengakses KUR dua tahun silam.

 

"Saya memulai usaha dari hobi, bersama suami, kami awalnya penasaran mengapa orang menyukai anggrek dan ada yang begitu fanatik," katanya.

 

Perempuan yang lahir di Sragen 36 tahun lalu itu kemudian membeli beberapa anggrek di nursery-nursery. Ia menemukan ternyata merawat anggrek itu perlu kesabaran yang tinggi.

 

Ibu dua anak itu pun mencari ilmu dari nursery ke nursery hingga akhirnya menemukan bahwa masing-masing jenis anggrek membutuhkan perawatan yang berbeda.

 

Ia membangun nursery kecil bermodal Rp15 juta dari tabungannya untuk usaha pembesaran bibit anggrek pada mulanya yakni sekitar 2015.

 

"Saat ini saya belum terlalu serius karena juga mengikuti suami yang berpindah-pindah tugas sampai kemudian kami memutuskan saya menetap di Lombok dan suami di Surabaya," katanya.

 

Saat berjauhan dengan suami itu kemudian terpikir olehnya untuk lebih fokus pada usaha yang telah dikembangkannya. "Saya berpikir kenapa saya tidak mulai untuk seriusi usaha saya ini, toh sudah mulai banyak yang tahu," katanya.

 

Ia pun mulai memperluas usahanya tidak sekadar menjual anggrek jenis Anggrek bulan, Dendrobium, Vanda, Catleya, Oncydium, Cymbidium tapi juga keperluan pendukungnya termasuk media tanam seperti arang, pakis, spagnum moss, sprayer, dan pupuk untuk anggrek berkualitas.

 

Bahkan ia tidak ingin berpelit-pelit ilmu dan menyediakan pelatihan serta konsultasi tentang cara merawat anggrek agar tampil cantik dan rajin berbunga.

 

Indah pun merasa perlu modal tambahan untuk usahanya. Ia mencari informasi ke sana ke mari agar bisa mengakses pembiayaan ke bank. Nyatanya, perbankan menyaratkan kepemilikan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) hingga ia pun berupaya mencari tahu.

 

"Ternyata tidak sulit mengurusnya hanya tinggal menyiapkan persyaratan tidak sampai berhari-hari kartu IUMK itu jadi. Dari situ saya langsung sering mendapatkan informasi dari dinas-dinas tentang pelatihan dan pembinaan UMKM," kata Indah.

 

Ia pun mendapatkan jalan untuk mengakses KUR tanpa kesulitan sampai pada akhirnya usahanya disetujui mendapatkan perkuatan modal dari KUR sebesar Rp25 juta.

 

"Dengan uang itu saya belikan bibit dan keperluan tanam, memperluas tempat usaha, jadi usaha saya semakin besar, karyawan juga ditambah," kata mantan penyiar itu.

 

Ia melengkapi koleksi tanamannya sampai lebih dari 50 jenis anggrek untuk memenuhi permintaan pasar. Bunga Anggrek yang harganya cukup mahal bisa disiapkan apabila ada pesanan. Nama Lombok Orchid pun semakin diperhitungkan, pasarnya meluas sampai menjadi langganan hotel-hotel dan tempat pertemuan di seantero Lombok.

 

Indah merasakan omzetnya mulai naik signifikan hingg 40 persen dari sebelum ia mengakses KUR.

 

Tak berhenti sampai di situ, Indah pun memperluas usahanya dengan menyediakan

jasa sewa tanaman indoor di Lombok dan memperkuat divisi pelatihan.

 

Usahanya kini meraup omzet perbulan hingga puluhan juta usaha lantaran ia fokus pada pengelolaan manajemen yang ketat. "Saya kan pernah dapat pelatihan soal manajemen dari Dinas Koperasi dan UKM ini berguna sekali," katanya.

 

Ia menerapkan ilmu yang didapatkan pada usahanya termasuk untuk membuat usahanya berbeda dengan kompetitor. "Soal harga misalnya saya selalu pasang tertulis berapa-berapanya, jadi pembeli begitu masuk ke sini langsung tahu kisaran harganya. Tidak ada main-main harga di sini semua ada harga patokan," katanya.

 

Kepada karyawannya ia pun menerapkan standar operasi prosedur (SOP) sehingga usahanya tetap berjalan dengan rapi, mudah diawasi, dan terkontrol.

 

Pada 2017, ia mendapatkan informasi program bantuan modal Wirausaha Pemula dari Kementerian Koperasi dan UKM. Tanpa ragu ia turut serta mengajukan diri untuk mengikuti seleksi.

 

"Saya optimistis karena usaha saya memiliki nilai tambah jadi bukan sekadar menjual anggrek, saya juga melakukan edukasi, membuka pusat pelatihan anggrek untuk siapapun mulai dari masyarakat umum, pelajar, mahasiswa," katanya.

 

Optimismenya berbuah manis, Indah mendapatkan bantuan modal Wirausaha Pemula sebesar Rp11 juta yang kemudian digunakannya untuk memperluas usaha. Usahanya kini semakin besar dan ia bahkan diperhitungkan sebagai salah satu wirausaha muda di Lombok yang berhasil.

