yt-banner1
yt-banner2

Pertanian

Dirjen PKH I Ketut Diarmita : Ketahanan Pangan Berarti Kemampuan Membeli Pangan

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA.COM: Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan Ketahanan pangan tidak hanya mencakup pengertian ketersediaan pangan yang cukup, tapi juga kemampuan untuk mengaksesnya (termasuk membeli) pangan dan tidak terjadinya ketergantungan pangan pada pihak mana pun.

Read more...

Konstruksi & Infrastruktur

Info Jalur Mudik dari Siaga Sapta Taruna 26 Juni 2017; Pukul 10.40

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Berikut ini laporan dari Info Siaga Sapta Taruna Ditjen Bina Marga - Kementerian PUPR  pada 26 Juni 2017 hingga. Pukul 10:40.

 

A. Jalan Tol

1. Tol Lingkar Timur: Padat Merayap TMII-Cikunir. Ada kecelakaan di Cikunir.

2. Tol Cikampek: Padat Merayap KM.16 - Rest Area KM. 62. Ada kecelakaan 1 KM setelah Cikunir arah Cikampek

Read more...

Dea Rahmat: Sate Bandeng Hajah Mariyam Belum Mau Buka Waralaba

Generasi penerus usaha Sate Bandeng Hajah Mariyam di Kota Serang, Dea Rahmat mengatakan belum berani membuka jaringan waralaba (franchise) atas usaha keluarga tersebut karena takut kualitasnya tidak sesuai standar yang diinginkan neneknya.SERANG, JURNAL IBUKOTA. COM: : Generasi penerus usaha Sate Bandeng Hajah Mariyam di Kota Serang, Dea Rahmat mengatakan belum berani membuka jaringan waralaba (franchise) atas usaha keluarga tersebut karena takut kualitasnya tidak sesuai standar yang diinginkan neneknya.

 

"Kami belum berani membuka waralaba ke masyarakat, karena kami masih ingin fokus melayani masyarakat secara langsung. Dengan cara yang sekarang saja kami sudah kewalahan melayani pesanan pelanggan," kata Generasi penerus usaha Sate Bandeng Hajah Mariyam di Kota Serang, Dea Rahmat kepada media di Serang, Jumat (28/10/2016).

Menurut Dea, setiap hari dia dan keluarganya mengolah sedikitnya 350 ekor ikan bandeng.

"Dari jumlah tersebut yang bisa jadi sesuai standar kami sekitar 300 ekor sate ikan bandeng isi tanpa tulang," kata Dea.

Menurut Dea, neneknya Hajah Mariyam menemukan resep sate ikan bandeng isi tanpa tulang tersebut sejak 1970-an, kemudian diteruskan oleh orang tuanya dan sekarang dia dan saudara-saudaranya sebagai generasi ketiga melanjutkan usaha keluarga tersebut.

"Pelanggan  kebanyakan membeli Sate ikan bandeng produksi kami sebagai bahan oleh-oleh untuk dibawa keluar kota," tuturnya.

Menurut Dea, pelanggan membeli langsung ke rumahnya dalam jumlah beragam. Ada yang membeli dua ekor, ada yang sepuluh ekor bahkan ada yang membeli 15 ekor.

"Kami mempromosikannya secara getok tular dari mulut ke mulut saja, selain melalui pameran-pameran yang diadakan oleh pemda setempat," ujarnya. Dea menjual satu tusuk Sate Bandeng seharga Rp 32.000 (dengan kemasan kotak) dan Rp 30.000 (tanpa kemasan).

Menurut Dea, yang sudah lulus sebagai sarjana ekonomi di sebuah  perguruan tinggi swasta di Serang, neneknya memulai usaha tersebut sejak tahun 1970-an sebagai usaha kecil- kecilan mulai dari 15 ekor, dan terus meningkat sampai 300-350 ekor pada saat ini.

Dea mengatakan resep Sate Bandeng Hajah Mariyam salah satu bumbunya adalah santan yang membuat makanan tersebut gurih dan lezat. Namun di sisi lain karena menggunakan santan, tidak bisa awet dan hanya bisa bertahan 2-3 hari saja.

"Karena itu kami tidak melayani pesanan dari luar kota, karena kami tidak bisa menjamin makanan tersebut bisa sampai di alamat kurang dari waktu 3 hari," katanya.

Menurut dia, kalau lebih dari tiga hari kemungkinan sate bandeng itu sudah basi. Apalagi kalau sudah sampai di tujuan tidak langsung dimasukkan ke dalam kulkas.

Dia mengatakan ingin mengembangkan usaha keluarga ini menjadi usaha yang besar, namun masih mendapat resistensi dari generasi kedua karena mereka pernah trauma dengan kerjasama yang dilakukan dengan produsen mi instan yang besar.

"Mula-mula kerjasama  tersebut lancar, namun menginjak bulan keenam, mulai kurang lancar dan pada akhirnya produsen mi instan tersebut mengeluarkan produk mi instan rasa sate ikan bandeng serta tidak melibatkan keluarga kami  lagi," katanya.

Belakangan dari pihak manajemen produsen mi instan tersebut datang lagi untuk bekerjasama, namun pihak keluarga kurang berkenan untuk melanjutkan kerjasama tersebut.

Menurut Dea, ikan bandeng dengan berat sekitar setengah kilogram tersebut didatangkannya dari Lampung.

"Kami mendatangkan ikan bandeng dari Lampung, karena ikan dari Banten kebanyakan bau tanah," katanya. (Agus)

 

primi sui motori con e-max

Pendidikan dan Kebudayaan

Hilmar Farid: UU Pemajuan Kebudayaan No. 5/2017 untuk Meningkatkan Ketahanan Budaya Indonesia

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan pemajuan kebudayaan bertujuan untuk meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia. 

Read more...

Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Pelaku Perdagangan Ilegal Trenggiling Ditangkap di Medan

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Penyidik dan Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Balai Penegakan Hukum Wilayah Sumatera, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), berhasil menggagalkan kegiatan perdagangan illegal satwa liar dilindungi di Medan, Provinsi Sumatera Utara. Sebanyak 225 ekor trenggiling, 5 (lima) karung kulit /sisik trenggiling kering,  dan 4 (empat) kulit/sisik trenggiling basah, yang diperkirakan bernilai lebih dari Rp. 2,5 Miliar, telah disita dari pelaku yang ditangkap hari Selasa (13/06/2017).

Read more...

Transportasi

Tambah Kapasitas Gerbang Tol, Jasa Marga Buka 20 Gardu Tol Arah Cikampek

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  Volume lalu-lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek sore ini Pukul 18.30 WIB Senin (26/6) terpantau mengalami peningkatan yang mengakibatkan kepadatan lalu-lintas kendaraan menuju arah Cikampek. Adapun kepadatan merupakan dampak volume lalu lintas.

Read more...