yt-banner1
yt-banner2

Koperasi dan UKM

Asian Games Buka Peluang UMKM Tembus Pasar Ekspor

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:Ajang olahraga terbesar di Asia Asian Games 2018 membuka peluang bagi para pelaku UMKM di Tanah Air untuk bisa memasarkan produknya sekaligus menembus pasar ekspor.

Read more...

Konstruksi & Infrastruktur

Pengiriman Sapras Air Bersih dan Sanitasi Bagi Korban Gempa Lombok Terus Dilanjutkan

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Pengiriman sarana dan prasarana (Sapras) air bersih dan sanitasi yang sangat dibutuhkan para pengungsi korban gempa bumi di Pulau Lombok terus dilanjutkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Read more...

Efek Beragun Aset (EBA) Mandiri JSMR01 Resmi Diluncurkan di Indonesia, Jasa Marga Apresiasi Seluruh Pihak Yang Terkait

Produk investasi surat berharga sekuritisasi pendapatan Tol Jagorawi Jasa Marga yang berbasis pada _Future Revenue Based Securities_ (FRBS) merupakan surat berharga berbasis potensi pendapatan di masa yang akan datang, yang pertama kali diterbitkan dalam sejarah pasar modal di Indonesia.JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Produk investasi surat berharga sekuritisasi pendapatan Tol Jagorawi Jasa Marga yang berbasis pada _Future Revenue Based Securities_ (FRBS) merupakan surat berharga berbasis potensi pendapatan di masa yang akan datang, yang pertama kali diterbitkan dalam sejarah pasar modal di Indonesia.

 

M. Agus Setiawan, Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mengatakan Jasa Marga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, hingga akhirnya pada hari Kamis (31/08) Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, melakukan pencatatan perdana Efek Beragun Aset (EBA) Mandiri JSMR01-Surat Berharga Hak Atas Pendapatan Tol Jagorawi yang berlangsung di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Menurut dia, banyak sekali pihak yang terlibat dan membantu dalam penerbitan EBA Mandiri JSMR01 ini, mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku pembina teknis jalan tol yang memberikan hak konsesi atas Jalan Tol Jagorawi kepada Jasa Marga.

Kemudian Kementerian BUMN sebagai Pemegang Saham yang membantu dalam proses perizinan. Serta tidak kalah pentingnya peranan _Legal and Tax Consultant._

Penerbitan EBA juga melibatkan institusi-institusi keuangan, seperti Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, Lembaga Pemeringkat Efek, Manajer Investasi, Bank Kustodian, Perusahaan Sekuritas yang menjadi Agen Penjual, dan lain-lain.

Sebagai produk yang baru pertama kali diterbitkan di Indonesia, penyiapan EBA Mandiri JSMR01 membutuhkan proses yang cukup memakan waktu. Hal ini disebabkan Jasa Marga harus menyiapkan struktur produk baru ini, agar layak dijual kepada investor di satu sisi dan di sisi lain hasil penjualannya dapat memberikan benefit yang optimal dalam meningkatkan struktur keuangan Jasa Marga.

Untuk itu Jasa Marga harus menyamakan persepsi dan meyakinkan semua pihak terkait, bahwa penerbitan EBA ini akan diterima baik oleh pasar. Tidak kalah pentingnya Jasa Marga juga harus memastikan, sebagai produk baru, penerbitan EBA ini tidak bertentangan dengan regulasi yang berlaku, dan untuk memastikan hal itu, dibutuhkan penegasan dari berbagai pihak terkait.

Proses penyamaan persepsi memakan waktu hingga empat bulan dan lima bulan sisanya digunakan untuk analisa dan pembahasan _compliance_ atau pemenuhan terhadap regulasi serta pengajuan perizinan-perizinan yang diperlukan, yang dilakukan secara simultan.

Beberapa hal yang harus dilakukan dalam penyamaan persepsi serta proses perizinan dari instansi terkait di antaranya : Masalah dijualnya sebagian dari hak pendapatan tol yang seharusnya diterima Jasa Marga, selama sisa masa konsesi, sesuai Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol antara Jasa Marga dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR. Di samping itu, dibutuhkan juga penegasan terkait aspek pajak yang harus dipenuhi, agar sebagai sebuah produk baru EBA Mandiri JSMR01 memenuhi aspek perpajakan yang berlaku, khususnya terkait pajak penghasilan (PPh) terhadap pendapatan Jasa Marga yang diterima di muka atas penjualan EBA ini, serta pajak pertambahan nilai (PPn) terhadap EBA ini.

Pada akhirnya setelah melalui berbagai kajian dan pertemuan pembahasan, serta klarifikasi dan koordinasi dengan insitusi-institusi di atas, maka pada tanggal 31 Agustus 2017 kemarin, EBA ini dapat diterbitkan dan dicatatkan perdagangannya di Bursa Efek Indonesia.

