yt-banner1
yt-banner2

Koperasi dan UKM

Gerakan Inovasi Koperasi dan UKM di Kulonprogo Dapat Pengakuan Dunia

NEW YORK, JURNAL IBUKOTA: Gerakan inovasi untuk koperasi dan bisnis usaha kecil dan menengah (UKM) di Kulonprogo, DI Yogyakarta telah mendapatkan pengakuan dunia dalam forum PBB.

Read more...

Konstruksi & Infrastruktur

Menteri Basuki: Ramadhan Bulan Penuh Berkah

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: _Marhaban Ya Ramadhan_. Mengawali bulan Ramadhan 1439 Hijriah tahun 2018, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa kepada seluruh Keluarga Besar Kementerian PUPR yang ada di seluruh Indonesia.

Read more...

Efek Beragun Aset (EBA) Mandiri JSMR01 Resmi Diluncurkan di Indonesia, Jasa Marga Apresiasi Seluruh Pihak Yang Terkait

Produk investasi surat berharga sekuritisasi pendapatan Tol Jagorawi Jasa Marga yang berbasis pada _Future Revenue Based Securities_ (FRBS) merupakan surat berharga berbasis potensi pendapatan di masa yang akan datang, yang pertama kali diterbitkan dalam sejarah pasar modal di Indonesia.JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Produk investasi surat berharga sekuritisasi pendapatan Tol Jagorawi Jasa Marga yang berbasis pada _Future Revenue Based Securities_ (FRBS) merupakan surat berharga berbasis potensi pendapatan di masa yang akan datang, yang pertama kali diterbitkan dalam sejarah pasar modal di Indonesia.

 

M. Agus Setiawan, Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mengatakan Jasa Marga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, hingga akhirnya pada hari Kamis (31/08) Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, melakukan pencatatan perdana Efek Beragun Aset (EBA) Mandiri JSMR01-Surat Berharga Hak Atas Pendapatan Tol Jagorawi yang berlangsung di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Menurut dia, banyak sekali pihak yang terlibat dan membantu dalam penerbitan EBA Mandiri JSMR01 ini, mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku pembina teknis jalan tol yang memberikan hak konsesi atas Jalan Tol Jagorawi kepada Jasa Marga.

Kemudian Kementerian BUMN sebagai Pemegang Saham yang membantu dalam proses perizinan. Serta tidak kalah pentingnya peranan _Legal and Tax Consultant._

Penerbitan EBA juga melibatkan institusi-institusi keuangan, seperti Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, Lembaga Pemeringkat Efek, Manajer Investasi, Bank Kustodian, Perusahaan Sekuritas yang menjadi Agen Penjual, dan lain-lain.

Sebagai produk yang baru pertama kali diterbitkan di Indonesia, penyiapan EBA Mandiri JSMR01 membutuhkan proses yang cukup memakan waktu. Hal ini disebabkan Jasa Marga harus menyiapkan struktur produk baru ini, agar layak dijual kepada investor di satu sisi dan di sisi lain hasil penjualannya dapat memberikan benefit yang optimal dalam meningkatkan struktur keuangan Jasa Marga.

Untuk itu Jasa Marga harus menyamakan persepsi dan meyakinkan semua pihak terkait, bahwa penerbitan EBA ini akan diterima baik oleh pasar. Tidak kalah pentingnya Jasa Marga juga harus memastikan, sebagai produk baru, penerbitan EBA ini tidak bertentangan dengan regulasi yang berlaku, dan untuk memastikan hal itu, dibutuhkan penegasan dari berbagai pihak terkait.

Proses penyamaan persepsi memakan waktu hingga empat bulan dan lima bulan sisanya digunakan untuk analisa dan pembahasan _compliance_ atau pemenuhan terhadap regulasi serta pengajuan perizinan-perizinan yang diperlukan, yang dilakukan secara simultan.

Beberapa hal yang harus dilakukan dalam penyamaan persepsi serta proses perizinan dari instansi terkait di antaranya : Masalah dijualnya sebagian dari hak pendapatan tol yang seharusnya diterima Jasa Marga, selama sisa masa konsesi, sesuai Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol antara Jasa Marga dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR. Di samping itu, dibutuhkan juga penegasan terkait aspek pajak yang harus dipenuhi, agar sebagai sebuah produk baru EBA Mandiri JSMR01 memenuhi aspek perpajakan yang berlaku, khususnya terkait pajak penghasilan (PPh) terhadap pendapatan Jasa Marga yang diterima di muka atas penjualan EBA ini, serta pajak pertambahan nilai (PPn) terhadap EBA ini.

Pada akhirnya setelah melalui berbagai kajian dan pertemuan pembahasan, serta klarifikasi dan koordinasi dengan insitusi-institusi di atas, maka pada tanggal 31 Agustus 2017 kemarin, EBA ini dapat diterbitkan dan dicatatkan perdagangannya di Bursa Efek Indonesia.

Jasa Marga sangat menghargai dan memberikan apresiasi kepada seluruh institusi di atas yang masing-masing telah berperan dengan aktif sesuai dengan kewenangannya, sehingga akhirnya penerbitan EBA ini dapat diwujudkan dan menjadi tonggak sejarah baru dalam penerbitan instrumen investasi yang diperjualbelikan di pasar modal Indonesia.