 

"Saya berterima kasih atas semua kemudahan dan fasilitas yang diberikan Pemerintah Jokowi-JK sehingga pelaku usaha pemula seperti saya bisa merintis usaha dengan baik dan berkembang seperti sekarang," katanya.

 

Plh. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB H. Mohamad Imran mengatakan di wilayahnya mulai banyak berkembang para pelaku UKM yang tangguh yang seiring waktu mampu membantu perekonomian NTB khususnya dalam hal penyerapan tenaga kerja.

 

"Kami memiliki perhatian khusus kepada mereka sehingga para pelaku UKM ini terus kami dampingi dan kami bina agar kemudian bisa naik kelas ke skala usaha yang lebih tinggi," katanya.

 

Beberapa program pemerintah yang terus disosialisasikannya kepada para pelaku KUKM di antaranya KUR, kredit Usaha Mikro (UMi), Wirausaha Pemula, fasilitasi hak cipta, Lamikro, dan kepemilikan Nomor Induk Koperasi (NIK) bagi koperasi. (Agus)

 

 

primi sui motori con e-max

Gempa 7,0 SR Guncang Lombok Utara, NTB

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan dampak gempa 7 SR yang mengguncang wilayah Lombok, Sumbawa dan Bali pada 5/8/2018 pukul 18.46 WIB telah menyebabkan berbagai wilayah mengalami kerusakan. Jumlah korban terus bertambah. Data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB mencatat sebanyak 98 orang meninggal dunia, 236 orang luka-luka, ribuan rumah rusak dan pengungsi mencapai ribuan jiwa yang tersebar di berbagai lokasi.Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan dampak gempa 7 SR yang mengguncang wilayah Lombok, Sumbawa dan Bali pada 5/8/2018 pukul 18.46 WIB telah menyebabkan berbagai wilayah mengalami kerusakan. Jumlah korban terus bertambah. Data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB mencatat sebanyak 98 orang meninggal dunia, 236 orang luka-luka, ribuan rumah rusak dan pengungsi mencapai ribuan jiwa yang tersebar di berbagai lokasi.

Mitra

 

Untuk Pemasangan Iklan, Advertorial atau Press Release hubungi 0878-8989-9469 (SMS) atau 0878-0856-1199 (WA)http://www.jasamarga.com/


Kementerian PU dan Pera

Novel “Jayaning Majapahit: Kisah Para Kesatria Penjaga Samudera” karya Agus S. Soerono penerbit Gramedia Pustaka Utama sudah dapat dibeli di semua toko buku Gramedia di seluruh Indonesia.

Transportasi

ASTRA Tol Tangerang-Merak Terus Tingkatkan Kualitas Jalan

TANGERANG, JURNAL IBUKOTA : PT Marga Mandalasakti (ASTRA Tol Tangerang-Merak) terus berupaya memberikan pelayanan optimal bagi penguna Jalan. Hal tersebut diwujudkan dengan dilakukan pekerjaan pelebaran jalur dan peningkatan kualitas jalan di sepanjang Ruas Tol Tangerang-Merak yang dimulai dari Cikupa KM 31+900 sampai dengan Balaraja Barat 39+200 arah Merak dan Jakarta.

Read more...

Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Pasca Divestasi Saham, KLHK Harap Freeport Lebih Perhatikan Lingkungan

Penandatanganan pokok-pokok Perjanjian Divestasi Saham PT Freeport Indonesia (PTFI) berlangsung di Kementerian Keuangan, Kamis, (12 Juli 2018). Holding Industri Pertambangan PT. Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau INALUM, Freeport McMoran Inc. (FCX) dan Rio Tinto, telah melakukan penandatanganan pokok-pokok perjanjian terkait penjualan saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PTFI. Kepemilikan INALUM di PTFI setelah penjualan saham dan hak tersebut menjadi sebesar 51% dari semula 9,36%.JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  Penandatanganan pokok-pokok Perjanjian Divestasi Saham PT Freeport Indonesia (PTFI) berlangsung di Kementerian Keuangan, Kamis, (12 Juli 2018). Holding Industri Pertambangan PT. Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau INALUM, Freeport McMoran Inc. (FCX) dan Rio Tinto, telah melakukan penandatanganan pokok-pokok perjanjian terkait penjualan saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PTFI. Kepemilikan INALUM di PTFI setelah penjualan saham dan hak tersebut menjadi sebesar 51% dari semula 9,36%.

Read more...

Info Jalan Tol

Sambut Kepulangan Tim Relawan, Jasa Marga Siap Salurkan Bantuan Tahap ke-2 untuk Korban Gempa dan Tsunami Palu

Manajemen PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menyambut kepulangan Tim Relawan Jasa Marga Peduli di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta, Kamis (11/10). Tim Relawan Jasa Marga Peduli tersebut baru saja menjalani tugas kemanusiaan di Palu, Sulawesi Tengah.JAKARTA, JURNAL IBUKOTA : Manajemen PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menyambut kepulangan Tim Relawan Jasa Marga Peduli di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta, Kamis (11/10). Tim Relawan Jasa Marga Peduli tersebut baru saja menjalani tugas kemanusiaan di Palu, Sulawesi Tengah.

Read more...