yt-banner1
yt-banner2

Koperasi dan UKM

Mengembalikan Peran Koperasi Perikanan sebagai penyelenggara pelelangan ikan di TPI

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, penyelengaraan pelelangan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang sebelumnya dilakukan oleh koperasi diambil alih oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Dari 144 koperasi perikanan penyelenggara pelelangan ikan di pulau Jawa, tinggal 48 koperasi perikanan sebagai penyelenggara pelelangan ikan di TPI, sisanya 96 koperasi perikanan sudah tidak sebagai penyelenggara pelelangan ikan di TPI dan ini berdampak pada penurunan kinerja koperasi perikanan, yang kurang maksimal dalam memberikan pelayanan kepada nelayan anggotanya.

Read more...

Konstruksi & Infrastruktur

15 Venue Olahraga di Kompleks GBK Sudah Rampung

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku Ketua Pengarah Panitia Nasional Penyelenggaraan Asian Games XVIII tahun 2018 atau disebut Panitia Nasional Inasgoc (Indonesia Asian Games Organizing Committee) memimpin rapat koordinasi kesiapan penyelenggaraan Asian Games XVIII di Wisma Serbaguna, Gedung INASGOC, Senayan Jakarta, Senin (19/2/2018). 

Read more...

Bisnis Startup Bisa Didorong Menjadi Besar

Menristek dan Dikti M Nasir berharap bisnis Startup di Indonesia bisa tumbuh menjadi besar, hingga mampu pula menjadi industri besar. TANGERANG, JURNAL IBUKOTA: Menristek dan Dikti M Nasir berharap bisnis Startup di Indonesia bisa tumbuh menjadi besar, hingga mampu pula menjadi industri besar. "Kita sekarang menghadapi tantangan besar di era Revolusi Industri ke-4, bila dulu kita melihat secara fisik tapi kini sudah cyber digital system", tegas Menristek Dikti pada acara National Startup Summit (NSS) 2018 dengan tema Startup for All, di Convention Hall ICE, BSD City, Tangerang, Selasa (6/2).

 

 

Acara yang digagas oleh Chairman NSS 2018 yang juga CEO Arrbey Consulting Handito Joewono tersebut, dihadiri pula Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram, Dirjen Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Pangerapan, dan Tokoh Wirausaha yang juga Menteri Perumahan Rakyat periode 1983-1988 Cosmas Batubara.

 

Menristek pun mencontohkan fenomena terkini dimana bisnis berbasis teknologi informasi mampu mendulang penghasilan hingga ratusan miliar rupiah. Misalnya, bisnis transportasi online. "Siapa yang menyangka mereka bisa menjadi besar seperti sekarang. Oleh karena itu, saya selalu mendorong agar pelaku bisnis Startup bisa maju dan besar. Saya juga ingin anak muda era milenial mampu menghasilkan inovasi terbaik untuk bisa menjual produk dalam negeri", tutur Menristek Dikti.

 

Menristek menambahkan, pihaknya memiliki program strategis dalam mengembangkan bisnis Startup di Indonesia. Yaitu, program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT). "Kita mendidik anak muda berjiwa wirausaha yang suka akan tantangan. Dari 661 orang anak muda yang masuk seleksi, kita mampu membentuk pelaku Startup berkelas internasional sebanyak 15 orang. Saya pernah jumpa salah satunya berbisnis dan sukses di London", ungkap Menristek.

 

Menristek juga mengimbau agar pelaku bisnis Startup tidak takut akan kegagalan. Karena, dalam setiap kegagalan akan mendapatkan satu ilmu lain untuk menuju kesuksesan. "Dalam bisnis Startup, kita akan menemukan tiga unsur penting, yaitu inovator, inverter, dan juga investor", kata dia lagi.

 

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram mengungkapkan, kunci keberhasilan pelaku bisnis Startup dan wirausaha pemula harus memiliki lima poin penting. Yaitu, pengetahuan, skill, networking, menangkap peluang, dan sikap perilaku. "Meski kita berhasil lulus kuliah dengan Cum Laude, belum tentu berhasil secara ekonomi", tegas Agus.

 

Menurut Agus, lima kunci tersebut harus dimiliki karena saling terkait satu sama lain. "Pengetahuan tanpa skill, masih belum cukup untuk mencapai keberhasilan secara maksimal. Dengan skill tinggi kita bisa menciptakan brand yang dikenal punya pengaruh yang kuat dalam memasarkan produk dari seseorang sebagai pelaku bisnis Startup. Tapi pengetahuan dan skill juga akan lebih baik bila Startup memiliki networking bisnis yang luas. Begitu pula bila perlu memiliki kemampuan lebih untuk menangkap peluang yang ada. Dan yang tak kalah penting adalah sikap perilaku seorang Startup, yang juga bisa menentukan sukses tidaknya kita dalam berbisnis ke depan", kata Agus.

 

Dalam mengembangkan dan memajukan bisnis Startup di Indonesia, lanjut Agus, Kemenkop dan UKM memiliki program strategis dalam hal mencari bakat wirausaha di kalangan anak muda, pelatihan, kompetisi, pemberian award, hingga pemberian kemudahan (fasilitas). "Tahun ini kita akan menjaring ribuan wirausaha pemula yang nantinya akan kita beri permodalan maksimal Rp13 juta per orang. Kita juga ada kredit usaha rakyat atau KUR dengan bunga 7% pertahun dan dana bergulir dari LPDB KUMKM dengan bunga 4,5% pertahun. Kemenkop dan UKM juga memiliki program pelatihan kewirausahaan", papar Agus lagi.