Penerbitan EBA ini mendapatkan respons sangat baik dari para investor, yang terdiri dari perusahaan dana pensiun, perbankan dan asset management, di mana terlihat dari tingkat permintaan yang mencapai Rp 5,1 triliun atau setara dengan 2,7 kali dari total nilai penerbitan.

Jasa Marga akan terus mengeluarkan inovasi skema pendanaan baru, di luar skema pendanaan konvensional selama ini melalui kredit investasi dari perbankan. Hal ini adalah dalam rangka memenuhi kebutuhan pendanaan untuk pembangunan proyek-proyek jalan tol baru Jasa Marga. Dalam tiga tahun ke depan hingga tahun 2019 Jasa Marga menargetkan akan mengoperasikan 660 km jalan tol baru, di mana 210 km di antaranya ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir tahun ini. (Agus)

 

primi sui motori con e-max

Presiden Jokowi Tinjau TPS R3 Citarik Pel. Ratu

Setelah meninjau kegiatan Padat Karya Tunai (PKT) di Desa Pasir Suren, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau lokasi PKT kedua yakni Desa Citarik Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu 8 April 2018. Dalam kunjungan tersebut Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Desa dan PDDT Eko Sandjojo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Di Desa Citarik, Presiden Jokowi juga berkesempatan meninjau Tempat Pengolahan Sampah yang menggunakan sistem reduce, reuse, recycle atau dikenal TPS-3R. Pembangunan TPS-3R dilakukan tahun 2016, oleh Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dengan anggaran Rp 550 juta.SETELAH meninjau kegiatan Padat Karya Tunai (PKT) di Desa Pasir Suren, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau lokasi PKT kedua yakni Desa Citarik Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu 8 April 2018. Dalam kunjungan tersebut Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Desa dan PDDT Eko Sandjojo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Di Desa Citarik, Presiden Jokowi juga berkesempatan meninjau Tempat Pengolahan Sampah yang menggunakan sistem reduce, reuse, recycle atau dikenal TPS-3R. Pembangunan TPS-3R dilakukan tahun 2016, oleh Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dengan anggaran Rp 550 juta.

 

Mitra

 

Untuk Pemasangan Iklan, Advertorial atau Press Release hubungi 0878-8989-9469 (SMS) atau 0878-0856-1199 (WA)http://www.jasamarga.com/


Kementerian PU dan Pera

Novel “Jayaning Majapahit: Kisah Para Kesatria Penjaga Samudera” karya Agus S. Soerono penerbit Gramedia Pustaka Utama sudah dapat dibeli di semua toko buku Gramedia di seluruh Indonesia.

Pertanian

Refokusing Pembangunan Peternakan untuk Wujudkan Swasembada Protein Hewani dan Pengentasan Kemiskinan

BOGOR, JURNAL IBUKOTA: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, arah pembangunan peternakan dan kesehatan hewan  saat ini fokus untuk mewujudkan swasembada protein hewani dan pengentasan kemiskinan untuk masyarakat di pedesaan. Hal tersebut disampaikan saat membuka acara Rapat Koordinasi Teknis Nasional (Rakonteknas) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan hari ini Senin tanggal 16 April 2018 di IPB Internasional Convention Center Bogor.

Read more...

Lingkungan Hidup dan Kehutanan

KLHK Tegas Tangani Kasus Pencemaran Lingkungan

Direktur Jenderal Gakkum LHK Rasio Ridho Sani mengatakan sejak tahun 2015, KLHK melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) LHK telah melakukan penanganan 2.052 pengaduan, dan pengawasan terhadap 462 perusahaan, yang meliputi 1.544 perizinan lingkungan. Sedangkan, khusus kasus terkait limbah bahan beracun dan berbahaya (B3), telah diterbitkan sanksi administratif pada 61 perusahaan, proses penegakan hukum pidana sebanyak 65 kasus, dan 9 kasus di antaranya telah siap untuk disidangkan di pengadilan.JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Direktur Jenderal Gakkum LHK Rasio Ridho Sani mengatakan sejak tahun 2015, KLHK melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) LHK telah melakukan penanganan 2.052 pengaduan, dan pengawasan terhadap 462 perusahaan, yang meliputi 1.544 perizinan lingkungan. Sedangkan, khusus kasus terkait limbah bahan beracun dan berbahaya (B3), telah diterbitkan sanksi administratif pada 61 perusahaan, proses penegakan hukum pidana sebanyak 65 kasus, dan 9 kasus di antaranya telah siap untuk disidangkan di pengadilan.

Read more...

Transportasi

Dalam Waktu Dekat, Akan Diimplementasikan Satu Tarif Merata di Ruas Jalan Tol Semarang Seksi A-B-C

Sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan transaksi kepada pengguna jalan tol, dalam waktu dekat akan diberlakukan sistem pentarifan merata dengan tarif tunggal di Jalan Tol Semarang Seksi A-B-C.SEMARANG, JURNAL IBUKOTA :  Sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan transaksi kepada pengguna jalan tol, dalam waktu dekat akan diberlakukan sistem pentarifan merata dengan tarif tunggal di Jalan Tol Semarang Seksi A-B-C.

Read more...