yt-banner1
yt-banner2

Koperasi dan UKM

Satgas Daerah Diminta Perketat Pengawasan Terhadap Koperasi

SOLO, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Koperasi dan UKM mendorong Satuan Tugas (Satgas) pengawasan koperasi memperkuat tugas dan fungsinya di daerah. Penguatan pengawasan sangat penting agar koperasi di daerah tumbuh sehat dan berkualitas.

Read more...

Konstruksi & Infrastruktur

Dirjen Bina Marga Arie S. Moerwanto Terima IHE Delft Alumni Award Pertama dari Asia

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Moerwanto menerima penghargaan dari IHE Delft, sebuah universitas terkemuka di Belanda tempatnya menyelesaikan pendidikan S2 yakni penghargaan IHE Delft Alumni Award 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada alumnus yang berprestasi dalam karier dan menjadi teladan di bidang sumber daya air.

Read more...

Dea Rahmat: Sate Bandeng Hajah Mariyam Belum Mau Buka Waralaba

Generasi penerus usaha Sate Bandeng Hajah Mariyam di Kota Serang, Dea Rahmat mengatakan belum berani membuka jaringan waralaba (franchise) atas usaha keluarga tersebut karena takut kualitasnya tidak sesuai standar yang diinginkan neneknya.SERANG, JURNAL IBUKOTA. COM: : Generasi penerus usaha Sate Bandeng Hajah Mariyam di Kota Serang, Dea Rahmat mengatakan belum berani membuka jaringan waralaba (franchise) atas usaha keluarga tersebut karena takut kualitasnya tidak sesuai standar yang diinginkan neneknya.

 

"Kami belum berani membuka waralaba ke masyarakat, karena kami masih ingin fokus melayani masyarakat secara langsung. Dengan cara yang sekarang saja kami sudah kewalahan melayani pesanan pelanggan," kata Generasi penerus usaha Sate Bandeng Hajah Mariyam di Kota Serang, Dea Rahmat kepada media di Serang, Jumat (28/10/2016).

Menurut Dea, setiap hari dia dan keluarganya mengolah sedikitnya 350 ekor ikan bandeng.

"Dari jumlah tersebut yang bisa jadi sesuai standar kami sekitar 300 ekor sate ikan bandeng isi tanpa tulang," kata Dea.

Menurut Dea, neneknya Hajah Mariyam menemukan resep sate ikan bandeng isi tanpa tulang tersebut sejak 1970-an, kemudian diteruskan oleh orang tuanya dan sekarang dia dan saudara-saudaranya sebagai generasi ketiga melanjutkan usaha keluarga tersebut.

"Pelanggan  kebanyakan membeli Sate ikan bandeng produksi kami sebagai bahan oleh-oleh untuk dibawa keluar kota," tuturnya.

Menurut Dea, pelanggan membeli langsung ke rumahnya dalam jumlah beragam. Ada yang membeli dua ekor, ada yang sepuluh ekor bahkan ada yang membeli 15 ekor.

"Kami mempromosikannya secara getok tular dari mulut ke mulut saja, selain melalui pameran-pameran yang diadakan oleh pemda setempat," ujarnya. Dea menjual satu tusuk Sate Bandeng seharga Rp 32.000 (dengan kemasan kotak) dan Rp 30.000 (tanpa kemasan).

Menurut Dea, yang sudah lulus sebagai sarjana ekonomi di sebuah  perguruan tinggi swasta di Serang, neneknya memulai usaha tersebut sejak tahun 1970-an sebagai usaha kecil- kecilan mulai dari 15 ekor, dan terus meningkat sampai 300-350 ekor pada saat ini.

Dea mengatakan resep Sate Bandeng Hajah Mariyam salah satu bumbunya adalah santan yang membuat makanan tersebut gurih dan lezat. Namun di sisi lain karena menggunakan santan, tidak bisa awet dan hanya bisa bertahan 2-3 hari saja.

"Karena itu kami tidak melayani pesanan dari luar kota, karena kami tidak bisa menjamin makanan tersebut bisa sampai di alamat kurang dari waktu 3 hari," katanya.

Menurut dia, kalau lebih dari tiga hari kemungkinan sate bandeng itu sudah basi. Apalagi kalau sudah sampai di tujuan tidak langsung dimasukkan ke dalam kulkas.

Dia mengatakan ingin mengembangkan usaha keluarga ini menjadi usaha yang besar, namun masih mendapat resistensi dari generasi kedua karena mereka pernah trauma dengan kerjasama yang dilakukan dengan produsen mi instan yang besar.

"Mula-mula kerjasama  tersebut lancar, namun menginjak bulan keenam, mulai kurang lancar dan pada akhirnya produsen mi instan tersebut mengeluarkan produk mi instan rasa sate ikan bandeng serta tidak melibatkan keluarga kami  lagi," katanya.

Belakangan dari pihak manajemen produsen mi instan tersebut datang lagi untuk bekerjasama, namun pihak keluarga kurang berkenan untuk melanjutkan kerjasama tersebut.

Menurut Dea, ikan bandeng dengan berat sekitar setengah kilogram tersebut didatangkannya dari Lampung.

"Kami mendatangkan ikan bandeng dari Lampung, karena ikan dari Banten kebanyakan bau tanah," katanya. (Agus)

 

primi sui motori con e-max

Pertanian

Kapal Ternak Solusi Memperlancar Distribusi Sapi Lokal dari Produsen ke Konsumen

JAKARTA JURNAL IBUKOTA: Kapal khusus angkutan ternak Camara Nusantara I (CN 1) merupakan salah satu wujud implementasi Tol Laut yang mengangkut ternak dari daerah sentra produsen ke daerah konsumen. Fini Murfiani selaku Direktur Pengolahan dan Pemasaran hasil Peternakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian menyampaikan, keberadaan kapal ternak bertujuan untuk mendukung program pemenuhan pangan asal ternak, dan menjamin kelangsungan pendistribusian ternak melalui angkutan laut dengan kaidah animal welfare dari Provinsi NTT sampai ke DKI Jakarta dan sekitarnya.

Read more...

Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Perhutanan Sosial: Masyarakat Dapat Akses Legal Kelola Kawasan Hutan

Alunan musik lesung dari masyarakat Hukum Adat Kasepuhan Karang, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, terdengar merdu mengiringi kedatangan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, dalam pembukaan Festival Perhutanan Sosial Nusantara (PeSoNa) di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta (06/09/2017).JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Alunan musik lesung dari masyarakat Hukum Adat Kasepuhan Karang, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, terdengar merdu mengiringi kedatangan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, dalam pembukaan Festival Perhutanan Sosial Nusantara (PeSoNa) di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta (06/09/2017).

Read more...

Transportasi

BUJT & Perbankan Sediakan Program Khusus Kartu Perdana Uang Elektronik Nol Rupiah

Corporate Secretary PT Jasa Marga M. Agus Setiawan mengatakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan Perbankan bekerja sama untuk memberikan diskon 1,5 juta kartu perdana Uang Elektronik yang ditawarkan dengan harga khusus (Rp. 0), di mana BUJT memberikan diskon Rp. 10.000 dan Perbankan juga memberikan diskon sebesar Rp. 10.000. JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Corporate Secretary PT Jasa Marga M. Agus Setiawan mengatakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan Perbankan bekerja sama untuk memberikan diskon 1,5 juta kartu perdana Uang Elektronik yang ditawarkan dengan harga khusus (Rp. 0), di mana BUJT memberikan diskon Rp. 10.000 dan Perbankan juga memberikan diskon sebesar Rp. 10.000. 

Read more...