 

Pembicara lainnya, mantan menteri di era Orde Baru yang juga Tokoh Wirausaha di Podomoro University, Cosmas Batubara menekankan pentingnya kewirausahaan masuk ke dalam kurikulum pendidikan nasional dan mata kuliah di perguruan tinggi. "Pelatihan kewirausahaan harus kita lakukan di semua kampus. Bahkan, perguruan tinggi harus sudah memiliki mata kuliah kewirausahaan. Negeri ini harus banyak melahirkan wirausaha dari rahim perguruan tinggi", kata Cosmas.

 

Cosmas menunjuk kemajuan Jepang yang tidak memiliki sumber daya alam melimpah seperti Indonesia. "Namun, Jepang mampu mencetak generasi mudanya menjadi wirausaha. Jadi, Jepang masuk ke dalam kategori negara maju karena banyak memiliki wirausaha, sudah 10% rasio kewirausahaan dari total jumlah penduduk. Sedangkan Indonesia masih di kisaran 3%", jelas Cosmas.

 

Konsep e-Smart

 

Sementara itu, Dirjen IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan, keberadaan Startup diperlukan untuk menjual produk-produk dari Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta menumbuhkan perdagangan melalui e-Commerce. "Kita mengedukasi para IKM di Indonesia untuk memasarkan produknya melalui market place. Kita sudah bekerjasama dengan lima market place seperti BliBli, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dan Blanja", kata Gati.

 

Oleh karena itu, lanjut Gati, pihaknya memiliki konsep pengembangan para IKM, yaitu e-Smart IKM. "Kita fokus kepada sembilan komoditi yang kita masukkan ke dalam sentra-sentra, yaitu makanan, minuman, logam, kosmetik, perhiasan, kerajinan, herbal, suku cadang kendaraan, furnitur, hingga fesyen. Kita akan mengembangkan industri yang memiliki bahan baku lokal", kata dia.

 

Gati menambahkan, Kemenperin memberikan berbagai fasilitasi bagi pengembangan IKM. Yaitu, pengurusan hak cipta (HAKI), SNI, dan Klinik Kemasan. "Produk IKM yang tidak laku dijual di market place, akan kita kumpulkan untuk dibina. Kita akan analisa mengapa sampai tidak laku. Apakah karena faktor bahan baku, SDM-nya, atau apanya? Kita akan bina dan kasih pelatihan secara kontinu sampai mereka mampu menghasilkan produk berdaya saing tinggi dan laku dijual di market place", tukas Gati lagi.

 

Sedangkan Chairman National Startup Center Handito Joewono mengakui bahwa Gerakan Kewirausahaan Nasional yang mulai digaungkan pada 2011 semakin meluas dampak dan semangatnya. "Oleh karena itu, dalam ajang summit ini kami ingin menyatukan seluruh bisnis startup dalam satu wadah dan himpunan untuk kemajuan bisnis startup nasional. Kita akan menyatukan energi dari para pelaku bisnis Startup berbasis teknologi informasi di Indonesia", pungkas Handito.(Agus)

 

primi sui motori con e-max

Pendidikan dan Kebudayaan

Presiden Jokowi Tinjau Program Kotaku di Ambon

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pelaksanaan Program Padat Karya Tunai Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Rabu pagi (14/2/2018). Turut hadir Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Gubernur Maluku Said Assagaff.

PRESIDEN Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pelaksanaan Program Padat Karya Tunai Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Rabu pagi (14/2/2018). Turut hadir Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Gubernur Maluku Said Assagaff. 

Mitra

 

Untuk Pemasangan Iklan, Advertorial atau Press Release hubungi 0878-8989-9469 (SMS) atau 0878-0856-1199 (WA)http://www.jasamarga.com/


Kementerian PU dan Pera

Novel “Jayaning Majapahit: Kisah Para Kesatria Penjaga Samudera” karya Agus S. Soerono penerbit Gramedia Pustaka Utama sudah dapat dibeli di semua toko buku Gramedia di seluruh Indonesia.

Pertanian

Kemenko PMK Dorong Optimalisasi Ekonomi Desa Melalui Bidang Pertanian

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Staf Ahli Menteri Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan Ekonomi Kreatif dan Ketenagakerjaan, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Sidqy Leggo Pangesthi Suyitno mengatakan, perlu sekali pemerintah mendorong optimalisasi potensi ekonomi desa melalui bidang pertanian.

Read more...

Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Menko Puan: Diperlukan Kesadaran untuk Mencegah Kebakaran Hutan

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan perlu sekali upaya bersama untuk membangun kesadaran dalam mencegah kebakaran hutan, kebun dan lahan pada tahun 2018 mendatang.

Read more...

Transportasi

Lampaui Target, Jasa Marga Peroleh Skor 725,5 dalam KPKU tahun 2017

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. memperoleh skor 725,5 dalam Kriteria Penilaian Kinerja Umum (KPKU) tahun 2017 yang digelar oleh Forum Ekselen BUMN (FEB). Skor tersebut mengalami peningkatan dibandingkan skor yang diperoleh oleh Jasa Marga pada KPKU tahun 2016, yakni dengan raihan skor sebesar 688,5 dan telah berhasil melampaui target dari penilaian KPKU tahun 2017 yaitu 696.JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  PT Jasa Marga (Persero) Tbk. memperoleh skor 725,5 dalam Kriteria Penilaian Kinerja Umum (KPKU) tahun 2017 yang digelar oleh Forum Ekselen BUMN (FEB). Skor tersebut mengalami peningkatan dibandingkan skor yang diperoleh oleh Jasa Marga pada KPKU tahun 2016, yakni dengan raihan skor sebesar 688,5 dan telah berhasil melampaui target dari penilaian KPKU tahun 2017 yaitu 696.

Read more...