Jasa Marga sangat menghargai dan memberikan apresiasi kepada seluruh institusi di atas yang masing-masing telah berperan dengan aktif sesuai dengan kewenangannya, sehingga akhirnya penerbitan EBA ini dapat diwujudkan dan menjadi tonggak sejarah baru dalam penerbitan instrumen investasi yang diperjualbelikan di pasar modal Indonesia.

Penerbitan EBA ini mendapatkan respons sangat baik dari para investor, yang terdiri dari perusahaan dana pensiun, perbankan dan asset management, di mana terlihat dari tingkat permintaan yang mencapai Rp 5,1 triliun atau setara dengan 2,7 kali dari total nilai penerbitan.

Jasa Marga akan terus mengeluarkan inovasi skema pendanaan baru, di luar skema pendanaan konvensional selama ini melalui kredit investasi dari perbankan. Hal ini adalah dalam rangka memenuhi kebutuhan pendanaan untuk pembangunan proyek-proyek jalan tol baru Jasa Marga. Dalam tiga tahun ke depan hingga tahun 2019 Jasa Marga menargetkan akan mengoperasikan 660 km jalan tol baru, di mana 210 km di antaranya ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir tahun ini. (Agus)

 

primi sui motori con e-max

Gempa 7,0 SR Guncang Lombok Utara, NTB

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan dampak gempa 7 SR yang mengguncang wilayah Lombok, Sumbawa dan Bali pada 5/8/2018 pukul 18.46 WIB telah menyebabkan berbagai wilayah mengalami kerusakan. Jumlah korban terus bertambah. Data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB mencatat sebanyak 98 orang meninggal dunia, 236 orang luka-luka, ribuan rumah rusak dan pengungsi mencapai ribuan jiwa yang tersebar di berbagai lokasi.Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan dampak gempa 7 SR yang mengguncang wilayah Lombok, Sumbawa dan Bali pada 5/8/2018 pukul 18.46 WIB telah menyebabkan berbagai wilayah mengalami kerusakan. Jumlah korban terus bertambah. Data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB mencatat sebanyak 98 orang meninggal dunia, 236 orang luka-luka, ribuan rumah rusak dan pengungsi mencapai ribuan jiwa yang tersebar di berbagai lokasi.

Mitra

 

Untuk Pemasangan Iklan, Advertorial atau Press Release hubungi 0878-8989-9469 (SMS) atau 0878-0856-1199 (WA)http://www.jasamarga.com/


Kementerian PU dan Pera

Novel “Jayaning Majapahit: Kisah Para Kesatria Penjaga Samudera” karya Agus S. Soerono penerbit Gramedia Pustaka Utama sudah dapat dibeli di semua toko buku Gramedia di seluruh Indonesia.

Transportasi

Kris Ade: Volume Lalu Lintas pada Periode Mudik 2018 Naik 5,6% di Ruas Tol Tangerang - Merak

CIUJUNG, JURNAL IBUKOTA: Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti Kris Ade Sudiyono mengatakan peningkatan volume lalu lintas pada periode mudik Tahun 2018 diperkirakan 5,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017.

Read more...

Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Pasca Divestasi Saham, KLHK Harap Freeport Lebih Perhatikan Lingkungan

Penandatanganan pokok-pokok Perjanjian Divestasi Saham PT Freeport Indonesia (PTFI) berlangsung di Kementerian Keuangan, Kamis, (12 Juli 2018). Holding Industri Pertambangan PT. Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau INALUM, Freeport McMoran Inc. (FCX) dan Rio Tinto, telah melakukan penandatanganan pokok-pokok perjanjian terkait penjualan saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PTFI. Kepemilikan INALUM di PTFI setelah penjualan saham dan hak tersebut menjadi sebesar 51% dari semula 9,36%.JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:  Penandatanganan pokok-pokok Perjanjian Divestasi Saham PT Freeport Indonesia (PTFI) berlangsung di Kementerian Keuangan, Kamis, (12 Juli 2018). Holding Industri Pertambangan PT. Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau INALUM, Freeport McMoran Inc. (FCX) dan Rio Tinto, telah melakukan penandatanganan pokok-pokok perjanjian terkait penjualan saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PTFI. Kepemilikan INALUM di PTFI setelah penjualan saham dan hak tersebut menjadi sebesar 51% dari semula 9,36%.

Read more...

Info Jalan Tol

Proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Kejar Target Penyelesaian Pembangunan Konstruksi

BALIKPAPAN, JURNAL IBUKOTA: Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dengan total panjang 99,35 Km akan menghubungkan 2 kota besar di Kalimantan yaitu Kota Balikpapan dan Kota Samarinda. Jalan tol yang ditargetkan untuk bisa diselesaikan pada penghujung tahun 2018, sehingga dapat beroperasi penuh pada awal tahun 2019 ini, menunjukkan progres positif, hingga awal Agustus 2018, progres Seksi 2, Seksi 3 dan Seksi 4 adalah 63,31% sementara progres konstruksi Seksi 1 sampai dengan Seksi 5 adalah 65,25%. Hingga awal bulan Agustus 2018, progres pembebasan lahan telah mencapai 95,47% dari total keseluruhan lahan. 

Read more...